Sketsamalang.com, MALANG — Sistem Tanggung Renteng (TR) yang diterapkan Koperasi Konsumen Setia Budi Wanita (Kopmen SBW) Malang kembali menjadi bahan pembelajaran bagi koperasi lain. Kali ini, Kopmen SBW menerima kunjungan studi banding Koperasi Wanita (Kopwan) Khadijah Sidoarjo, Sabtu (12/9).
Kunjungan berlangsung di Aula Lantai 3 Kantor Kopmen SBW Malang, Jalan Raden Intan No. 108, Kota Malang, mulai pukul 09.30 hingga 12.30 WIB. Sebanyak 16 peserta dari unsur pengurus dan pengawas Kopwan Khadijah mengikuti kegiatan tersebut.
Ketua I Kopmen SBW Malang, Mirna Anggraini, S.E., memimpin pemaparan mengenai sejarah perjalanan SBW, pengelolaan organisasi, hingga pengalaman penerapan sistem Tanggung Renteng.
“Studi banding dari koperasi lain merupakan agenda rutin yang kami sambut terbuka. Melalui keterbukaan ini, SBW berkomitmen untuk saling membagikan kiat sukses, pengalaman pengelolaan kelembagaan, serta konsistensi penerapan sistem Tanggung Renteng agar bisa direplikasi demi kemajuan gerakan koperasi,” ujar Mirna.
Materi kemudian disampaikan jajaran pengurus sesuai bidang masing-masing. Benedecta, S.Sos., M.AP., bersama I Gusti Ayu, S.KM., memaparkan pengelolaan kelembagaan dan layanan nonkeuangan, termasuk pembinaan mental, kegiatan sosial, budaya, dan bina sejahtera.
Sementara itu, Pengurus Bidang Usaha dan Keuangan, Hj. Sudiastuti, menjelaskan pengelolaan unit usaha, keuangan, serta operasional SBW Mart.
Ketua Kopwan Khadijah Sidoarjo, Siti Alfulaila, mengapresiasi penerimaan dan materi yang diberikan Kopmen SBW. Menurutnya, Kopwan Khadijah yang baru berusia 17 tahun masih membutuhkan banyak pembelajaran dari SBW yang telah berdiri selama 49 tahun.
“Harapan kami ke depan, koperasi kami suatu saat bisa sebesar SBW Malang—tetap mengedepankan kekuatan anggota, rasa memiliki yang besar, serta cinta koperasinya,” kata Siti.
Ia juga menyoroti budaya gotong royong dan semangat anggota yang menurutnya menjadi salah satu kekuatan SBW dalam menjalankan sistem Tanggung Renteng.
Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab mengenai berbagai persoalan operasional koperasi serta pengelolaan modal berbasis kebersamaan.
Studi banding ditutup dengan penyerahan materi pembelajaran, pertukaran tali asih, foto bersama, serta office tour ke sejumlah fasilitas gedung tiga lantai Kopmen SBW Malang.







