Sambut Ratusan Mahasiswa Baru, UNITRI Kenalkan Budaya I-Progres

Sketsamalang.com – Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang menerima 825 mahasiswa baru pada tahun akademik 2026–2027. Penerimaan tersebut dikemas melalui kegiatan bertajuk I-Progres Muda: Berintegritas, Melayani, Berkarya yang digelar di GOR UNITRI, Jumat (28/8/2026).

Dari total 1.124 calon mahasiswa yang mendaftar, sebanyak 825 calon mahasiswa dinyatakan diterima. Sementara itu, 680 mahasiswa baru yang telah memenuhi persyaratan administrasi hadir dalam kegiatan penerimaan mahasiswa baru tersebut.

Rektor UNITRI, Prof. Dodi Wirawan Irawanto, S.E., M.Com., Ph.D., mengatakan mahasiswa saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, baik selama menempuh pendidikan maupun ketika memasuki dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.

Menurut Dodi, pengetahuan yang diperoleh dari bangku kuliah saja tidak cukup untuk menghadapi perubahan yang berlangsung cepat. Mahasiswa juga perlu memiliki kemampuan beradaptasi serta menguasai teknologi informasi secara tepat.

“Tantangan yang akan dihadapi dalam waktu dekat sampai mereka lulus itu akan lebih kompleks. Saya rasa tidak cukup hanya berbekal pengetahuan yang didapatkan di bangku perkuliahan,” ujar Prof Dodi.

Rektor UNITRI menyematkan Almamater kepada Maba

Ia menekankan pentingnya mahasiswa memperkaya diri dengan pengetahuan dan keterampilan tambahan agar mampu merespons kebutuhan masyarakat yang terus berubah.

“Utamanya dengan modal pengetahuan penggunaan teknologi informasi yang tepat, mereka bisa lebih sigap dan lebih adaptif dalam merespons kebutuhan perubahan tersebut,” imbuhnya.

Prof Dodi menegaskan, menjadi mahasiswa saat ini tidak cukup hanya aktif dalam kegiatan akademik di kampus. Perguruan tinggi juga dituntut menghasilkan lulusan yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Menjadi mahasiswa saat ini tidak bisa diam saja karena beban dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi harus mulai memberikan dampak nyata ke masyarakat,” katanya.

Karena itu, UNITRI berupaya merancang berbagai program yang dapat membekali mahasiswa sejak awal masa perkuliahan agar mampu berkontribusi di tengah masyarakat.

Salah satunya melalui konsep I-Progres yang menjadi bagian dari pencanangan budaya di lingkungan UNITRI. Konsep tersebut merepresentasikan nilai-nilai yang diharapkan tumbuh menjadi karakter mahasiswa selama menjalani pendidikan.

“I” berarti integritas, “P” berarti pelayanan, “Pro” merupakan profesionalisme, “GR” berarti gotong royong, sedangkan nilai terakhir adalah spiritualitas.

Melalui nilai-nilai tersebut, UNITRI berharap mahasiswa tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga karakter kuat, kepedulian sosial, serta semangat memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Harapannya, kami sebagai civitas akademika mampu memberikan yang terbaik untuk mengarahkan mereka agar bisa menjadi mahasiswa yang berkontributif dan memiliki jiwa pelayanan yang profesional,” jelas Dodi.

Rektor UNITRI, Prof. Dodi Wirawan Irawanto, S.E., M.Com., Ph.D.

Di sisi lain, Dodi mengungkapkan jumlah pendaftar mahasiswa baru UNITRI sebenarnya telah mencapai lebih dari 1.000 orang. Namun, sebagian calon mahasiswa dari wilayah Indonesia Timur masih menghadapi kendala untuk datang ke Malang.

Lebih dari 150 mahasiswa baru disebut masih tertahan di Nusa Tenggara Timur (NTT), terutama mereka yang berada di wilayah terdampak gempa.

“Masih ada sekitar 150 lebih mahasiswa baru kita yang masih tertahan di NTT, utamanya di daerah-daerah yang terdampak gempa, belum bisa kembali atau berangkat ke sini,” ungkapnya.

UNITRI, lanjut Dodi, akan memberikan fleksibilitas kepada mahasiswa tersebut agar tetap dapat mengikuti proses pembelajaran. Salah satu opsi yang disiapkan adalah penerapan pembelajaran secara hibrida pada tahap awal.

“Kita akan coba untuk lebih responsif, memberikan fleksibilitas agar mereka tetap bisa sekolah, entah itu seperti hybrid di awal,” katanya.

Selain menerima mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia, UNITRI juga terus memperluas akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa internasional.

Prof Dodi mengatakan 2026 menjadi tahun kedua UNITRI menerima mahasiswa dari luar negeri. Sebagian mahasiswa internasional tersebut berasal dari negara yang pernah mengalami krisis, termasuk konflik dan perang saudara seperti Sudan.

Untuk jenjang magister, UNITRI juga berencana memperluas penerimaan mahasiswa internasional ke kawasan ASEAN.

“Saya sedang coba lebih agresif ke kawasan ASEAN, karena masih banyak teman-teman di ASEAN sendiri yang masih membutuhkan pendidikan tinggi berkualitas,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Penerimaan Mahasiswa Baru (DPMB) UNITRI, Prof. Dr. Nawir Rasidi, S.T., M.T., menyampaikan bahwa dari 1.124 pendaftar, sebanyak 825 calon mahasiswa diterima pada tahun akademik 2026–2027.

Dari 680 mahasiswa baru yang hadir dan telah memenuhi persyaratan administrasi, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) menjadi program studi dengan jumlah mahasiswa baru terbanyak, yakni 137 mahasiswa.

Berikut rincian mahasiswa baru UNITRI berdasarkan program studi:

Fakultas Ekonomi

* Akuntansi: 59 mahasiswa
* Manajemen: 82 mahasiswa

Fakultas Ilmu Kesehatan

* S1 Keperawatan: 63 mahasiswa
* Profesi Ners: 50 mahasiswa

Fakultas Ilmu Pendidikan

* Pendidikan Biologi: 42 mahasiswa
* PGSD: 137 mahasiswa
* Pendidikan Matematika: 20 mahasiswa

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

* Administrasi Publik: 45 mahasiswa
* Ilmu Komunikasi: 41 mahasiswa

Fakultas Pertanian

* Agribisnis: 24 mahasiswa
* Agroteknologi: 17 mahasiswa
* Peternakan: 26 mahasiswa

Fakultas Teknik dan Teknologi

* Arsitektur Lanskap: 8 mahasiswa
* Teknik Kimia: 13 mahasiswa
* Teknik Sipil: 23 mahasiswa
* Teknologi Industri Pertanian: 11 mahasiswa

Program Pascasarjana

* Magister Administrasi Publik: 6 mahasiswa
* Magister Ekonomi Pertanian: 4 mahasiswa
* Magister Manajemen: 9 mahasiswa

Melalui semangat I-Progres, UNITRI berharap mahasiswa baru tidak hanya tumbuh menjadi lulusan yang kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, jiwa pelayanan, profesionalisme, semangat gotong royong, dan landasan spiritual.

Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa untuk menghadapi perubahan sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *