Pemasangan Plang Nama Jalan, KKN UMM 179 Permudah Akses Warga Kampung Baru

Sketsamalang.com — Kelompok 179 KKN Berdampak Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan pemasangan plang papan nama jalan di Dusun Kampung Baru, Desa Bangelan, Kecamatan Wonosari, pada 20 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam membantu menyediakan penunjuk arah yang dapat memudahkan masyarakat maupun pendatang dalam menemukan lokasi di wilayah tersebut.

Pemasangan plang dilakukan karena sebelumnya beberapa akses jalan di Kampung Baru belum memiliki penanda yang jelas. Kondisi tersebut cukup menyulitkan masyarakat dari luar daerah yang hendak berkunjung ke Kampung Baru, bahkan tidak jarang membuat mereka salah arah.

Kepala Dusun Kampung Baru, Sukarman, menjelaskan bahwa warga dari luar wilayah cukup sering mengalami kesulitan ketika mencari akses menuju Kampung Baru, khususnya mereka yang datang dari wilayah Jambuwer dan Kromengan. “Dulu memang sering kesasar, apalagi yang arah ke Kampung Baru. Alhamdulillah sekarang ada bantuan dari anak-anak KKN UMM, bisa kasih petunjuk jadi warga yang dari luar dan punya kepentingan di sini bisa lebih gampang mencapai tujuannya.”

Menurut Sukarman, keberadaan plang nama jalan tidak hanya membantu memberikan petunjuk arah, tetapi juga menjadi sebuah kemajuan bagi lingkungan Kampung Baru. Dengan adanya nama pada jalan dan gang, masyarakat dapat lebih mudah mengenali lokasi yang dituju.

Penamaan jalan dan gang di Kampung Baru sebelumnya telah melalui proses musyawarah bersama masyarakat. Musyawarah tersebut dilakukan melalui kegiatan jamaah tahlil yang melibatkan sebagian besar warga. Masyarakat diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat mengenai nama yang akan digunakan.

Untuk nama ThệTệlan Kampung Baru, nama tersebut merupakan istilah yang telah digunakan masyarakat sejak dahulu. Sementara itu, untuk penamaan gang, masyarakat sempat mempertimbangkan beberapa alternatif, seperti nama bunga, nama pahlawan, dan nama pewayangan. Setelah melalui musyawarah, warga sepakat menggunakan nomor gang agar lebih sederhana dan mudah diingat.

“Kalau nama ThệTệlan itu nama sejak dulu, istilahnya sejak bedah dusun. Untuk nama-nama gang, kemarin ada beberapa alternatif, ada nama bunga, nama pahlawan, nama pewayangan, tapi dari semua yang ikut musyawarah memilih gang nomor saja biar enak,” jelas Sukarman.

Proses Pemasangan Plang nama jalan Kampung Baru

Dari sisi mahasiswa, pemasangan plang dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat terhadap penunjuk arah yang lebih jelas. Salah satu anggota Kelompok 179 KKN UMM, Muhammad Khamdi Masrukhan, menyampaikan bahwa ide kegiatan tersebut berangkat dari kondisi akses jalan di Kampung Baru yang masih membutuhkan penanda.

“Kami melihat bahwa beberapa akses jalan di Kampung Baru belum memiliki penanda yang jelas, sehingga dapat menyulitkan warga maupun pendatang yang baru pertama kali berkunjung. Karena itu, kami berharap pemasangan plang ini bisa membantu mempermudah masyarakat dalam menemukan lokasi dan menjadi fasilitas yang dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa selama menjalankan KKN di Desa Bangelan. Meskipun berupa fasilitas sederhana, keberadaan plang diharapkan dapat memberikan manfaat secara langsung bagi masyarakat.

“Kami senang bisa ikut berkontribusi melalui kegiatan yang sederhana, tetapi manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh warga. Harapannya, plang ini bisa dirawat dan terus dimanfaatkan oleh masyarakat Kampung Baru,” tambahnya.

Pemasangan plang tersebut mendapat respons positif dari masyarakat Kampung Baru. Warga menilai keberadaan papan nama jalan memberikan perubahan yang cukup berarti karena sebelumnya masyarakat dari luar daerah sering mengalami kesulitan dalam menemukan lokasi.

“Ya sangat mendukung sekali, istilahnya seperti ada kemajuan. Gang sudah ada namanya, terus di jalan-jalan juga ada. Sesuatu yang baru dan sangat bermanfaat. Respon warga juga baik, soalnya dulu memang permasalahannya sering ada yang kesasar. Dengan adanya plang jalan ini warga lebih senang,” ungkap Sukarman.

Melalui kegiatan ini, Kelompok 179 KKN UMM berharap plang nama jalan dapat terus dimanfaatkan dan dirawat oleh masyarakat sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Selain membantu mempermudah akses, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk nyata keterlibatan mahasiswa dalam menjawab kebutuhan sederhana yang ada di lingkungan masyarakat.

Sukarman turut menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN UMM atas kontribusi yang diberikan kepada Kampung Baru. Ia berharap mahasiswa yang telah melaksanakan KKN di wilayah tersebut tetap mengingat Kampung Baru meskipun masa pengabdian telah selesai.

“Harapannya kalau anak-anak KKN itu setelah berkunjung ke Kampung Baru, meskipun desanya terpencil, jangan sampai dilupakan. Mohon doa restunya, walaupun Kampung Baru lokasinya di tengah kebun PTPN, bisa lebih maju lagi,” pungkasnya.

Pemasangan plang nama jalan ini diharapkan menjadi salah satu peninggalan sederhana namun bermanfaat dari Kelompok 179 KKN UMM bagi masyarakat Dusun Kampung Baru. Dengan adanya penanda jalan yang lebih jelas, masyarakat maupun pendatang kini dapat lebih mudah mengenali dan menemukan akses menuju wilayah Kampung Baru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *