Prihatin Berbagai Persoalan Bangsa, Ketum LPKAN Indonesia dan Direktur LKHAI Ajak Jamaah Gelar Istighosah Kubro

Sketsamalang.com, SURABAYA – Berbagai persoalan yang membelit bangsa Indonesia, mulai dari tekanan ekonomi, ketidakadilan hukum, kerusakan lingkungan hingga krisis sosial, menjadi keprihatinan Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Pengawas Kinerja Aparatur Negara (DPP LPKAN) Indonesia dan Lembaga Kajian Hukum dan Advokasi Indonesia (LKHAI).

Sebagai bentuk kepedulian sekaligus ikhtiar spiritual, kedua lembaga tersebut mengajak masyarakat menggelar Istighosah Kubro dan Doa Bersama untuk Keselamatan Bangsa dan Negara. Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung Kamis (5/11/2026) pukul 15.00 WIB atau setelah salat Asar itu telah mendapat konfirmasi kehadiran sedikitnya 150 jamaah.

Ketua Umum DPP LPKAN Indonesia, R. Mohammad Ali Zaini, mengatakan kegiatan ini lahir dari keprihatinan terhadap berbagai persoalan yang dinilai semakin membutuhkan perhatian bersama. Menurutnya, upaya memperbaiki kondisi bangsa tidak cukup hanya melalui pengawasan, advokasi, dan gerakan sosial, tetapi juga perlu diiringi ikhtiar spiritual melalui doa kepada Allah SWT.

Ia menyebut sedikitnya ada empat persoalan utama yang menjadi perhatian LPKAN Indonesia dan LKHAI.

Pertama, persoalan ekonomi masyarakat, terutama menurunnya daya beli, kenaikan harga kebutuhan pokok, pemutusan hubungan kerja (PHK), keberlangsungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta beban perpajakan yang dirasakan masyarakat.

Kedua, persoalan penegakan hukum dan keadilan. Kedua lembaga menaruh perhatian terhadap berbagai perkara hukum yang menjadi sorotan publik, dugaan korupsi, mafia tanah, mafia pertambangan, mafia pangan, hingga kejahatan lingkungan. Mereka berharap hukum dapat ditegakkan secara transparan, adil, dan tanpa diskriminasi.

Ketiga, persoalan lingkungan dan bencana ekologis, seperti kebakaran hutan dan lahan, banjir, kekeringan, serta kerusakan lingkungan akibat eksploitasi sumber daya alam yang tidak terkendali.

Keempat, persoalan sosial, moral, dan ketahanan keluarga. Di antaranya penyalahgunaan narkoba, judi daring, pinjaman daring ilegal, kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak, stunting, serta persoalan akses pendidikan dan kesehatan.

“Coba kita jujur, Boss. Mau dibawa ke mana bangsa ini kalau pajak terus mencekik rakyat kecil, sementara korupsi triliunan dibiarkan? Kalau petani dan nelayan menangis karena pupuk langka dan BBM mahal, tetapi mafia-mafia berpesta pora? Kalau hukum bisa dibeli? Kita sudah ikhtiar secara konstitusi, sekarang saatnya kita sujud bersama,” tegas R. Mohammad Ali Zaini dalam keterangan pers di Surabaya, Senin (2/11/2026).

Ia menegaskan, Istighosah Kubro bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk menyadarkan masyarakat bahwa manusia memiliki keterbatasan dalam menghadapi berbagai persoalan. Karena itu, usaha nyata harus disertai doa dan kepasrahan kepada Allah SWT.

“Di flyer kami, logo LPKAN dan LKHAI kami kecilkan, Asma Allah kami besarkan sebesar-besarnya. Karena kami sadar, kami ini kecil, hanya Allah yang Maha Besar yang bisa menyelamatkan bangsa ini,” ungkapnya.

LKHAI Ajak Masyarakat Memohon Pertolongan Allah

Direktur LKHAI, Mohammad Syarifudin Abdillah, menegaskan bahwa doa bersama merupakan bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon pertolongan Allah SWT agar bangsa Indonesia mampu melewati berbagai tantangan.

Ia berharap kegiatan tersebut menjadi ruang kebersamaan masyarakat untuk memohon perlindungan, keberkahan, dan keselamatan bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Ini adalah Istighosah Kubro, memohon pertolongan dengan sekuat-kuatnya. Kita akan berdoa agar Allah SWT mengangkat segala kesulitan ini. Agar pajak yang mencekik rakyat kecil diganti dengan keberkahan rezeki, agar hukum kembali adil, agar para pemimpin diberi hidayah dan amanah, serta agar bangsa ini dijauhkan dari bencana, perpecahan, dan kehancuran,” ujar Mohammad Syarifudin Abdillah.

Dalam persiapan kegiatan tersebut, LKHAI melibatkan sejumlah pengurus, di antaranya Otto, S.H., Andre, S.H., Rouli, S.H., dan Icha, S.E. Keterlibatan jajaran pengurus diharapkan memperkuat koordinasi dan partisipasi masyarakat.

Libatkan Berbagai Elemen Masyarakat

Sementara itu, Ketua OKK DPP LPKAN Indonesia sekaligus Ketua Panitia Pelaksana, Sugiharto, S.E., M.Si., mengatakan antusiasme masyarakat terhadap rencana kegiatan tersebut cukup tinggi.

Hingga Senin (2/11/2026), sedikitnya 150 jamaah dari berbagai kalangan telah mengonfirmasi kehadiran. Mereka berasal dari unsur tokoh agama, kiai, habaib, tokoh masyarakat, advokat, akademisi, mahasiswa, pemuda, buruh, petani, nelayan, hingga ibu-ibu majelis taklim dari berbagai wilayah.

Menurut Sugiharto, keterlibatan berbagai elemen tersebut menunjukkan bahwa kepedulian terhadap keselamatan bangsa merupakan tanggung jawab bersama.

Panitia mengimbau peserta membawa sajadah serta mengenakan pakaian yang sopan, rapi, dan islami.

Melalui Istighosah Kubro ini, LPKAN Indonesia dan LKHAI berharap masyarakat semakin memperkuat persaudaraan, menjaga persatuan, serta meningkatkan kepedulian terhadap berbagai persoalan bangsa.

Kedua lembaga juga menegaskan bahwa doa bersama tidak menggantikan perjuangan melalui jalur konstitusional. Pengawasan, advokasi, kepedulian sosial, dan tindakan nyata tetap diperlukan untuk mendorong terwujudnya keadilan serta kesejahteraan masyarakat.

Istighosah Kubro dan Doa Bersama untuk Keselamatan Bangsa dan Negara tersebut dijadwalkan berlangsung Kamis (5/11/2026), pukul 15.00 WIB setelah salat Asar, dengan penyelenggara DPP LPKAN Indonesia bersama LKHAI.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *