Cegah Perundungan dan Kekerasan, MAN 2 Kota Malang Perkuat Program Madrasah Ramah Anak

Sketsamalang.com, MADURA– MAN 2 Kota Malang memperkuat komitmen mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Sosialisasi Madrasah Ramah Anak (MRA) yang digelar di Minihall MAN 2 Kota Malang, Selasa (3/11/2026).

Kegiatan ini dihadiri Kepala MAN 2 Kota Malang Dr. H. Samsudin, M.Pd., Kepala Tata Usaha H. Sugeng Winarto, S.Pd.I., M.Pd., serta unsur pengelola dan struktur organisasi Madrasah Ramah Anak. Dalam struktur organisasi tersebut, Dr. Gunawan, M.A. dipercaya sebagai Ketua MRA MAN 2 Kota Malang.

Sosialisasi ini mengacu pada Pedoman Satuan Pendidikan Ramah Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) Tahun 2024. Kegiatan tersebut menjadi langkah strategis untuk membangun pemahaman bersama mengenai pemenuhan hak anak dan perlindungan peserta didik di lingkungan madrasah.

Kepala MAN 2 Kota Malang, Dr. H. Samsudin, M.Pd., menegaskan bahwa Madrasah Ramah Anak bukan sekadar slogan maupun pemenuhan administrasi. Lebih dari itu, MRA harus menjadi budaya yang diterapkan dalam seluruh aktivitas pendidikan.

“Madrasah Ramah Anak bukan sekadar slogan maupun pemenuhan administrasi, tetapi harus menjadi budaya dalam seluruh aktivitas pendidikan di MAN 2 Kota Malang. Kita ingin memastikan setiap murid merasa aman, nyaman, dihargai, dan terlindungi. Tidak boleh ada perundungan, kekerasan, diskriminasi, maupun perlakuan yang merendahkan martabat anak,” ungkapnya.

Ia berharap seluruh guru, tenaga kependidikan, pengelola Ma’had, dan warga madrasah memiliki komitmen yang sama dalam mendidik dengan keteladanan dan kasih sayang serta mengedepankan kepentingan terbaik bagi murid.

Menurut Samsudin, MAN 2 Kota Malang harus mampu menjadi rumah kedua yang aman, nyaman, menyenangkan, dan membahagiakan bagi seluruh peserta didik.

Libatkan Seluruh Unsur Madrasah

Ketua MRA MAN 2 Kota Malang, Dr. Gunawan, M.A., menjelaskan bahwa sosialisasi tersebut merupakan langkah awal membangun pemahaman sekaligus komitmen seluruh warga madrasah dalam mewujudkan perlindungan anak.

“Melalui sosialisasi Madrasah Ramah Anak ini, kami ingin membangun pemahaman dan komitmen bersama seluruh warga MAN 2 Kota Malang bahwa perlindungan anak merupakan tanggung jawab kita bersama. Tim MRA akan bekerja secara terkoordinasi dengan melibatkan seluruh unsur madrasah, mulai dari pimpinan, guru, tenaga kependidikan, BK, kesiswaan, sarana prasarana, Ma’had Al Qalam, hingga partisipasi murid dan orang tua,” jelasnya.

Dalam pemaparannya, Gunawan juga menjelaskan tahapan penyelenggaraan Satuan Pendidikan Ramah Anak melalui pendekatan T3MU MESRA, yakni MAU, MAMPU, dan MAJU.

Tahap MAU merupakan bentuk komitmen dan kesiapan madrasah untuk menyelenggarakan Satuan Pendidikan Ramah Anak. Selanjutnya, tahap MAMPU diarahkan pada penguatan kapasitas dan pelaksanaan enam komponen Madrasah Ramah Anak.

Sementara itu, tahap MAJU berfokus pada pemenuhan standardisasi, peningkatan kualitas, serta pengimbasan praktik baik kepada satuan pendidikan lainnya.

“Tahapan T3MU MESRA menjadi panduan bagi kita dalam membangun Madrasah Ramah Anak secara bertahap dan berkelanjutan. Tahap MAU merupakan komitmen dan kesiapan madrasah untuk menyelenggarakan SRA. Tahap MAMPU merupakan penguatan kapasitas dan pelaksanaan enam komponen Madrasah Ramah Anak. Selanjutnya, tahap MAJU diarahkan pada pemenuhan standardisasi, peningkatan kualitas, serta pengimbasan praktik baik kepada satuan pendidikan lainnya,” paparnya.

Enam Komponen Madrasah Ramah Anak

Dalam sosialisasi tersebut, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai enam komponen utama Satuan Pendidikan Ramah Anak.

Keenam komponen itu meliputi kebijakan Madrasah Ramah Anak, peningkatan kapasitas pendidik dan tenaga kependidikan, proses pembelajaran ramah anak, sarana dan prasarana ramah anak, partisipasi murid, serta partisipasi orang tua, masyarakat, dunia usaha, dan para pemangku kepentingan.

Implementasi MRA tidak hanya diterapkan dalam kegiatan pembelajaran, tetapi juga mencakup lingkungan Ma’had Al Qalam, kegiatan ekstrakurikuler, pelayanan, hingga seluruh aktivitas murid di lingkungan MAN 2 Kota Malang.

Sebagai tindak lanjut sosialisasi, madrasah akan menyusun program kerja, memperkuat kebijakan dan standar operasional prosedur (SOP), melakukan pemetaan lingkungan madrasah, serta melaksanakan monitoring dan evaluasi secara berkala.

Gunawan berharap program tersebut tidak berhenti pada pembentukan tim maupun penyusunan dokumen administrasi, tetapi benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan madrasah.

“Harapannya, MRA tidak berhenti pada pembentukan tim dan dokumen, tetapi benar-benar terimplementasi dalam keseharian madrasah sehingga setiap murid merasa aman, nyaman, dihargai, dan terlindungi. Keberhasilan Madrasah Ramah Anak bukan hanya tanggung jawab tim MRA, tetapi merupakan komitmen dan gerakan seluruh keluarga besar MAN 2 Kota Malang,” tambahnya.

Melalui program ini, MAN 2 Kota Malang berharap semakin terbangun kesadaran bersama bahwa setiap murid memiliki hak mendapatkan perlindungan, penghargaan, kesempatan berpartisipasi, serta pelayanan pendidikan yang berkualitas.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *