Sketsamalang.com, MALANG – Komitmen membumikan Al-Qur’an melalui pembelajaran yang inklusif terus diperkuat Yayasan Sabilillah Malang. Melalui program Madrasatul Qur’an Sabilillah (MQS), masyarakat dari berbagai kalangan, khususnya pemula dan lanjut usia (lansia), mendapatkan kesempatan untuk belajar, memperbaiki bacaan, hingga menghafal Al-Qur’an.
Setelah berjalan selama lima tahun sejak 2021, program tersebut kembali mencatatkan capaian melalui prosesi Khotaman Al-Qur’an, Tahsin, dan Tahfidz MQS Angkatan V. Kegiatan yang diikuti sekitar 40 santri tersebut berlangsung di Auditorium KH. Masjkur Lantai II, Yayasan Sabilillah, Jalan Ahmad Yani Nomor 15, Blimbing, Kota Malang, Minggu (1/11/2026).
Prosesi kelulusan ini menjadi bentuk apresiasi atas kesungguhan para peserta dalam menyelesaikan tahapan pembelajaran Al-Qur’an. Menariknya, para santri berasal dari latar belakang yang beragam, mulai dari kalangan aghniya, pensiunan TNI-Polri, pengusaha, hingga jamaah umum.
Ketua Yayasan Sabilillah Bidang III, Prof. Dr. H. M. Mas’ud Said, MM., Ph.D., menjelaskan bahwa penguatan pembelajaran Al-Qur’an bagi masyarakat yang belum memiliki kemampuan membaca dengan baik merupakan salah satu layanan LAZIS Sabilillah.
Menurutnya, program MQS dirancang agar pembelajaran Al-Qur’an dapat diakses oleh siapa saja, termasuk masyarakat yang baru memulai belajar maupun mereka yang telah memasuki usia lanjut.
“Salah satu layanan LAZIS Sabilillah ialah menguatkan pembelajaran Al-Qur’an bagi pemula dan lansia. Program ini sudah berjalan lima tahun, sejak 2021,” ungkap Prof. Mas’ud.
Ia menegaskan, belajar Al-Qur’an tidak dibatasi usia maupun latar belakang sosial. Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk memperbaiki bacaan, memahami kaidah membaca Al-Qur’an, serta meningkatkan kedekatan dengan Kalam Allah.
Melalui MQS, peserta mendapatkan pendampingan pembelajaran yang mencakup tahsin untuk memperbaiki kualitas bacaan dan tahfidz untuk meningkatkan kemampuan menghafal Al-Qur’an.
Dihadiri Pengurus Yayasan dan Pembina MQS
Prosesi Khotaman Al-Qur’an, Tahsin, dan Tahfidz Angkatan V turut dihadiri sejumlah tokoh dan pengelola Yayasan Sabilillah. Di antaranya Ketua Yayasan Sabilillah Bidang III Prof. Dr. H. M. Mas’ud Said, MM., Ph.D., Sekretaris Dewan Pembina Yayasan Sabilillah H. M. Ishom Ichsan, Direktur MQS KH. M. Anas Bashori, serta Kepala Madrasatul Qur’an Sabilillah Ustadz Sulaiman, AP.
Dalam kesempatan tersebut, Abd. Adzim Irsyad menyampaikan sambutan mewakili Ketua LAZIS Sabilillah. Kehadirannya menjadi bagian dari dukungan lembaga terhadap penguatan pembelajaran Al-Qur’an bagi masyarakat dari berbagai kelompok usia dan latar belakang.
Sementara itu, KH. M. Anas Bashori Alwi selaku Pembina Madrasatul Qur’an Sabilillah menyampaikan doa, kesan, dan pesan kepada para santri. Ia memberikan penguatan agar para peserta tidak berhenti belajar setelah menyelesaikan tahapan pendidikan di MQS serta senantiasa menjaga kedekatan dengan Al-Qur’an.
Kemampuan Santri Diuji Melalui Imtihan
Rangkaian kegiatan dimulai pukul 07.30 WIB dengan pembukaan, dilanjutkan Khotmul Qur’an, pembacaan surat-surat pendek, hingga doa khataman.
Setelah sambutan Kepala Madrasatul Qur’an Sabilillah Ustadz Sulaiman, AP., acara dilanjutkan dengan imtihan santri tahfidz dan tahsin. Kegiatan ini menjadi bentuk uji publik untuk menunjukkan kemampuan peserta setelah mengikuti proses pembelajaran.
Melalui imtihan tersebut, para santri mendapatkan kesempatan memperlihatkan hasil pembinaan yang telah dijalani. Selain menjadi bagian dari evaluasi pembelajaran, kegiatan ini juga menjadi bentuk pertanggungjawaban atas proses pendidikan Al-Qur’an yang diselenggarakan MQS.
Acara kemudian dilanjutkan dengan testimoni santri, sambutan Ketua Yayasan Sabilillah Bidang III Prof. Dr. H. M. Mas’ud Said, serta sambutan Sekretaris Dewan Pembina Yayasan Sabilillah H. M. Ishom Ichsan.
Berikutnya, Abd. Adzim Irsyad menyampaikan sambutan mewakili Ketua LAZIS Sabilillah. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan doa serta penyampaian kesan dan pesan oleh KH. M. Anas Bashori Alwi selaku Pembina Madrasatul Qur’an Sabilillah.
Sebagai penanda keberhasilan menyelesaikan tahapan pembelajaran, kegiatan ditutup dengan penyerahan sertifikat tahfidz dan tahsin kepada para santri, kemudian doa penutup.
Bukan Sekadar Kelulusan, tetapi Perjalanan Mendekatkan Diri kepada Al-Qur’an
Keberagaman latar belakang peserta menjadi gambaran bahwa kesempatan belajar Al-Qur’an terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat. Tidak hanya generasi muda, tetapi juga mereka yang telah memasuki masa pensiun dan baru memiliki kesempatan untuk memperdalam kemampuan membaca Al-Qur’an.
Konsistensi program MQS selama lima tahun menunjukkan upaya Yayasan Sabilillah Malang dalam menyediakan ruang pembelajaran Al-Qur’an yang terarah dan berkelanjutan.
Kelulusan 40 santri Angkatan V pun bukan sekadar seremoni penyerahan sertifikat. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi penanda kesungguhan dan perjalanan para peserta dalam memperbaiki bacaan, menghafal, serta meningkatkan kedekatan dengan Al-Qur’an.
Melalui program ini, MQS Sabilillah diharapkan terus berkontribusi dalam memperkuat literasi Al-Qur’an di tengah masyarakat sekaligus memperluas akses pembelajaran keagamaan yang inklusif bagi semua kalangan.







