Malas Olahraga Karena Sibuk? Trik Intens Singkat Ini Boleh Dicoba!

Sketsamalang.com – Banyak orang ingin berolahraga lebih rutin. Sayangnya, jadwal padat sering kali menjadi penghalang. Meluangkan waktu beberapa jam setiap minggu untuk kebugaran terasa sulit dilakukan ketika harus menghadapi kesibukan pekerjaan, keluarga, dan aktivitas lainnya secara berbarengan.

Studi terbaru menunjukkan bahwa seseorang mungkin tidak membutuhkan sebanyak yang dipikirkan untuk meningkatkan kesehatan, asalkan aktivitasnya cukup intens. Studi ini dipublikasikan oleh para peneliti di Norwegian University of Science and Technology (NTNU) serta Cardiac Exercise Research Group (CERG).

Penelitian mereka didasarkan pada lebih dari dua dekade riset dan studi populasi besar. Para peneliti berpendapat bahwa sesi singkat aktivitas berat dapat memberikan manfaat kesehatan yang berarti dan lebih mudah disesuaikan dengan kehidupan sehari-hari.

Pedoman kesehatan saat ini merekomendasikan setidaknya 150 menit olahraga sedang setiap minggu, dengan 300 menit memberikan manfaat lebih besar.

Meski rekomendasi ini penting, banyak orang dewasa kesulitan mencapainya karena keterbatasan waktu.

Menurut para peneliti, sekitar 30 menit olahraga intensitas tinggi yang tersebar dalam seminggu juga dapat meningkatkan kesehatan bagi banyak orang. Olahraga intensitas tinggi berarti beraktivitas hingga napas terengah-engah. Bagi pengguna monitor detak jantung, targetnya sekitar 85 persen dari detak jantung maksimal.

Cara sederhana menilai intensitas ini adalah dengan tes berbicara. Seseorang yang melakukannya bisa saja hanya mampu mengucapkan beberapa kata. Akan tetapi sulit untuk berbicara panjang atau bernyanyi.

Profesor Ulrik Wisløff menjelaskan bahwa kurangnya waktu menjadi salah satu alasan utama orang menghindari olahraga. Sesi singkat dan berat dapat menghilangkan hambatan tersebut. Peningkatan kebugaran kardiovaskular sangat penting karena merupakan salah satu tanda terkuat kesehatan di masa depan dan terkait dengan penurunan risiko lebih dari 30 penyakit kronis.

Penelitian CERG sebelumnya yang melibatkan sekitar 60.000 orang menemukan bahwa kebugaran kardiovaskular yang lebih baik berhubungan dengan penurunan risiko kematian dini sebesar 40 hingga 50 persen.

Baca Juga:

Usia Produktif Rentan Alami Obesitas, Begini Penjelasan Dokter

Studi lebih baru dari Norwegia dan negara lain melaporkan hasil serupa. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kebugaran, meski kecil, dapat memberikan manfaat kesehatan jangka panjang.

Para peneliti merekomendasikan menjalaninya selama beberapa hari, bukan melakukan satu sesi panjang dalam seminggu. Manfaat olahraga berat terhadap tekanan darah dan gula darah dapat bertahan satu hingga dua hari. Karena itu, berolahraga dua hingga empat kali seminggu dapat membantu mempertahankan efek positif tersebut.

Intensitas tinggi tidak berarti semua orang harus berlari sprint atau melakukan latihan sulit. Tingkat yang tepat bergantung pada kebugaran individu. Bagi sebagian orang, berjalan cepat menanjak sudah cukup membuat napas terengah. Lainnya mungkin memilih latihan interval, seperti 20 atau 45 detik aktivitas diikuti periode pemulihan singkat.

Tim peneliti juga memperkenalkan pengukuran baru bernama Activity Quotient (AQ) yang berfokus pada intensitas detak jantung, bukan sekadar menghitung langkah atau durasi.

Studi mereka menunjukkan bahwa orang yang mencapai setidaknya 25 poin AQ setiap minggu memiliki risiko lebih rendah terhadap penyakit terkait gaya hidup. Sedangkan manfaat lebih besar terlihat pada 100 poin atau lebih.

Penelitian ini merangkum banyak studi dalam populasi besar. Sehingga respons masing-masing individu dapat berbeda.

Hanya saja, orang dengan penyakit jantung atau kondisi medis lain tetap disarankan berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai olahraga dengan intensitas tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *