Sketsamalang.com, Kota Malang – Koperasi Setia Budi Wanita (SBW) Jawa Timur terus melakukan ekspansi usaha dengan merambah sektor layanan kesehatan. Langkah tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Klinik BPJS Kesehatan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan Klinik Kecantikan di kompleks kantor SBW, Jalan Teluk Etna, Kota Malang.
Fasilitas kesehatan tersebut akan memanfaatkan bangunan yang sebelumnya digunakan sebagai gudang dan ruang arsip koperasi. Setelah melalui evaluasi, bangunan tersebut dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi unit usaha yang memberikan manfaat lebih besar bagi anggota maupun masyarakat.
Ketua Koperasi Setia Budi Wanita Jawa Timur, Dr. Sri Untari Bisowarno, M.AP., mengatakan pembangunan klinik merupakan tindak lanjut dari keputusan Rapat Anggota Rencana Kerja (RARK) Koperasi SBW yang digelar pada November tahun lalu.
“Hari ini kita melaksanakan peletakan batu pertama untuk pengembangan usaha SBW di bidang kesehatan, yaitu Klinik BPJS dan Klinik Kecantikan. Baru bisa dilaksanakan sekarang karena sebelumnya kami harus melengkapi seluruh persyaratan administrasi serta memilih waktu yang baik setelah bulan Suro,” ujar Sri Untari, Kamis (23/72026).
Ia menjelaskan, proses pembangunan ditargetkan selesai pada akhir Desember 2026. Peresmian atau grand launching dijadwalkan bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Koperasi SBW pada 30 Desember 2026.
Sebelum peresmian, SBW juga akan melakukan soft launching agar pelayanan kesehatan dapat mulai beroperasi secara bertahap sembari menyelesaikan proses akhir pembangunan.

Menurut Sri Untari, unit layanan kesehatan tersebut menjadi unit bisnis keenam yang dimiliki Koperasi SBW. Sebelumnya, koperasi berbasis sistem tanggung renteng itu telah mengelola unit Simpan Pinjam, Toko/Ritel, Kavling Tanah, Kafe, serta Transportasi dan Rental Mobil.
Dalam operasionalnya nanti, SBW akan memanfaatkan sumber daya internal yang dimiliki anggotanya, termasuk dokter umum dan dokter gigi. Sementara untuk Klinik Kecantikan, koperasi akan bekerja sama dengan praktisi estetika medis dan tenaga medis yang memiliki sertifikasi kompetensi di bidang tersebut.
“Layanan ini terbuka untuk masyarakat umum. Namun bagi anggota SBW, setiap transaksi di seluruh unit usaha, mulai dari klinik, toko hingga rental mobil, akan tercatat sebagai aktivitas usaha yang manfaatnya dikembalikan dalam bentuk Sisa Hasil Usaha (SHU),” jelasnya.
Selain memperluas lini usaha, kinerja bisnis Koperasi SBW sepanjang semester pertama 2026 juga menunjukkan tren yang menggembirakan. Sri Untari menyebut capaian omzet koperasi terus meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
“Alhamdulillah, seluruh unit usaha berjalan dengan baik. Jika pada 2025 realisasi target omzet mencapai 84 persen, maka pada semester pertama 2026 sudah mencapai 96 persen. Kami optimistis target yang tersisa dapat terlampaui hingga akhir tahun,” pungkas legislator asal Malang Raya tersebut.






