Sketsamalang.com, MALANG – Tim Kehutanan Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan (FBiPK) Universitas Brawijaya (UB) turut memetakan potensi biodiversitas flora, hidrologi, hingga hasil hutan bukan kayu (HHBK) dalam ekspedisi ilmiah internasional di Perlis, Malaysia.
Ekspedisi bertajuk The Scientific Expedition on Forest Biodiversity of Bukit Papan Forest Reserve and Southern Kurong Batang Forest Reserve itu berlangsung pada 16–21 Agustus 2026 dan diselenggarakan oleh Universiti Putra Malaysia (UPM).
Kegiatan tersebut mempertemukan lebih dari 100 peserta dari empat negara, yakni Malaysia, Indonesia, Filipina, dan Jepang. Peserta berasal dari kalangan akademisi, peneliti, mahasiswa, lembaga pemerintah bidang kehutanan, organisasi konservasi, hingga komunitas pemerhati lingkungan.
Dari Indonesia, FBiPK UB menjadi salah satu perwakilan internasional yang berkontribusi dalam kajian biodiversitas hutan.
Delegasi UB terdiri atas tiga dosen Program Studi Kehutanan, yakni Rizki Maulana Ishaq, S.P., M.P.; Arif Delviawan, S.Hut., M.Agr., Ph.D.; serta Dr. Yulia Amirul Fata, S.T., M.Si.
Selain itu, ekspedisi juga diikuti dua mahasiswa Doktor Ilmu Pertanian, Avi Qurvanda, S.Hut., M.P. dan Arega Dwi Putra, S.Hut., M.P. Keduanya merupakan alumni Program Studi S1 Kehutanan UB.

Petakan Flora, Hidrologi, hingga HHBK
Dalam ekspedisi tersebut, Tim UB mengusung penelitian bertema “Potensi Hutan Simpan Bukit Papan dan Kurong Batang Selatan, Perlis untuk Biodiversitas Flora, Hidrologi, dan Hasil Hutan Bukan Kayu.”
Kajian tersebut menitikberatkan pada identifikasi keanekaragaman vegetasi, karakteristik sumber daya air, serta potensi pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) secara berkelanjutan.
Eksplorasi dilakukan melalui sejumlah jalur pengamatan, yakni Trail 10, Trail 3, Trail 8, dan Trail 1.
Tim melakukan inventarisasi berbagai jenis tumbuhan sekaligus mengukur struktur vegetasi, meliputi diameter batang, tinggi pohon, jumlah individu, dan tutupan kanopi. Pengukuran tersebut dilakukan untuk menggambarkan kondisi ekosistem hutan di kawasan yang diamati.
Selain flora, tim juga meneliti sumber air dan karakteristik hidrologi kawasan karst. Pengukuran kualitas air dilakukan di sejumlah titik menggunakan parameter fisika-kimia, antara lain tingkat keasaman atau pH, electrical conductivity (EC), suhu air, oxidation-reduction potential* (ORP), dan dissolved oxygen (DO).
Hasil inventarisasi menunjukkan adanya variasi komposisi tumbuhan pada sejumlah tipe habitat. Tim FBiPK UB mengidentifikasi berbagai spesies vegetasi di kawasan agroforestri, hutan dataran tinggi, hutan basah, hutan rawa, hingga kawasan di sekitar danau.
Perbedaan tersebut menunjukkan karakter ekologis yang beragam pada setiap habitat.
Sementara itu, penelitian mengenai hasil hutan bukan kayu menghasilkan basis data sebanyak 201 rekaman perjumpaan. Data tersebut mencakup 57 taksa unik dari 28 famili yang selanjutnya dianalisis berdasarkan potensi pemanfaatannya secara berkelanjutan.
Ruang Pertukaran Pengetahuan Antarnegara
Ekspedisi tidak hanya diisi kegiatan eksplorasi lapangan. Para peserta juga mengikuti sesi presentasi dan diskusi ilmiah untuk memaparkan hasil pengamatan serta bertukar perspektif mengenai biodiversitas, metode penelitian, dan pengelolaan ekosistem hutan.
Ketua pelaksana ekspedisi, Dr. Razak, menyampaikan bahwa kegiatan selama enam hari tersebut menghasilkan beragam temuan biodiversitas. Secara keseluruhan, ekspedisi mencatat sekitar 16 spesies mamalia, 60 spesies burung, 70 spesies kupu-kupu, dan 25 herpetofauna.
“Selain fauna, peserta juga mendokumentasikan berbagai kelompok flora, seperti tumbuhan berkayu, anggrek, paku-pakuan, dan tumbuhan panjat,” ungkapnya.
Perwakilan Tim Kehutanan FBiPK UB, Dr. Yulia Amirul Fata, S.T., M.Si., menilai kegiatan tersebut menjadi wadah penting untuk memperkuat kolaborasi penelitian lintas negara.
“Ekspedisi saintifik ini tidak hanya menjadi kegiatan eksplorasi biodiversitas, tetapi juga menjadi platform kolaborasi internasional untuk memperkuat pertukaran pengetahuan, membangun jejaring penelitian, serta menghasilkan data ilmiah yang dapat mendukung konservasi dan pengelolaan ekosistem hutan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Perkuat Internasionalisasi Riset Kehutanan UB
Keikutsertaan FBiPK UB dalam ekspedisi internasional tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring akademik dan penelitian global, khususnya di bidang biodiversitas hutan, ekologi, konservasi, dan pengelolaan sumber daya hutan berkelanjutan.
Sebagai tindak lanjut, hasil ekspedisi direncanakan dikembangkan melalui seminar ilmiah internasional, penyusunan prosiding, serta peluang publikasi ilmiah bersama antarpeneliti.
Langkah ini diharapkan semakin memperkuat kontribusi FBiPK UB dalam pengembangan ilmu kehutanan dan konservasi biodiversitas di tingkat internasional. #UniversitasBrawijaya_SDG8, #UniversitasBrawijaya_SDG17.







