Sketsamalang.com – Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Dr. Sri Untari Bisowarno, M.AP., menyerap berbagai aspirasi masyarakat dalam kegiatan Reses Masa Sidang III yang digelar bersama sejumlah komunitas koperasi wanita di Malang Raya, Senin (27/7/2026).
Selain membahas penguatan ekonomi kerakyatan, forum tersebut juga mengangkat persoalan perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) serta akses informasi pendidikan tinggi.
Kegiatan reses dihadiri perwakilan Koperasi Wanita (Kopwan) Puswanjati, Setia Budi Wanita (SBW), Askomara, hingga Pusat Koperasi Wanita Jawa Timur. Dalam dialog tersebut, para peserta menyampaikan sejumlah persoalan yang dinilai membutuhkan perhatian pemerintah.
Salah satu aspirasi yang mengemuka adalah perlindungan bagi generasi muda yang bekerja di luar negeri sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI), khususnya di negara tujuan seperti Australia. Masyarakat berharap pemerintah memberikan pendampingan yang lebih optimal, baik dalam aspek hukum maupun jaminan keselamatan bagi para pekerja migran.
“Masyarakat berharap pemerintah hadir secara aktif memberikan perlindungan hukum dan jaminan keselamatan yang memadai bagi anak-anak muda kita yang berjuang mencari nafkah di luar negeri,” ujar Sri Untari menyampaikan aspirasi yang diterimanya dari konstituen.

Selain isu ketenagakerjaan, sektor pendidikan juga menjadi perhatian peserta reses. Sejumlah orang tua mengaku masih mengalami kesulitan memperoleh informasi terkait mekanisme seleksi masuk perguruan tinggi negeri, seperti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).
Mereka menilai sosialisasi mengenai jalur penerimaan mahasiswa baru belum dilakukan secara merata sehingga masih banyak orang tua dan calon mahasiswa yang belum memahami prosedur maupun tahapan seleksi.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Sri Untari menegaskan komitmennya untuk membawa seluruh aspirasi masyarakat ke tingkat Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar dapat ditindaklanjuti oleh organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi terkait.
Menurutnya, hasil reses merupakan bagian penting dalam penyusunan kebijakan yang berpihak kepada kebutuhan masyarakat, baik di bidang ekonomi, ketenagakerjaan, maupun pendidikan.
“Seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat akan kami perjuangkan agar mendapat perhatian dan tindak lanjut dari dinas serta instansi terkait di tingkat Provinsi Jawa Timur,” tegasnya.
Sri Untari berharap sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga persoalan perlindungan pekerja migran maupun pemerataan informasi pendidikan dapat ditangani secara lebih optimal.






