Sketsamalang.com, MALANG – Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB), Prof. dr. Mohammad Saifur Rohman, Sp.JP(K), Ph.D., memperkenalkan De-Teko, sebuah inovasi minuman fungsional yang memadukan teh hijau dan kopi hijau untuk menjaga kesehatan jantung serta mengatasi sindrom metabolik.
Sosok yang akrab disapa Prof. Saifur itu menjelaskan bahwa ide pembuatan De-Teko sudah diinisiasi sejak 12 tahun yang lalu. Langkah ini bermula dari keinginannya untuk menghadirkan pilihan minuman sehat bagi masyarakat di tengah maraknya tren minuman berbasis teh dan kopi modern.
“Konsep awal De-Teko adalah mengembangkan minuman fungsional yang disukai masyarakat. Minuman ini diproyeksikan menjadi terapi tambahan di samping obat-obatan medis, terutama bagi pasien yang mengidap sindrom metabolik,” papar Prof. Saifur.

Sebagai informasi, sindrom metabolik merupakan kumpulan gangguan kesehatan yang terjadi secara bersamaan. Kondisi ini meliputi obesitas sentral (perut buncit), tekanan darah tinggi (hipertensi), gula darah tinggi, kadar trigliserida tinggi, dan rendahnya kolesterol baik (HDL).
Formula Aman: Melalui Proses Dekafeinasi
Menurut Prof. Saifur, sindrom metabolik memerlukan perhatian serius karena jumlah penderitanya terus meningkat. Jika dibiarkan, kondisi ini berisiko fatal dan memicu lonjakan kasus penyakit jantung.
Sebagai dokter spesialis jantung, ia berharap dengan konsumsi De-Teko dua kali sehari dapat menjadi langkah preventif yang efektif. Produk ini telah teruji klinis mampu membantu menurunkan Tekanan darah (tensi), Obesitas (kegemukan), Kadar kolesterol serta risiko serangan jantung di masa depan.
Keunggulan utama De-Teko terletak pada proses dekafeinasi (penurunan kadar kafein) pada teh hijau dan kopi hijau yang digunakan. Proses ini krusial karena kadar kafein yang terlalu tinggi dapat memicu jantung berdebar atau palpitasi. Bagi penderita penyakit jantung, palpitasi bisa berdampak fatal seperti sesak napas, serangan jantung, hingga pingsan. Melalui proses ini, efek samping kafein berhasil ditekan tanpa merusak kandungan dan manfaat asli kedua bahan tersebut.
Didukung Puluhan Jurnal Internasional dan Siap Hilirisasi
Inovasi ini bukan sekadar tren, melainkan produk berbasis riset kuat (evidence-based). Pengembangan De-Teko selama 12 tahun telah didukung oleh rekam jejak akademis yang solid.
“Kami menerbitkan sedikitnya tiga jurnal internasional setiap tahun. Artinya, pengembangan Deteko selama dua belas tahun ini telah menghasilkan 36 publikasi ilmiah internasional. Produk ini benar-benar terbukti secara ilmiah,” tegasnya.
Saat ini, produk tersebut telah memperoleh izin dari Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT). Izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga ditargetkan untuk didapatkan. Namun, untuk melakukan hal tersebut, Prof Saifur membutuhkan kolaborasi bersama penghasil teh atau kopi dan juga pihak untuk memasarkannya secara lebih luas.
“Harapannya ada kerja sama, hilirisasi dengan pabrik-pabrik, dan kami juga ingin membuat kedai,” pungkasnya.






