Sketsamalang.com – Paguyuban Ojek Online (Ojol) Malang Online Bersatu (MOB), mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Malang agar bisa membuat aplikasi transportasi online lokal sendiri. Hal ini disampaikan para driver ojek online (Ojol) saat berdiskusi dengan Anggota Komisi C DPRD Kota Malang, Arief Wahyudi, Kamis (26/6/2025) malam.
Dalam pertemuan tersebut, Arief Wahyudi menilai, bukan hal yang sulit bagi Pemkot Malang untuk membuat aplikasi transportasi online lokal. Karena Kota Malang infrastrukturnya sudah ada dan mempunyai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Tugu Aneka Usaha yang salah satu core bisnisnya adalah transportasi.
“Sebetulnya ini untuk pelayanan masyarakat. Kita buat saja tarif bagi penumpang lebih rendah daripada aplikasi yang sudah ada. Tapi nanti yang diterima oleh driver itu lebih besar. ,” ucapnya.
Artinya pemerintah ini betul-betul tujuan utamanya adalah mensejahterakan kehidupan masyarakat bisa mulai dirintis. Dimulai dari masyarakat yang selama ini bergerak di ojek online.
Menurut Arief, kalau aplikasi transportasi online lokal ini bisa terwujud, akan sangat luar biasa. Ia juga akan mengajak Perguruan tinggi untuk ikut serta di sini. Termasuk Pak RT Pak RW dan Pak Lurah semuanya bergerak untuk Kota Malang.
“Kalau ini bisa dibuat aplikasi lokal, saya kira masyarakat bisa menikmati dan para driver juga akan menikmati tambahan dari penghasilannya. Kita tidak ingin mematikan aplikasi transportasi online yang sudah ada, tapi ayo kita bersaing secara sehat,” tegasnya.

Ekosistem Driver Online Sudah Terbentuk
Terlebih, lanjut Arief, saat ini ekosistem driver online sudah terbentuk. Sehingga akan lebih mudah jika nantinya aplikasi ini jadi, bisa langsung melibatkan paguyuban-paguyuban driver online.
“Tidak perlu susah-susah mencari driver. Karena ekosistem driver online sudah terbentuk. Jumlahnya ribuan,” ungkapnya.
Namun demikian, Arief mengaku tidak bisa bekerja sendiri. Ia akan meminta teman-teman dari partai dan fraksi lain juga ikut memberikan dukungan, terutama dari Wali Kota Malang.
“Maka saya meminta kepada Wali Kota, ayo bareng-bareng mumpung jadi pejabat. Kita manfaatkan jabatan ini sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat,” tandasnya.
Alasan Dorong Pemkot Malang Bikin Aplikasi Transportasi Online Lokal
Sementara itu, Ketua Paguyuban Malang Online Bersatu (MOB), Guruh mengaku, keinginan agar Kota Malang ini bisa memiliki aplikasi transportasi online sendiri. Karena didorong kondisi driver ojol yang saat ini harus menerima potongan 20 persen, bahkan lebih.
“Karena saat ini driver online yang mengikuti beberapa aplikasi yang sudah ada. itu menurut teman-teman kurang sejahtera, terutama terkait potongan dan regulasi,” sebutnya.
Hingga saat ini, jumlah driver untuk roda dua kurang lebih bisa mencapai 30 ribu orang. Tapi memang mungkin hanya 20 ribu yang bisa dikatakan aktif jalan di lapangan, yang lain hanya sebagai sambilan.
“Harapan kami kepada Pak Arief dari Komisi C DPRD Kota Malang ini bisa mendukung kami dan bekerjasama untuk menciptakan sesuatu yang baik untuk kesejahteraan driver online,” ucapnya.
Senada, salah satu driver online, Sugianto mengaku telah berjuang mulai tahun 2017, dengan melakukan aksi turun ke jalan, hearing dengan DPRD dan Wali Kota Malang untuk menekan agar potongan dari aplikator, tapi tetap tidak berhasil.
“Karena itu kami berharap kepada pemerintah Kota Malang untuk membuatkan aplikasi sendiri. Karena yang menjadi driver adalah masyarakat masyarakat Malang, dan yang menjadi penumpangnya juga masyarakat Indonesia. Malang,” urainya.
“Jadi tarif penumpang diturunkan, penghasilan driver meningkat. Penumpang tidak terlalu berat, driver juga ada penghasilan yang dibawa pulang,” pungkasnya.






