Sensasi Belanja Tempo Dulu di Pasar Wisata Boonpring dengan Keunikan “Duwek Boon”

Oleh: Jihan Khoridatul Aini Putri (Mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi, Fisip, Universitas Merdeka Malang)

Sketsamalang.com – Pasar Wisata Boonpring yang berada di Desa Sanankerto, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, menghadirkan pengalaman berbelanja yang berbeda dari pasar pada umumnya. Mengusung konsep transaksi tempo dulu, pasar ini menggunakan alat tukar khusus bernama “Duwek Boon”, yang menjadi ciri khas sekaligus daya tarik utama bagi para pengunjung.

Duwek Boon merupakan mata uang tradisional yang digunakan secara khusus di area Pasar Wisata Boonpring. Pengunjung yang datang terlebih dahulu menukarkan uang rupiah dengan Duwek Boon, kemudian menggunakannya untuk berbelanja berbagai jajanan khas serta produk UMKM lokal yang tersedia di pasar. Konsep ini tidak hanya menghadirkan suasana belanja yang unik, tetapi juga mengajak wisatawan merasakan kembali nuansa pasar tradisional yang sarat nilai budaya.

Duwek Boon untuk belanja di Pasar Wisata Boonpring

 

Keberadaan Pasar Wisata Boonpring menjadi bagian dari pengembangan wisata berbasis budaya dan kearifan lokal. Aktivitas jual beli berlangsung di tengah lingkungan hutan bambu yang asri, menciptakan suasana yang sejuk dan nyaman. Rumpun bambu yang mengelilingi area pasar memberikan pengalaman berbeda, seolah membawa pengunjung kembali ke suasana pedesaan yang sederhana dan alami.

Beragam produk ditawarkan oleh pelaku UMKM setempat, mulai dari aneka jajanan tradisional hingga olahan makanan khas yang dibuat langsung oleh warga. Hal ini menjadikan Pasar Wisata Boonpring tidak hanya sebagai tempat wisata, tetapi juga sebagai ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar.

Pasar Wisata Boonpring dibuka setiap hari Minggu, mulai pukul 09.00 hingga 13.00 WIB. Waktu operasional yang terbatas ini justru menambah kesan eksklusif dan membuat pengunjung semakin antusias untuk datang lebih awal. Kehadiran pasar ini semakin memperkaya pilihan wisata budaya di kawasan Boonpring, sekaligus menjadi alternatif destinasi bagi wisatawan yang ingin menikmati liburan dengan pengalaman yang berbeda dan bernilai edukatif.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *