Tak Banyak yang Tahu, Desa Dalisodo Malang Punya Pengrajin Dupa yang Bertahan hingga Kini

Oleh: Ainun Sa’baniar (Penulis adalah Mahasiswa Jurusan Komunikasi, FISIP Unmer Malang) 

Sketsamalang.com – Di tengah geliat pariwisata dan perubahan gaya hidup, Desa Dalisodo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, menyimpan cerita tentang ketekunan warganya dalam menjaga usaha tradisional. Salah satunya datang dari pengrajin dupa yang hingga kini masih bertahan sebagai sumber penghidupan.

Bagi sebagian warga Dalisodo, membuat dupa bukan sekadar pekerjaan, melainkan keterampilan yang diwariskan secara turun-temurun. Proses produksinya masih dilakukan secara manual, mulai dari pengolahan bahan, pencetakan, hingga penjemuran. Meski terlihat sederhana, proses ini membutuhkan ketelatenan dan pengalaman agar menghasilkan dupa dengan kualitas baik.

Permintaan dupa yang relatif stabil, terutama untuk kebutuhan keagamaan dan ritual adat, membuat usaha ini terus berjalan. Namun, para pengrajin juga menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan alat produksi, modal usaha, serta persaingan dengan produk dupa pabrikan yang diproduksi secara massal.

Pengrajin Dupa di Desa Dalisodo Malang

Meski begitu, pengrajin dupa di Dalisodo memilih untuk bertahan. Usaha ini dinilai mampu memberikan penghasilan tambahan bagi keluarga sekaligus membuka peluang kerja bagi warga sekitar. Aktivitas produksi yang dilakukan dari rumah ke rumah juga mencerminkan kemandirian ekonomi desa yang tumbuh dari potensi lokal.

Pemerintah Desa Dalisodo melihat kerajinan dupa sebagai salah satu potensi ekonomi yang perlu dijaga. Dukungan moral dan pendampingan terus diberikan agar usaha ini tidak hanya bertahan, tetapi juga memiliki peluang berkembang di masa depan.

Di tengah arus modernisasi, pengrajin dupa Desa Dalisodo membuktikan bahwa usaha berbasis tradisi masih memiliki tempat. Dari desa kecil di Wagir, mereka menjaga keseimbangan antara mempertahankan warisan keterampilan dan memenuhi kebutuhan hidup masa kini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *