Sketsamalang.com – Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) Universitas Brawijaya (UB) menerima kunjungan studi banding dari Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Trunojoyo Madura, Rabu (13/5/2026).
Kunjungan tersebut membahas penguatan Zona Integritas (ZI) menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Delegasi diterima langsung oleh Dekan FTAB UB Prof. Yusuf Hendrawan bersama Tim Zona Integritas FTAB UB.
Delegasi dari Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung dipimpin Wakil Dekan Bidang Akademik Dr. Yudha Satya Perkasa, M.Si. Turut hadir Ketua Tim ZI Dr. Ana Widiana, M.Si, Kepala Bagian Tata Usaha Hj. Ati Rahmawati, M.Ag, serta anggota tim lainnya.
Sementara itu, rombongan FKIP Universitas Trunojoyo Madura dipimpin Wakil Dekan II FKIP UTM Dr. Sigit Dwi Saputro bersama sejumlah anggota tim.
Dalam kegiatan tersebut, Tim ZI FTAB UB memaparkan strategi dan inovasi yang diterapkan dalam membangun tata kelola fakultas yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pelayanan publik.

Berbagai program unggulan diperkenalkan, mulai dari Bakti FTAB, Unit Layanan Terpadu, penguatan Center of Excellence, hibah riset grup mahasiswa, hingga penyelenggaraan konferensi internasional oleh mahasiswa.
FTAB UB juga memaparkan capaian akademik dan internasionalisasi, seperti lebih dari 300 publikasi jurnal terindeks Scopus, program dosen mengajar di kampus mitra luar negeri, 100 alumni praktisi mengajar, serta program mahasiswa membangun desa dengan lebih dari 45 inovasi.
Selain itu, fakultas ini memiliki dua jurnal terindeks Scopus, dua asosiasi internasional, program sertifikasi AI internasional bagi lebih dari 2.000 mahasiswa, hingga capaian jumlah guru besar yang telah melampaui 25 persen dari total dosen.
Prof. Yusuf Hendrawan mengatakan, studi banding menjadi sarana penting untuk memperkuat kolaborasi antarkampus sekaligus mempercepat transformasi tata kelola pendidikan tinggi yang profesional dan berdampak bagi masyarakat.
“Kegiatan seperti ini penting untuk saling berbagi praktik baik dan memperkuat budaya kerja berintegritas di lingkungan perguruan tinggi,” ujarnya.
Menurutnya, FTAB UB yang telah meraih predikat WBBM memiliki tanggung jawab moral untuk menularkan semangat Zona Integritas kepada unit kerja lain, baik di internal universitas maupun perguruan tinggi lain di Indonesia.
Ia menegaskan bahwa pembangunan budaya kerja berintegritas tidak boleh berhenti pada capaian administratif semata, tetapi harus menjadi gerakan bersama untuk menciptakan tata kelola pendidikan tinggi yang bersih, adaptif, dan melayani masyarakat.
Prof. Yusuf berharap sinergi antarinstitusi terus diperkuat agar inovasi dan praktik baik yang telah dikembangkan dapat memberikan manfaat lebih luas bagi peningkatan kualitas layanan pendidikan tinggi di Indonesia.






