Kolaborasi MAC dan Kelurahan Penanggungan Hadirkan Posyandu Disabilitas, Fokus Layanan Nyata dan Terjangkau

Sketsamalang.com – Malang Autism Center (MAC) berkolaborasi dengan Kelurahan Penanggungan, Kota Malang, menghadirkan Posyandu Disabilitas sebagai upaya meningkatkan akses layanan kesehatan bagi penyandang disabilitas.

Program ini dirancang untuk memberikan layanan yang nyata, terjangkau, dan berkelanjutan, mulai dari asesmen awal, pemetaan kondisi, hingga penanganan lanjutan seperti terapi dan fisioterapi.

Pendiri MAC, Mohammad Cahyadi, menegaskan bahwa posyandu disabilitas yang dijalankan tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan memiliki alur layanan yang jelas dan berkelanjutan.

“Kami ingin program ini benar-benar berdampak, bukan sekadar kegiatan formal tanpa tindak lanjut,” ujarnya.

Salah satu proses terapi di Posyandu Disabilitas Penanggungan

Melalui kolaborasi ini, data penyandang disabilitas yang dimiliki kelurahan akan dipetakan secara lebih detail oleh tim MAC. Warga yang teridentifikasi dalam spektrum autisme akan diarahkan mengikuti program terapi di Omah Terapi Autis (OTA).

Di OTA, warga dari keluarga kurang mampu dapat memperoleh layanan terapi hingga lima jam per hari, mulai Senin hingga Jumat, dengan biaya sesuai kemampuan.

“Tentu harus ada surat rekomendasi dari Pak Lurah kalau warga ini benar-benar tidak mampu. Setelah itu mereka kita tampung dan berikan terapi di OTA,” jelasnya.

Baca juga:

Babinsa Klojen Dampingi Tenaga Kesehatan Dalam Kegiatan Posyandu Disabilitas

Selain terapi autisme, MAC juga menyediakan layanan fisioterapi bagi penyandang disabilitas. Penanganan dilakukan berdasarkan kebutuhan, baik melalui terapi di rumah maupun di Klinik Fisioterapi MAC di kawasan Sengkaling. Untuk masyarakat kurang mampu, biaya terapi mendapatkan potongan hingga 80 persen.

“Karena sejumlah kondisi disabilitas seperti autisme, cerebral palsi, dan down syndrome sangat membutuhkan terapi berkelanjutan, termasuk fisioterapi,” tandasnya.

Pendiri MAC bersama Lurah Penanggungan

Sementara itu, Lurah Penanggungan, Amanullah Abror mengatakan, posyandu disabilitas merupakan program baru yang mulai dijalankan pada 2026. Hingga kini, kegiatan telah dilaksanakan dua kali, yakni pada 11 April dan 25 April.

Ia menyebutkan, terdapat sekitar 40 warga penyandang disabilitas di wilayahnya dengan beragam kebutuhan layanan. Kondisi tersebut mendorong kelurahan untuk menghadirkan posyandu khusus disabilitas.

“Selama ini di Penanggungan belum ada posyandu disabilitas, padahal anggaran untuk kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, perempuan, dan disabilitas tersedia setiap tahun,” katanya.

Program ini melibatkan kader posyandu serta pendamping atau wali penyandang disabilitas. Ke depan, kegiatan direncanakan berlangsung secara rutin setiap dua bulan sekali atau enam kali dalam setahun.

Abror menilai kolaborasi dengan MAC merupakan langkah tepat karena lembaga tersebut memiliki kompetensi dalam penanganan autisme di Malang Raya.

“Kami percaya pada profesionalitas tim MAC. Program-programnya sangat membantu warga kami, terutama yang kurang mampu,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *