LPS Goes to Campus, Tingkatkan Edukasi dan Literasi Keuangan Mahasiswa UNITRI

Sketsamalang.com – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) kembali menggelar program LPS Goes to Campus dengan menggandeng Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) Malang, Rabu (29/4/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan edukasi dan literasi keuangan di kalangan mahasiswa.

Acara yang berlangsung di GOR UNITRI tersebut turut dihadiri Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang sebagai bentuk sinergi antarotoritas sektor keuangan.

Kepala Kantor Perwakilan LPS II, Bambang S. Hidayat, mengatakan mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen perubahan dalam menyebarluaskan pemahaman keuangan kepada masyarakat.

“Mahasiswa adalah agen perubahan yang melek teknologi. Kami berharap edukasi dari LPS, BI, dan OJK dapat disebarluaskan melalui media sosial maupun lingkungan sekitar, sekaligus berkontribusi menjaga stabilitas sistem keuangan,” ujarnya.

Menurut Bambang, tingkat inklusi keuangan di Indonesia tergolong tinggi, tetapi literasi keuangan masih perlu ditingkatkan. Untuk itu, pada 2026 LPS bersama OJK dan Badan Pusat Statistik (BPS) kembali menggelar Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan.

“Melalui survei tersebut, strategi edukasi dapat disusun lebih tepat sasaran,” katanya.

Ia juga menyoroti maraknya kasus masyarakat yang terjerat pinjaman online ilegal akibat rendahnya literasi keuangan. Karena itu, kolaborasi antarlembaga dinilai penting untuk menekan risiko tersebut.

Rektor UNITRI menyerahkan cinderamata kepada Kepala Kantor Perwakilan LPS II

Sementara itu, Rektor UNITRI Malang, Prof. Dodi Wirawan Irawanto, menyambut baik kegiatan tersebut sebagai bagian dari penguatan Tridharma Perguruan Tinggi.

Ia menilai literasi mahasiswa terkait perbankan masih terbatas. Meski materi telah diberikan di kelas, pemahaman mengenai peran LPS belum menyeluruh.

“Kami berharap ada penguatan literasi keuangan dan perbankan. Kehadiran LPS ini penting karena belum sepenuhnya dipahami mahasiswa,” ujarnya.

Prof. Dodi menambahkan peluang kerja sama antara UNITRI dan LPS terbuka luas, terutama dalam pelaksanaan Tridharma.

“Kami telah mulai membahas peluang kerja sama, seperti dosen praktisi dari LPS yang mengajar di kampus, serta kolaborasi penelitian untuk memperkuat literasi dan inklusi keuangan masyarakat,” katanya.

Kepala OJK Malang, Farid Faletehan, menjelaskan LPS, OJK, dan BI merupakan bagian dari Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang saling terhubung dalam menjaga stabilitas sektor keuangan.

Dalam kesempatan tersebut, OJK juga memberikan edukasi terkait penggunaan layanan keuangan digital, seperti *buy now pay later* (BNPL) dan pinjaman online.

“Anak muda harus berhati-hati dan tidak tergiur gaya hidup FOMO. Pinjaman yang tidak dilunasi akan tercatat dan dapat berdampak saat mencari pekerjaan,” tegasnya.

Senada, Kepala Perwakilan BI Malang, Indra Kuspriyadi, menekankan pentingnya literasi di tengah pesatnya digitalisasi.

“Digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Generasi muda tidak hanya harus memanfaatkan, tetapi juga memahami fungsi dan dampaknya, terutama untuk kegiatan produktif seperti pengembangan UMKM dan sistem pembayaran,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat menjadi katalisator peningkatan literasi keuangan, baik di lingkungan kampus maupun di masyarakat, khususnya di daerah asal masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *