Sketsamalang.com, MALANG – Suasana halaman Rektorat Kampus 1 Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) berubah meriah pada Selasa (1/9/2026). Ratusan mahasiswa baru antusias mengikuti pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Gigantik 2026.
Mengusung tema “Berdaya, Berkarya, dan Berdampak”, pembukaan PKKMB tahun ini dikemas berbeda. Kegiatan digelar secara terbuka dengan panggung utama, pertunjukan tari Nusantara dari siswa SMA Nasional Malang, serta parade karya inovasi dari 11 program studi.
Penyelenggaraan Gigantik 2026 juga terasa istimewa karena jumlah mahasiswa baru ITN Malang meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Para mahasiswa baru angkatan Abhyasa 57 datang dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan dari luar negeri, seperti Malaysia dan Timor Leste.
Di hadapan mahasiswa baru, Rektor ITN Malang Awan Uji Krismanto, ST., MT., Ph.D., mengajak mahasiswa berani menjalani proses perkuliahan dan tidak terjebak dalam keraguan maupun rasa tidak percaya diri.
“Semangat bersiap menyambut kehidupan baru kalian. Anda datang dari jauh untuk menuntut ilmu dan meraih kesuksesan bersama ITN Malang. Mungkin ada keraguan dan ketidakpercayaan diri, tetapi hari ini Anda berdiri dengan tekad bulat untuk berprestasi,” tegas Awan saat membuka kegiatan.
Menurutnya, keberhasilan selama menempuh pendidikan tinggi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik. Mahasiswa juga membutuhkan kemandirian, daya juang, serta ketahanan mental untuk menghadapi berbagai tantangan.
“Jadikan semuanya sebagai amunisi untuk berhasil. Tidak ada keberhasilan tanpa proses, tidak ada keberhasilan tanpa sakit, dan tidak ada keberhasilan tanpa usaha sungguh-sungguh. Kegagalan itu hal biasa,” ujarnya.

Awan juga menekankan pentingnya membangun rasa kebersamaan di lingkungan kampus. Perbedaan asal daerah, menurutnya, tidak boleh menjadi sekat bagi mahasiswa ITN Malang.
“Di ITN Malang, tidak ada lagi ‘saya dari Papua’, ‘saya dari Malang’, atau ‘dari Sulawesi, NTB, NTT’. Anda semua adalah keluarga besar ITN Malang. Jadikan kampus ini sebagai rumah kedua kita bersama,” katanya.
Ia turut mendorong mahasiswa baru memasang target akademik sejak awal, termasuk menyelesaikan studi tepat waktu dalam waktu 3,5 tahun. Mahasiswa juga diminta tidak ragu membangun relasi dan jejaring sejak hari pertama menjalani perkuliahan.
Ketua Pelaksana PKKMB Gigantik 2026, Ida Soewarni, ST., MT., mengatakan konsep pembukaan secara outdoor sengaja dipilih untuk menghadirkan pengalaman penyambutan yang lebih dinamis dan berkesan bagi mahasiswa baru.
Salah satu agenda yang mendapat perhatian mahasiswa adalah parade 11 program studi. Masing-masing program studi tampil dengan didampingi Ketua Program Studi (Kaprodi) serta Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS).
Para mahasiswa senior menunjukkan berbagai prestasi dan karya unggulan kepada mahasiswa baru. Karya yang ditampilkan antara lain maket jembatan hingga berbagai prototipe teknologi.
“Ini bukti nyata kreativitas kakak tingkat yang ditunjukkan langsung di depan adik-adiknya. Jadi mahasiswa baru tidak perlu ragu dengan pilihan prodinya,” ungkap Ida.
Ida memastikan pelaksanaan Gigantik 2026 mengedepankan prinsip edukatif dan humanis. Panitia juga tidak memberikan tugas yang membebani mahasiswa baru maupun aktivitas fisik berlebihan.
“Untuk tugas Gigantik tidak ada yang memberatkan, semuanya berbasis online untuk memfasilitasi kreativitas maba. Nanti juga ada materi-materi di aula, salah satunya materi anti-bullying,” jelasnya.
ITN Malang, lanjut Ida, juga menyediakan pendampingan bagi mahasiswa melalui tim PPKPT yang diperkuat psikolog kampus. Layanan tersebut disiapkan untuk membantu mahasiswa yang membutuhkan pendampingan dan konseling.
“Kami pastikan tidak ada kekerasan,” tegasnya.
PKKMB Gigantik ITN Malang 2026 berlangsung selama empat hari dengan rangkaian kegiatan yang dirancang untuk membekali mahasiswa baru sebelum memasuki kehidupan akademik.
Pada hari pertama dan kedua yang berlangsung di Aula Kampus 1, mahasiswa mendapatkan berbagai materi, antara lain wawasan kebangsaan dan Sistem Pendidikan Tinggi yang disampaikan Plt. Dirjen Diktiristek Prof. Dr. Ir. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D.
Materi Bela Negara disampaikan Mayor Inf Amrullah, S.Sos., M.AP. Selain itu, mahasiswa memperoleh literasi keuangan bagi generasi Z bersama Bank BTN, edukasi kesehatan dari BRI Medika, serta materi etika digital dan kecerdasan buatan (AI) dari Indosat.
Mahasiswa baru juga mendapatkan pembekalan mengenai kesehatan mental generasi Z yang disampaikan psikolog Hilda Rosa Ainiyah, S.Psi., M.Psi. Rangkaian hari pertama dan kedua turut diisi dengan pameran organisasi mahasiswa melalui UKM Expo.
Memasuki hari ketiga, kegiatan berpindah ke Kampus 2 Karanglo. Mahasiswa mengikuti outbound team building di area terbuka untuk mengasah kemampuan kerja sama, komunikasi, dan kepemimpinan.
Kegiatan kemudian ditutup dengan prosesi penutupan sekaligus pelepasan atribut mahasiswa baru secara resmi oleh Rektor ITN Malang.
Sementara itu, hari keempat diisi dengan agenda penyambutan di tingkat fakultas dan program studi, khususnya Fakultas Teknologi Industri (FTI) dan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP). Rangkaian kegiatan juga dilengkapi Parent Gathering yang dilaksanakan secara daring.
Melalui PKKMB Gigantik 2026, ITN Malang tidak sekadar menyambut mahasiswa baru, tetapi juga menanamkan nilai kemandirian, kreativitas, kebersamaan, dan kesiapan mental sebagai bekal menjalani perjalanan akademik hingga lulus dan berkontribusi di tengah masyarakat.






