Teknik Kimia Polinema Dampingi PKK Desa Pajaran Olah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi

Sketsamalang.com — Minyak jelantah yang selama ini kerap dianggap sebagai limbah rumah tangga ternyata dapat diolah menjadi produk kreatif yang bernilai guna dan ekonomis. Hal itu diperkenalkan Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Jurusan Teknik Kimia Politeknik Negeri Malang (Polinema) melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemanfaatan Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi di Desa Pajaran, Kabupaten Malang, pada 8 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut menggandeng ibu-ibu PKK Desa Pajaran sebagai mitra. Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola minyak jelantah agar tidak dibuang langsung ke lingkungan.

Selain membantu mengurangi potensi pencemaran air, minyak bekas tersebut diperkenalkan sebagai bahan yang dapat diolah menjadi produk rumah tangga bernilai tambah berupa lilin aromaterapi.

Kegiatan dilaksanakan oleh tim dosen Jurusan Teknik Kimia Polinema yang terdiri atas Dr. Ade Sonya Suryandari, S.T., M.T., M.Sc., Dr. Windi Zamrudy, B.TECH., M.Pd., Lintang Alivia Anggerta, S.T., M.T., Dr. Heny Dewajani, S.T., M.T., Ria Lusiyani, S.Pd., M.A., dan Dr. Eng. Haris Puspito Buwono, S.T., M.T.

Dalam kegiatan tersebut, tim PKM menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna yang dapat diadaptasi dalam kehidupan sehari-hari. Materi disampaikan secara bertahap, mulai dari pengenalan karakteristik minyak jelantah hingga teknik pemanfaatannya sebagai bahan baku lilin aromaterapi.

Kegiatan diawali dengan pemaparan mengenai minyak jelantah dan dampak pembuangan minyak bekas secara sembarangan terhadap lingkungan. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan minyak jelantah secara tepat untuk menekan potensi pencemaran air.

Setelah sesi materi, peserta mengikuti praktik langsung pembuatan lilin aromaterapi. Ibu-ibu PKK Desa Pajaran diperkenalkan dengan sejumlah tahapan, mulai dari persiapan dan pengolahan minyak jelantah, pencampuran bahan, penambahan pewangi, proses pencetakan, hingga menghasilkan lilin aromaterapi yang siap digunakan.

Kelompok PKK Desa Pajaran foto bersama produk lilin aromaterapi pasca pelaksanaan bimtek

Ketua Tim PKM Jurusan Teknik Kimia Polinema, Dr. Ade Sonya Suryandari, S.T., M.T., M.Sc., mengatakan kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan alternatif sederhana dan aplikatif bagi masyarakat dalam mengelola minyak jelantah.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan alternatif pemanfaatan minyak jelantah yang sederhana dan dapat diterapkan oleh masyarakat. Minyak jelantah tidak hanya menjadi limbah, tetapi dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat dan memiliki nilai tambah,” ujarnya.

Menurut Ade, pengelolaan minyak jelantah tidak hanya berkaitan dengan aspek lingkungan. Keterampilan tersebut juga dapat dikembangkan menjadi peluang kreativitas sekaligus membuka potensi ekonomi bagi masyarakat.

Dengan keterampilan yang diperoleh melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan mampu mengembangkan produk lilin aromaterapi secara mandiri.

Program PKM tersebut memberikan manfaat langsung bagi ibu-ibu PKK Desa Pajaran melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola minyak jelantah.

Pemanfaatan minyak bekas menjadi lilin aromaterapi tidak hanya menjadi salah satu solusi untuk mengurangi potensi pencemaran lingkungan, tetapi juga membuka peluang pengembangan produk kreatif yang memiliki nilai ekonomis.

Tim PKM Jurusan Teknik Kimia Polinema berharap kegiatan tersebut menjadi langkah awal bagi masyarakat Desa Pajaran untuk menerapkan pengelolaan minyak jelantah secara berkelanjutan.

Ke depan, lilin aromaterapi hasil pemanfaatan minyak jelantah diharapkan tidak berhenti sebagai solusi lingkungan, tetapi dapat dikembangkan menjadi salah satu produk unggulan desa yang mendukung kreativitas dan kegiatan ekonomi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *