Sketsamalang.com — Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang bergerak cepat membantu warga terdampak gempa tektonik magnitudo 7,7 di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kampus tersebut menerjunkan relawan sekaligus menyalurkan air bersih, tandon air, logistik, dan tenda bagi masyarakat yang mengungsi.
Bantuan mulai didistribusikan pada Senin (17/8/2026), menyusul gempa yang berdampak di sejumlah wilayah, antara lain Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, hingga Sikka.
Langkah kemanusiaan ini menjadi bentuk kepedulian sivitas akademika ITN Malang terhadap masyarakat Flores. Terlebih, banyak mahasiswa ITN Malang berasal dari NTT dan Nusa Tenggara Barat (NTB), serta kampus memiliki jaringan kerja sama dan alumni di wilayah terdampak.
Rektor ITN Malang Awan Uji Krismanto menyampaikan duka mendalam atas bencana tersebut. Menurutnya, kebutuhan air bersih menjadi salah satu persoalan paling mendesak yang harus segera ditangani setelah gempa.
“Kami sangat berduka atas bencana gempa di NTT. Rasa sedih ini kami rasakan langsung karena banyak mahasiswa kami berasal dari NTT, NTB, serta kami juga punya banyak mitra kerja sama di sana. Kami mengambil inisiatif berkoordinasi dengan aparat setempat dan jaringan alumni di lokasi. Pasokan air bersih adalah kebutuhan vital yang paling mendesak saat ini, jadi kami fokus ke sana,” ujar Awan saat ditemui di Kampus 1 ITN Malang, Rabu (19/8/2026).

Selain menyalurkan bantuan, ITN Malang juga melakukan pendataan terhadap mahasiswa yang terdampak bencana. Data tersebut akan menjadi dasar untuk menyiapkan skema pendampingan pascabencana.
Distribusi bantuan di lapangan dilakukan melalui jaringan alumni ITN Malang di bawah koordinasi Dr. Ir. Ardiyanto Maksimilianus Gai, S.T., M.Si., M.M., dosen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) ITN Malang yang merupakan kelahiran Flores.
Ardiyanto mengatakan, bantuan logistik dari pemerintah sudah mulai berdatangan. Namun, keterbatasan akses membuat distribusinya belum menjangkau seluruh wilayah, terutama daerah terpencil.
“Bantuan logistik saat ini sebenarnya sudah cukup banyak, tetapi jangkauannya belum merata karena akses yang terbatas. Selain logistik, ITN Malang juga berfokus pada pemenuhan air bersih yang sifatnya sangat mendesak. Kami mendistribusikan air minum serta memberikan bantuan tandon dan perbaikan jaringan pipa pada sumber-sumber air,” jelasnya.
Jaringan alumni kemudian dimanfaatkan untuk mendata wilayah yang belum memperoleh bantuan. Hasil pendataan tersebut menjadi acuan bagi tim untuk menentukan lokasi prioritas penyaluran bantuan.
Di Kabupaten Manggarai Timur, ITN Malang bekerja sama dengan UPTD SPAM Manggarai Timur menyalurkan 15 meter kubik air bersih menggunakan tangki ke sejumlah posko pengungsian di Borong.
Bantuan air tersebut didistribusikan ke beberapa titik, di antaranya Golo Cigir, Sentra IKM, Kantor Pertanahan, dan Gang Kapela Peot.
Sementara itu, di Kabupaten Ende, ITN Malang bersinergi dengan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Kelimutu. Pada Selasa (18/8/2026), bantuan berupa air bersih, tandon air atau profil tank berkapasitas 1.300 liter, dan beras disalurkan ke Desa Randorama serta Desa Randotonda, Kecamatan Ende.
Direktur Perumda Tirta Kelimutu Ende Herry Gani mengapresiasi respons cepat ITN Malang dalam membantu masyarakat terdampak gempa.
Menurut Herry, kerusakan infrastruktur dan guncangan gempa berdampak terhadap kondisi sumber air warga. Sejumlah mata air yang sebelumnya jernih berubah keruh dan kecokelatan. Bahkan, beberapa sumber air mengalami penurunan debit hingga mengering.
“Kami turun bersama tim ITN Malang karena kondisi di lapangan memang cukup prihatin. Air warga berubah keruh dan tak layak konsumsi, beberapa mata air bahkan mati. Kehadiran tangki air dan tandon penampungan dari ITN Malang ini menjawab kebutuhan mendesak warga saat ini,” tutur Herry.
Penyaluran bantuan juga didampingi tim Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan NTT. Tim tersebut melakukan inventarisasi awal terhadap kerusakan infrastruktur akibat gempa.
Pendataan itu menjadi bagian dari langkah teknis untuk mempercepat rehabilitasi jaringan pipa air bersih yang mengalami kerusakan di sejumlah wilayah terdampak, termasuk Sikka, Ende, dan Manggarai Timur.
Bagi warga Desa Randorama, kehadiran tandon dan pasokan air bersih memberikan kelegaan di tengah kondisi darurat pengungsian. Bantuan tersebut tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar warga, tetapi juga disertai pendampingan teknis untuk mendukung pemulihan infrastruktur air.
ITN Malang berharap sinergi bersama alumni, Perumda, pemerintah daerah, dan berbagai pihak dapat terus dilakukan hingga proses pemulihan pascabencana berlangsung secara berkelanjutan.






