Semarak HUT ke-81 RI, UB Gelar Parade Nusantara Berbalut Budaya dan Green Campus

Sketsamalang.com – Universitas Brawijaya (UB) memadukan keberagaman budaya Nusantara dengan pesan pelestarian lingkungan melalui Parade Nusantara menjelang upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Kota Malang, Jawa Timur, Senin.

Parade yang diikuti dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa dari berbagai fakultas tersebut mengusung tema Kerajaan Nusantara. Menariknya, pemanfaatan barang bekas menjadi salah satu indikator penilaian dalam parade yang berlangsung semarak tersebut.

Penanggung Jawab Parade Nusantara UB, Haru Permadi, mengatakan konsep Green Campus diterapkan melalui penggunaan kembali material bekas untuk atribut dan properti peserta.

“Konsep umumnya Kerajaan Nusantara, lalu salah satu indikator penilaiannya adalah Green Campus. Pemanfaatan barang bekas atau sampah yang dapat digunakan kembali (reuse) untuk atribut dan properti menjadi poin penilaian,” kata Haru di Malang, Senin.

Menurut dia, penggunaan material bekas tidak sekadar menjadi bagian dari kreativitas peserta, tetapi juga bertujuan meningkatkan kesadaran sivitas akademika mengenai pentingnya prinsip keberlanjutan atau sustainability.

Selain membawa pesan lingkungan, Parade Nusantara juga menjadi ruang untuk memperkuat persatuan Indonesia di tengah keberagaman budaya yang dimiliki bangsa.

“Kami ingin menunjukkan bahwa sebelum kemerdekaan, kerajaan di Indonesia sangat banyak dan budayanya luas, tetapi kita tetap bersatu dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.

Gunungan Botol Bekas yang Membentuk Sebuah Candi yang diparadekan oleh Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) UB. Foto: Humas UB

Haru menyebut antusiasme peserta pada Parade Nusantara tahun ini meningkat dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. Peningkatan terlihat dari jumlah partisipan hingga kualitas pertunjukan yang semakin atraktif.

Setiap fakultas menampilkan pertunjukan budaya yang dipadukan dengan identitas keilmuan masing-masing. Salah satunya Fakultas Kedokteran (FK) UB yang mengangkat subtema “Wilwatikta Jaya Brawijaya Membangun Nusantara Sehat”.

Director Parade Tim FK UB, Efy Auliya, mengatakan sekitar 130–150 anggota tim terlibat dalam pertunjukan yang mengangkat kisah penanganan wabah kusta pada era Kerajaan Majapahit.

“Kami kaitkan sejarah Majapahit dengan bidang kesehatan. Ceritanya mulai dari wabah yang menyebar hingga penyembuhan oleh tabib sebutan dokter pada zaman dahulu sehingga Majapahit kembali pulih dan kuat,” kata Efy.

Rangkaian Parade Nusantara UB dimulai dari dua titik kumpul, yakni Zona Kuning di Gerbang Jembatan Soekarno-Hatta dan Zona Hijau di Gerbang Veteran.

Selanjutnya, seluruh rombongan berarak menuju titik penilaian akhir di Bundaran depan Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) UB. Setiap tim mendapatkan waktu sekitar lima menit untuk menampilkan pertunjukannya.

Melalui Parade Nusantara, UB tidak hanya menghadirkan pertunjukan budaya dalam momentum HUT ke-81 RI, tetapi juga menyampaikan pesan bahwa keberagaman budaya dan kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan beriringan dalam semangat membangun Indonesia.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *