Sketsamalang.com – Progres pembangunan gedung parkir di Koridor Kayutangan telah mencapai 55 persen. Proyek tersebut ditargetkan selesai pada 15 Desember 2025 untuk dua lantai pertama.
Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, Muhammad Anas Muttaqin, mengatakan bahwa pembangunan gedung parkir Kayutangan yang dianggarkan pada 2025 merupakan kelanjutan dari proses pembebasan lahan yang sebelumnya dilakukan Pemerintah Kota Malang.
“Tahun ini sudah dianggarkan pembangunannya, meskipun ada beberapa penyesuaian dari DED awal. Namun pembangunan diharapkan tetap dapat berjalan bertahap, sehingga pada tahun-tahun anggaran berikutnya bisa sesuai dengan perencanaan awal,” ujarnya usai meninjau pembangunan gedung parkir Kayutangan, Rabu (19/11/2025).
Menurut Anas, penyesuaian anggaran dilakukan karena adanya keterbatasan dana dan pemotongan anggaran, sehingga APBD perlu disesuaikan.
“Secara konstruksi, desain awalnya adalah lima lantai. Namun pada tahun anggaran 2025 ini baru dapat dianggarkan dua lantai terlebih dahulu. Yang penting bisa digunakan dulu sebagai solusi parkir di Kayutangan,” katanya.

Ia menambahkan, gedung parkir Kayutangan nantinya direncanakan terhubung dengan area parkir di Jalan Mojopahit. Skemanya, area Kayutangan akan difokuskan untuk kendaraan roda empat, sementara kendaraan roda dua diarahkan ke area Mojopahit.
“Harapannya, fasilitas ini mampu mengatasi keterbatasan lahan parkir di Koridor Kayutangan sekaligus menambah PAD melalui retribusi,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Drs. R. Widjaja Saleh Putra, menjelaskan bahwa konsep lima lantai pada DED awal mencakup parkir roda dua dan roda empat. Namun karena adanya penyesuaian APBD, pembangunan tahap awal difokuskan untuk kendaraan roda empat.
“Nantinya, dua lantai yang dibangun ini dioptimalkan untuk kendaraan roda empat, dengan kapasitas sekitar 45 hingga 50 unit. Sementara kendaraan roda dua akan dioptimalkan parkir di Jalan Mojopahit,” pungkas Widjaja.






