FT UB Kukuhkan 69 Insinyur, Siap Perkuat Pembangunan Nasional Menuju Indonesia Emas 2045

Sketsamalang.com – Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT UB) kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak insinyur profesional berintegritas melalui kegiatan Sumpah Profesi Insinyur Reguler Angkatan-5 & RPL Angkatan-16 Program Studi Program Profesi Insinyur (PSPPI). Kegiatan ini digelar pada Sabtu (25/7/2026) di Auditorium Prof. Ir. Suryono, Fakultas Teknik UB dan diikuti oleh puluhan calon insinyur dari berbagai latar belakang keilmuan dan profesi.

Prosesi sumpah profesi dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Ir. Imam Santoso, M.P., yang mewakili Rektor Universitas Brawijaya. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dekan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya sekaligus Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Cabang Malang, Prof. Ir. Hadi Suyono, S.T., M.T., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., para wakil dekan, ketua departemen, serta keluarga peserta yang ikut menyaksikan momen penting tersebut.

Sebanyak 69 calon insinyur dari Program Reguler dan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) resmi diambil sumpahnya dan dikukuhkan sebagai Insinyur. Para insinyur tersebut berasal dari beragam bidang keahlian, antara lain teknik sipil, mesin, elektro, pengairan, arsitektur, teknik industri, teknik kimia, dan teknik fisika, serta berasal dari sektor akademisi, BUMN, swasta, wiraswasta, hingga instansi pemerintah.

Wakil Dekan Bidang Akademik, Dr.Eng. Ir. Indradi Wijatmiko, S.T., M.Eng.(Prac)., IPU., ASEAN Eng.dalam laporannya menyampaikan bahwa seluruh peserta telah memenuhi persyaratan akademik dan administrasi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Pengukuhan ini bukan sekadar seremoni, tetapi bentuk pengakuan profesional atas kompetensi insinyur yang siap berkontribusi bagi pembangunan nasional. Hingga saat ini, PSPPI Fakultas Teknik Universitas Brawijaya telah mengukuhkan 1.036 insinyur, dan angka ini mencerminkan konsistensi UB dalam menyiapkan sumber daya manusia keinsinyuran yang unggul”, sambutnya.

Tercatat pada pengukuhan tahun ini jumlah Insinyur dari Akademisi/Dosen sejumlah 18 peserta, BUMN 23 peserta, Swasta 27 peserta, dan wiraswasta 1 peserta, dimana bidang keahlian mulai dari Teknik Sipil, Mesin, Elektro, Pengairan, Teknologi Pangan, Perkapalan hingga Perminyakan dan Pertambangan.

Sumpah Profesi Insinyur dipimpin oleh Dekan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Prof. Ir. Hadi Suyono, ST., MT., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., yang menegaskan pentingnya peran insinyur dalam kerangka regulasi nasional. Ia menjelaskan bahwa pengukuhan ini merupakan bagian dari amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2014 tentang Keinsinyuran, yang menekankan profesionalisme, etika, dan perlindungan masyarakat.

Mewakili Rektor Universitas Brawijaya, Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Ir. Imam Santoso, MP, menegaskan bahwa peran insinyur semakin strategis di tengah transformasi pembangunan nasional.

“Insinyur tidak hanya dituntut mampu merancang dan membangun, tetapi juga menghadirkan solusi inovatif yang berkelanjutan, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta berorientasi pada keselamatan dan kesejahteraan masyarakat. Gelar Insinyur adalah amanah untuk menjawab tantangan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045”, ungkapnya.

69 Insinyur FT UB yang dikukuhkan

Lebih lanjut, Prof. Imam menambahkan bahwa Universitas Brawijaya terus memperkuat pendidikan profesi keinsinyuran melalui kolaborasi dengan industri, pemerintah, dan asosiasi profesi, agar lulusan tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki etika, kepemimpinan, dan kepekaan sosial.
Menutup rangkaian kegiatan, Direktur Utama PT Elnusa Fabrikasi Konstruksi, Ari Wijaya, menyampaikan orasi inspiratif kepada para insinyur yang baru dikukuhkan. Ia menekankan bahwa tantangan dunia industri saat ini membutuhkan sosok insinyur yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, memiliki kemampuan berkolaborasi, serta mampu menghadirkan inovasi untuk menjawab berbagai persoalan pembangunan.

“Kompetensi teknis harus diimbangi dengan integritas, kepemimpinan, dan semangat belajar sepanjang hayat agar para insinyur mampu bersaing”, terangnya.

Pelaksanaan Sumpah Profesi Insinyur ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penyelenggaraan pendidikan profesi yang bermutu, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui penguatan kompetensi insinyur profesional untuk mendukung pembangunan nasional, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, organisasi profesi, dan sektor industri dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *