Sketsamalang.com – Film “Sampai Titik Terakhirmu” karya sutradara Dinna Jasanti siap tayang di bioskop hari ini 13 November 2025.
Film ini diadaptasi dari kisah nyata pasangan Shella dan Albi, yang memperjuangkan cinta mereka di tengah ujian penyakit kanker.
Dibintangi oleh Mawar de Jongh dan Arbani Yasiz, film ini menyuguhkan kisah romantis yang penuh emosi dan siap buat kamu susah move on.
Mawar de Jongh memerankan Shella, seorang gadis ceria dan aktif yang hidupnya berubah setelah divonis mengidap kanker. Sementara itu, Arbani Yasiz berperan sebagai Albi, seorang pekerja wedding organizer yang pendiam dan realistis.
Sinopsis Film “Sampai Titik Terakhirmu”
Kisah ini diawali dengan pertemuan mereka yang sederhana berkembang menjadi kisah cinta yang hangat.
Namun, kehangatan kisah mereka berubah sejak Shella divonis mengidap kanker ovarium stadium lanjut.
Di tengah perjuangan melawan penyakitnya, Shella tetap berusaha menjaga semangat hidup, sementara Albi berjuang keras untuk tetap kuat di sisinya, meski rasa takut kehilangan terus menghantui.

Dalam cuplikan trailer, terlihat momen-momen haru ketika Albi menemani Shella menjalani pengobatan dan hal-hal kecil lainnya yang akan mengundang haru ketika ditonton.
Video trailer berdurasi 2 menit 21 detik itu juga memperlihatkan kilas balik masa-masa bahagia keduanya, dari awal bertemu sampai vonis Shella.
Aktris senior Unique Priscilla, yang memerankan Erna atau Ibu Shella, menilai film ini bukan sekadar drama yang menjual kesedihan. Menurutnya, Sampai Titik Terakhirmu menyampaikan pesan kuat tentang cinta, kesetiaan, dan keteguhan hati.
“Film ini tuh jangan dibilang cuma menjual air mata dan kesedihan. Sebenarnya banyak pesannya, pesannya adalah masih ada laki-laki yang setia, yang mau memperjuangkan cintanya dan bagaimana kita bisa melihat perjuangannya Shella ketika melawan penyakitnya.”
Ia mengaku bahwa baru mengenal Shella ketika membaca skenario filmnya. Tapi dari situ bisa dirasakan bahwa Shella adalah sosok positif yang tetap membawa kebahagiaan di tengah sakitnya dan menginspirasi orang di sekitarnya.
“Ternyata Shella tuh sosok yang memang kuat, positif, bahkan ketika sakit pun dia tuh memberi energi yang positif bagi sekelilingnya, dia tuh ingin gak kelihatan sakit,” ujar Priscilla dalam potongan interview yang diunggah ke akun Instagram sampaititikterakhirmu.
Sinematografi film ini dibuat lembut dan emosional untuk menggambarkan dinamika hubungan Shella dan Albi.
Latar suasananya hangat dan warna-warna pastel memperkuat kesan haru dalam setiap adegan.
Selain mengangkat tema cinta, film ini juga menyampaikan pesan tentang penerimaan, keteguhan, dan harapan bagi para penyintas penyakit serius.
Chemistry antara Mawar dan Arbani juga dinilai kuat dan natural, menjadikan film ini terasa jujur dan menyentuh hati.
Dengan alur cerita yang sederhana namun penuh makna, Sampai Titik Terakhirmu bisa menjadi salah satu film romantis Indonesia yang berkesan di akhir tahun.
Film ini tidak hanya mengajak penonton menangis, tetapi juga merenungkan arti cinta yang bertahan hingga akhir kehidupan.






