Sketsamalang.com – Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan (FBiPK) Universitas Brawijaya (UB) memperkuat sinergi dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) melalui kegiatan Alumni Sharing bersama PT Advanta Seeds Indonesia di Gedung Widyaloka UB, Selasa (4/8/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 410 mahasiswa program sarjana dan magister sebagai bekal menghadapi tantangan industri perbenihan modern.
Acara menghadirkan Manajer Pembenihan PT Advanta Seeds Indonesia, Catur S. Kurnia, yang membagikan pengalaman profesional sekaligus memberikan gambaran mengenai kebutuhan kompetensi di industri benih yang terus berkembang.
Peserta berasal dari tiga departemen utama di FBiPK, yakni Departemen Budidaya Pertanian, Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, serta Departemen Ilmu Pertanian. Mereka memperoleh materi terkait pemuliaan tanaman, teknologi produksi benih, perlindungan tanaman, hingga inovasi pertanian berkelanjutan.
Kegiatan tersebut juga dihadiri jajaran pimpinan FBiPK UB, mulai dari Dekan, para Wakil Dekan, Ketua Departemen, hingga Ketua Program Studi Agroekoteknologi dan Kehutanan. Kehadiran pimpinan fakultas menjadi wujud komitmen kampus dalam meningkatkan daya saing lulusan melalui kolaborasi dengan dunia industri.
Dekan FBiPK Universitas Brawijaya, Prof. Mangku Purnomo, S.P., M.Si., Ph.D., menegaskan pentingnya mahasiswa memperoleh wawasan praktis sebelum memasuki dunia kerja.
“Kami ingin mahasiswa memperoleh wawasan langsung dari para praktisi berpengalaman. Kehadiran alumni yang sukses berkarier di industri memberikan inspirasi sekaligus gambaran nyata mengenai kompetensi yang harus dipersiapkan sejak di bangku kuliah,” ujar Prof. Mangku Purnomo.
Ia berharap lulusan FBiPK UB mampu bersaing dan menjadi pelopor di berbagai bidang, mulai dari industri, riset, hingga kewirausahaan, sehingga dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sektor pertanian nasional.
Sementara itu, Catur S. Kurnia menjelaskan bahwa industri perbenihan kini berkembang sangat dinamis sehingga membutuhkan sumber daya manusia yang adaptif.
“Industri benih berkembang sangat cepat. Perusahaan tidak hanya mencari lulusan yang memiliki nilai akademik yang baik, tetapi juga individu yang mampu belajar secara berkelanjutan, berkomunikasi dengan baik, serta siap menghadapi tantangan global,” katanya.
Menurutnya, digitalisasi, pemanfaatan data, dan pengembangan varietas unggul menjadi faktor penting dalam menjaga ketahanan pangan di tengah tantangan perubahan iklim global.
Sesi diskusi interaktif menjadi penutup kegiatan. Mahasiswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi mengenai peluang karier, kompetensi yang dibutuhkan industri, hingga perkembangan teknologi perbenihan terkini.
Melalui kolaborasi strategis bersama PT Advanta Seeds Indonesia, FBiPK UB berkomitmen memperluas kerja sama dengan dunia industri melalui berbagai program, seperti kuliah praktisi, magang, dan penelitian bersama. Upaya ini juga menjadi bagian dari kontribusi Universitas Brawijaya dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui penguatan kualitas pendidikan dan kemitraan strategis.






