F-STeM UB Rayakan Dies Natalis ke-39, Resmi Luncurkan Identitas Baru Menuju Era Sains dan Teknologi

Sketsamalang.com – Fakultas Sains, Teknologi, dan Matematika (F-STeM) Universitas Brawijaya (UB) memperingati Dies Natalis ke-39 dengan mengusung tema “Honoring the Legacy, Shaping the Future”. Perayaan tahun ini menjadi momen bersejarah karena sekaligus menandai grand launching F-STeM sebagai identitas baru hasil transformasi dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).

Dekan F-STeM UB, Prof. Sukir Maryanto, S.Si., M.Si., Ph.D., mengatakan bahwa transformasi tersebut merupakan langkah strategis untuk memperluas peran fakultas tanpa meninggalkan akar keilmuan yang telah dibangun selama hampir empat dekade.

“Dies Natalis ke-39 ini sangat istimewa karena kami masih berada dalam masa transformasi dari MIPA menjadi F-STeM. Kami ingin menegaskan bahwa MIPA tidak akan pernah dilupakan. Justru MIPA menjadi akar yang memperkuat perjalanan kami menuju era baru,” ujar Prof. Sukir.

Menurutnya, tema “Honoring the Legacy, Shaping the Future” mencerminkan komitmen fakultas untuk menghormati sejarah sekaligus menyiapkan masa depan yang lebih adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

F-STeM kini mengusung filosofi rompi sebagai simbol fakultas yang dinamis, adaptif, dan visioner. Filosofi tersebut menggambarkan kemampuan F-STeM dalam merangkul berbagai disiplin ilmu.

Saat ini, F-STeM memiliki 10 program studi sarjana yang memadukan lima bidang sains dasar (basic science) sebagai warisan FMIPA dan lima bidang sains terapan (applied science) yang diarahkan pada pengembangan teknologi dan hilirisasi hasil riset.

“Hadirnya kata ‘teknologi’ dalam nama fakultas menjadi penegasan bahwa kami tidak hanya berfokus pada pengembangan sains dasar, tetapi juga mendorong penerapan hasil riset agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” jelasnya.

Sejumlah inovasi FSTeM dipamerkan

Dalam momentum Dies Natalis, F-STeM juga menampilkan berbagai produk inovasi hasil penelitian yang telah memasuki tahap hilirisasi. Produk-produk tersebut menjadi bukti bahwa pengembangan riset di lingkungan fakultas kini semakin diarahkan pada solusi aplikatif.

Selain memperkuat inovasi, F-STeM juga terus memperluas jejaring kerja sama nasional maupun internasional. Prof. Sukir mengungkapkan bahwa transformasi fakultas diiringi dengan pembenahan tata kelola yang lebih dinamis serta peningkatan kolaborasi riset global.

Sejumlah mitra internasional telah menjalin kerja sama dengan F-STeM, termasuk institusi dari Jepang yang menempatkan peralatan penelitian di Observatorium UB di Cangar sebagai bagian dari kolaborasi ilmiah.

“Kami akan terus memperkuat internasionalisasi, baik melalui kolaborasi riset, pendanaan internasional maupun kemitraan strategis. Transformasi ini juga menuntut tata kelola yang lebih adaptif, dinamis, dan visioner,” katanya.

Prof. Sukir optimistis, transformasi yang dimulai pada Dies Natalis ke-39 ini akan menjadi fondasi kuat bagi pengembangan F-STeM pada tahun-tahun mendatang. Ia berharap saat memasuki usia ke-40, fakultas telah menunjukkan berbagai capaian baru sebagai pusat pengembangan sains dan teknologi yang unggul.

“Jangan sekali-kali melupakan sejarah. MIPA tetap menjadi akar yang memperkuat kami, sementara F-STeM menjadi langkah baru untuk membentuk masa depan melalui inovasi dan teknologi,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *