Sketsamalang.com – Politeknik Negeri Malang (Polinema) terus memperkuat kapasitas akademik dan kepakaran dosen. Pada 2026, kampus vokasi tersebut menargetkan pengukuhan tujuh guru besar sekaligus menyiapkan program percepatan bagi dosen yang telah memenuhi persyaratan untuk meraih jabatan akademik profesor.
Direktur Polinema, Ir. Supriatna Adhisuwignjo, S.T., M.T., mengatakan, pihaknya masih berupaya menambah jumlah guru besar hingga akhir tahun.
“Insyaallah nanti tahun ini yang akan kita kukuhkan ada tujuh guru besar. Kami juga sedang berupaya sampai akhir tahun untuk menambah lagi beberapa guru besar,” ujar Supriatna.
Menurutnya, Polinema juga tengah menyiapkan program percepatan bagi dosen yang telah memenuhi persyaratan dan memiliki peluang untuk mencapai jabatan guru besar.
Program tersebut diharapkan dapat mendorong lebih banyak dosen mengembangkan kepakaran sekaligus memperkuat basis keilmuan di lingkungan Polinema.
“Ini menjadi salah satu bagian dari upaya kita untuk memperkuat keilmuan dan kepakaran yang ada di Kampus Polinema,” katanya.
Supriatna menegaskan, bertambahnya jumlah guru besar tidak hanya berkaitan dengan penguatan akademik, tetapi juga diarahkan untuk memberikan kontribusi nyata dalam menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat.
Dengan semakin beragamnya kepakaran, Polinema diharapkan mampu merumuskan pendekatan penyelesaian masalah yang lebih komprehensif, holistik, dan menyeluruh, terutama dalam menjawab kebutuhan industri, UMKM, serta masyarakat.
“Dengan banyaknya kepakaran, ini akan menjadi kekuatan baru bagi kita untuk membantu menyelesaikan problematika yang ada di industri, UMKM, dan masyarakat secara lebih komprehensif,” jelasnya.
Penguatan kepakaran tersebut juga akan diarahkan pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Polinema menyiapkan Pusat Riset dan Pusat Unggulan Teknologi sebagai wadah bagi para guru besar untuk berkontribusi melalui penelitian dan pengembangan teknologi.
Melalui pusat tersebut, para guru besar diharapkan dapat merumuskan berbagai target luaran penelitian dan menghasilkan produk unggulan yang memiliki kualitas serta manfaat nyata.
“Pusat Riset dan Pusat Unggulan Teknologi menjadi wadah bagi para guru besar untuk memberikan kontribusi dan berkiprah. Mereka akan merumuskan serta menetapkan target-target luaran yang dapat dihasilkan,” tutur Supriatna.
Ia berharap kolaborasi berbagai bidang keilmuan melalui pusat riset dan pusat unggulan teknologi dapat melahirkan produk-produk berkualitas dan menjadi produk unggulan Polinema pada masa mendatang.






