Studentpreneur Bootcamp 2026 Dorong Mahasiswa PTMA Bangun Bisnis Berbasis Potensi Lokal

Sketsamalang.com – Muhammadiyah Center for Entrepreneurship and Business Incubator Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (MCEBI PTMA) kembali menggelar Studentpreneur Bootcamp 2026. Program ini menjadi bagian dari upaya mencetak wirausaha muda yang inovatif, adaptif, dan mampu membangun bisnis berkelanjutan.

Mengusung tema “Entrepreneurial Mindset and Business Networking: Strategi Mengelola Bisnis Berkelanjutan”, kegiatan berlangsung selama tiga hari, 17–19 Juli 2026, di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan Taman Rekreasi Sengkaling, Kabupaten Malang.

Pembukaan Studentpreneur Bootcamp 2026 digelar di Hall GKB IV Lantai 9 UMM, Jumat (17/7/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah tokoh nasional, di antaranya Menteri Pertanian RI Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., serta Ketua MCEBI PTMA Dr. Endang Rudiatin, M.Si.

Program ini diikuti studentpreneur dari 40 lembaga inkubator bisnis dan kewirausahaan PTMA serta perwakilan perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah dari berbagai daerah di Indonesia.

Setiap kampus mengirimkan dua unit usaha mahasiswa dan satu dosen pendamping. Para peserta mengikuti rangkaian pelatihan intensif, kompetisi bisnis, mentoring, hingga business matching.

Ketua MCEBI PTMA, Dr. Endang Rudiatin, mengatakan Studentpreneur Bootcamp yang telah memasuki tahun keempat memberikan gambaran mengenai perkembangan usaha mahasiswa di lingkungan PTMA.

Menurutnya, sebagian besar usaha mahasiswa masih bergerak di sektor kuliner dan pangan. Namun, mulai muncul tren positif berupa pemanfaatan bahan baku lokal sebagai sumber inovasi produk.

“Dari empat kali penyelenggaraan bootcamp, kami melihat produk mahasiswa banyak bergerak di bidang kuliner. Tetapi sekarang mulai berkembang menjadi produk yang lebih kreatif dengan memanfaatkan potensi lokal, seperti ubi ungu, jagung, dan bahan pangan daerah lainnya. Mereka tidak lagi hanya bergantung pada tepung terigu,” ujar Endang.

Ia menilai, tren tersebut menunjukkan meningkatnya kesadaran mahasiswa untuk menciptakan produk inovatif sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional melalui pemanfaatan sumber daya lokal.

Perempuan Dominasi Bisnis Mahasiswa

Endang juga mengungkapkan bahwa perempuan masih mendominasi dunia usaha mahasiswa, khususnya pada sektor pangan.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi kekuatan tersendiri karena perempuan dinilai memiliki perhatian besar terhadap kualitas, keamanan, dan aspek kehalalan produk.

“Perempuan memiliki kelebihan dalam membangun bisnis berbasis halal dan thayyib. Tidak hanya pada makanan, tetapi juga kosmetik, minuman herbal, hingga produk kesehatan. Mereka cenderung lebih peduli terhadap aspek keamanan, kualitas, dan kehalalan produk,” jelasnya.

Ia menambahkan, konsep halal dan thayyib kini menjadi nilai tambah penting dalam dunia usaha. Konsumen tidak hanya mencari produk yang halal, tetapi juga sehat, aman, berkualitas, serta diproduksi secara bertanggung jawab.

Karena itu, MCEBI PTMA mendorong mahasiswa agar tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga membangun usaha yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Selama pelaksanaan bootcamp, peserta mendapatkan berbagai materi strategis. Di antaranya branding dan packaging untuk agripreneur muda, peluang industri pariwisata dan ekonomi kreatif, pemasaran digital, content creator, hingga strategi menembus pasar ekspor.

Peserta juga mengikuti mentoring bersama praktisi, seminar inspiratif, penjurian proposal bisnis, pembuatan video promosi, serta pameran produk.

Selain meningkatkan kompetensi, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk memperluas jejaring bisnis melalui pertemuan dengan pelaku industri, investor, pemerintah, dan sesama wirausaha muda.

Kewirausahaan Jadi Gerakan Lintas Disiplin

Endang menjelaskan, MCEBI PTMA merupakan organisasi yang relatif baru di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Sebelumnya, pembinaan kewirausahaan berada di bawah Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis PTMA.

Namun, seiring berkembangnya mata kuliah kewirausahaan yang kini diajarkan hampir di seluruh fakultas, pengelolaan kewirausahaan kemudian berada di bawah Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah.

“Ini menjadi kekuatan baru bagi PTMA. Kewirausahaan tidak lagi menjadi domain Fakultas Ekonomi dan Bisnis saja, tetapi menjadi gerakan bersama lintas disiplin ilmu. Karena itu, pembinaan entrepreneur mahasiswa juga semakin luas dan terintegrasi,” katanya.

Melalui Studentpreneur Bootcamp 2026, MCEBI PTMA berharap semakin banyak wirausaha muda lahir dengan kemampuan menghadirkan inovasi berbasis potensi lokal.

Program ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan bisnis berkelanjutan, memperkuat ekonomi masyarakat, serta berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Di sisi lain, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun ekosistem kewirausahaan nasional yang tangguh dan berdaya saing global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *