Refleksi Hari Jadi Jatim, Dr. Sri Untari Tekankan Ekonomi Kerakyatan dan Pembangunan Inklusif

Sketsamalang.com, SURABAYA – Peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Timur menjadi momentum untuk memperkuat arah pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Di tengah tantangan ekonomi yang terus berkembang, penguatan ekonomi kerakyatan, regenerasi petani, hingga pembangunan inklusif dinilai menjadi bagian penting untuk mewujudkan Jawa Timur yang tangguh dan berkelanjutan.

Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur sekaligus Penasihat Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim, Dr. Sri Untari Bisowarno, M.AP., mengatakan ketangguhan Jawa Timur tidak hanya diukur dari capaian ekonomi makro, tetapi juga dari kemampuan masyarakat di tingkat akar rumput untuk bertahan, berkembang, dan mandiri.

Menurutnya, semangat “Jatim Tangguh, Terus Bertumbuh” serta spirit JATIM BISA — Berdaya, Inklusif, Sinergis, Adaptif harus diterjemahkan ke dalam kebijakan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Sebagai Anggota DPRD dan Dewan Penasihat DEKOPINWIL Jawa Timur, saya melihat tema Jatim Tangguh, Terus Bertumbuh serta spirit JATIM BISA adalah jawaban konkret atas berbagai tantangan ekonomi saat ini,” ujar Sri Untari di Surabaya.

Sri Untari menilai sektor riil dan ekonomi kerakyatan perlu menjadi salah satu fondasi utama pembangunan Jawa Timur. Koperasi, UMKM, dan sektor pertanian, kata dia, harus terus diperkuat agar masyarakat memiliki daya tahan ekonomi yang lebih baik.

Berangkat dari aktivitas agribisnis dan kepeduliannya terhadap regenerasi pertanian di wilayah Ngantang, Kabupaten Malang, Sri Untari juga menyoroti pentingnya keberadaan petani milenial.

Menurutnya, regenerasi petani merupakan kebutuhan strategis untuk menjaga keberlanjutan sektor pertanian sekaligus memperkuat kedaulatan pangan daerah.

Generasi muda, lanjutnya, memiliki peluang besar membawa inovasi ke sektor pertanian melalui pemanfaatan teknologi dan pendekatan bisnis yang lebih modern. Namun, potensi tersebut membutuhkan dukungan konkret dari pemerintah.

“Petani milenial harus diberikan akses terhadap modal, teknologi pertanian, sekaligus kepastian pasar. Jangan sampai anak-anak muda yang ingin terjun ke sektor pertanian justru terkendala karena tidak memiliki dukungan yang memadai,” ujarnya.

Ia menilai penguatan ekosistem pertanian tidak cukup hanya melalui peningkatan produksi. Rantai distribusi, akses pembiayaan, penguasaan teknologi, hingga pemasaran hasil pertanian juga harus menjadi perhatian.

Selain sektor ekonomi dan pangan, Sri Untari menekankan pentingnya pembangunan manusia yang inklusif. Salah satunya melalui pemenuhan hak dan kesempatan yang setara bagi penyandang disabilitas.

Ia mengatakan semangat inklusivitas yang menjadi bagian dari JATIM BISA harus diwujudkan dalam kebijakan dan fasilitas yang dapat dirasakan langsung masyarakat.

Beberapa di antaranya berupa penyediaan fasilitas publik yang ramah disabilitas, kesetaraan akses pendidikan dan pelatihan vokasi, hingga pembukaan kesempatan kerja yang lebih adil, baik melalui sektor formal maupun pemberdayaan UMKM.

“Pembangunan Jawa Timur tidak boleh meninggalkan siapa pun. Saudara-saudara kita penyandang disabilitas harus mendapatkan ruang yang setara untuk mandiri dan berkarya. Pertumbuhan ekonomi yang kita capai harus merata dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat,” tegasnya.

Sri Untari menambahkan, kolaborasi antara pemerintah, legislatif, dunia usaha, koperasi, komunitas, dan masyarakat perlu terus diperkuat. Sinergi tersebut penting agar kebijakan pembangunan mampu beradaptasi dengan perubahan sekaligus menjawab kebutuhan riil masyarakat.

Baginya, ekonomi kerakyatan berbasis koperasi dan UMKM yang terbuka bagi seluruh kelompok masyarakat merupakan salah satu pilar penting menuju kemandirian Jawa Timur.

“Semangat bertumbuh harus dibarengi dengan semangat berbagi ruang dan kesempatan. Dengan begitu, Jatim Tangguh bukan hanya tentang pertumbuhan, tetapi juga tentang pemerataan dan keberdayaan masyarakat,” pungkasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *