Sketsamalang.com — Film horor Kuasa Gelap: Perjanjian Darah meraih sekitar 176.530 penonton dalam dua hari pertama penayangannya di bioskop Indonesia. Berdasarkan data Cinepoint yang menjadi acuan naskah ini, sekuel Kuasa Gelap (2024) tersebut mengumpulkan 95.514 penonton pada Kamis, 8 Oktober 2026, dan 81.016 penonton pada Jumat, 9 Oktober 2026.
Disutradarai Rizal Mantovani, film produksi Paragon Pictures, Ideosource Entertainment, dan Virtuelines Entertainment ini dibintangi Lukman Sardi sebagai Romo Rendra, Jerome Kurnia sebagai Romo Thomas, serta Venly Arauna sebagai Daniel.
Teror Rephaim dan Akting Venly Arauna Jadi Sorotan
Kuasa Gelap: Perjanjian Darah menghadirkan entitas kuno bernama Rephaim yang merasuki Daniel dan membawa ancaman lebih luas daripada film pertamanya. Sutradara Rizal Mantovani menjelaskan bahwa teror tersebut tidak hanya menyasar satu keluarga.
“Di film ini, ada karakter yang membawa teror sangat besar, dari sebuah entitas kuno, bernama Rephaim. Rephaim sebenarnya terikat pada dominion (wilayah) lokasi tempat mereka berada. Sebab itu, di film ini, terornya bukan hanya pada satu keluarga tapi seluruh kota,” kata Rizal Mantovani yang dilansir Harian Jogja.
Aspek visual dan akting menjadi sorotan sejumlah ulasan awal. IDN Times memberikan nilai 3,8 dari 5, sedangkan Teater.co menyoroti penampilan Venly Arauna yang dinilai mampu menggambarkan ketakutan dan tekanan emosional Daniel.
Liputan6 melalui ulasan Ratnaning Asih juga memuji performa aktor muda tersebut.
“Performanya menjadi salah satu poin terkuat dari film ini. Bila Venly mampu mempertahankan momentum dan kualitas akting, tak mustahil rasanya namanya akan meroket sebagai bintang baru di layar lebar,” tulis Ratnaning Asih.
Baca juga:
Pulang Kampung, Film Musikal yang Menghidupkan Pesona Budaya Batak
Venly mengaku sempat menghadapi tantangan berat selama syuting. “Aku memainkan karakter Daniel, yang di mana aku sempat bilang di hari ketiga, aku udah hampir menyerah. Ada suara kecil kayak, ‘It’s okay, give up… You can’t do it, bro,’” kenangnya dalam konferensi pers.
Sementara itu, Lukman Sardi mengungkapkan bahwa perannya sebagai Romo Rendra membuatnya merefleksikan hubungan manusia dengan iman.
“Di momen-momen itulah saya juga berefleksi bahwa manusia kerap menemukan keraguan terhadap imannya, dan kita ragu akan Kuasa Tuhan. Film ini mengingatkan kita kembali betapa besarnya Kuasa Tuhan menyelamatkan kita dari keraguan,” ujarnya.
Film berdurasi 117 menit ini mendapat klasifikasi usia R13 dari Lembaga Sensor Film. Dengan teror yang diperluas hingga menyentuh skala kota, ditambah penampilan Venly Arauna yang banyak mendapat pujian dari kritikus, Kuasa Gelap: Perjanjian Darah berhasil membawa kisah eksorsisme ke level yang lebih besar dan lebih kompleks. Film ini tidak hanya melanjutkan perjalanan Romo Rendra dan Romo Thomas, tetapi juga menghadirkan konflik spiritual yang lebih dalam serta ancaman yang jauh lebih mengancam daripada sebelumnya.







