FBiPK UB Gelar ICAFOSY 2026, Perkuat Sinergi Internasional untuk Ketahanan Air, Energi, dan Pangan

Sketsamalang.com, MALANG – Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan (FBiPK) Universitas Brawijaya (UB) memperkuat kolaborasi akademik internasional melalui penyelenggaraan The 6th International Conference on Agriculture and Food Sustainability (ICAFOSY 2026), pada 8–9 Oktober 2026.

Mengusung tema “Bridging the Nexus: Innovative Pathways for Water, Energy, and Food Security in a Changing Climate”, konferensi ini mempertemukan akademisi dan peneliti dari berbagai negara untuk membahas inovasi dalam menghadapi tantangan ketahanan air, energi, dan pangan di tengah perubahan iklim.

Diselenggarakan Departemen Sosial Ekonomi Pertanian FBiPK UB, agenda ini menghadirkan lima akademisi internasional dari Indonesia, Australia, Filipina, Taiwan, dan Jepang. Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Dies Natalis ke-64 Universitas Brawijaya, dengan FBiPK sebagai tuan rumah pada 2026.

Forum ini menjadi wadah pertukaran hasil penelitian, gagasan, dan pengalaman lintas negara untuk mendukung pengembangan pertanian serta sistem pangan yang berkelanjutan.

Perubahan Iklim Butuh Pendekatan Terintegrasi

Rangkaian pembukaan ICAFOSY 2026 diawali laporan Ketua Panitia, Dwi Retnoningsih, S.P., M.P., Ph.D., mengenai tujuan dan arah penyelenggaraan konferensi.

Ketahanan air, energi, dan pangan menjadi isu utama yang diangkat karena ketiganya saling berkaitan. Perubahan iklim tidak hanya memengaruhi ketersediaan air dan produktivitas pertanian, tetapi juga berdampak terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat.

Karena itu, penyelesaiannya membutuhkan pendekatan ilmiah yang terintegrasi, inovasi teknologi, serta kolaborasi lintas disiplin dan negara.

Konferensi ini diharapkan memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam menghasilkan penelitian yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, terutama untuk membantu sektor pertanian, pengelolaan sumber daya alam, dan pembangunan perdesaan menghadapi tekanan perubahan iklim.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kewirausahaan Mahasiswa UB, Dr. Setiawan Noerdajasakti, S.H., M.H., turut hadir memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan mewakili Rektor Universitas Brawijaya.

Kehadiran pimpinan universitas tersebut menegaskan dukungan institusi terhadap penguatan jejaring akademik global, peningkatan kualitas penelitian, serta pengembangan inovasi yang berorientasi pada keberlanjutan.

ICAFOSY 2026 juga selaras dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), terutama tujuan ketahanan pangan, pengelolaan air bersih, energi berkelanjutan, penanganan perubahan iklim, dan kemitraan global.

Dekan FBiPK UB menyampaikan pemaparan

Lima Akademisi Bahas Tantangan Pertanian Global

Selama dua hari pelaksanaan, ICAFOSY 2026 menghadirkan lima narasumber dengan keahlian beragam, mulai dari sosiologi perdesaan, ekonomi sumber daya air, perlindungan petani, pertanian cerdas, ekonomi sirkular, hingga pemasaran produk.

Pada hari pertama, Kamis (8/10/2026), Dekan FBiPK UB, Prof. M. Purnomo, S.P., M.Si., Ph.D., membawakan materi bertajuk “How Climate Shifting Rural Dynamics: A Sociological Analysis of Climate Change Impacts on Farming Societies.”

Materi tersebut mengulas dampak perubahan iklim terhadap dinamika masyarakat pertanian, termasuk perubahan pola produksi, hubungan sosial, serta kemampuan petani beradaptasi terhadap tekanan lingkungan.

Selanjutnya, Prof. Sarah Wheeler, Matthew Flinders Professor of Water Economics dari Flinders University, Australia, membahas “From Saving Water to Sharing Water: Demand Management for a Water-Bankrupt World.”

Paparan ini menyoroti pentingnya pengelolaan permintaan dan pembagian sumber daya air secara lebih efektif ketika ketersediaannya semakin terbatas.

Sementara itu, Zyra May Homes-Centino, Ph.D., dari Visayas State University, Filipina, mengangkat topik “Farmer-Centered Crop Insurance for Climate Resilience: Evidence from Vegetable Growers in Leyte, Philippines.”

Pembahasan tersebut menekankan pendekatan asuransi pertanian yang berpusat pada kebutuhan petani sebagai salah satu strategi untuk menghadapi risiko perubahan iklim.

Pada hari kedua, Jumat (9/10/2026), konferensi dilanjutkan dengan paparan Prof. J.C. Leong dari National Pingtung University of Science and Technology, Taiwan, bertajuk “Smart Agriculture & Circular Economy: Transforming Waste into Climate Solutions.”

Materi ini mengulas peluang integrasi teknologi pertanian cerdas dan ekonomi sirkular untuk meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya sekaligus mengembangkan solusi atas persoalan lingkungan.

Narasumber berikutnya, Prof. Wirawan Dony Dahana dari University of Osaka, Jepang, membawakan kajian “Impact of Health Claims on New Product Diffusion and Lifetime: A Quasi-Experimental Study.”

Penelitian tersebut membahas pengaruh klaim kesehatan terhadap penyebaran dan siklus hidup produk baru. Perspektif ini memperluas diskusi keberlanjutan dengan melihat hubungan antara perilaku konsumen, strategi pemasaran, dan dinamika pasar.

Beragam perspektif tersebut memberikan ruang bagi peserta untuk memahami tantangan pertanian dan sistem pangan global dari sisi sosial, ekonomi, teknologi, hingga perilaku konsumen.

FBiPK UB dan Kampus Filipina Perkuat Kerja Sama

Selain diskusi ilmiah dan presentasi paralel, ICAFOSY 2026 juga mencantumkan agenda penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Dekan FBiPK UB dan Visayas State University (VSU), Filipina.

Kerja sama tersebut menjadi langkah untuk memperkuat hubungan kelembagaan internasional sekaligus membuka peluang kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan kapasitas akademik. Implementasi selanjutnya akan mengikuti ruang lingkup kesepakatan kedua institusi.

Sesi diskusi dan presentasi paralel juga memberikan kesempatan kepada peserta untuk memaparkan hasil penelitian, mendapatkan masukan akademik, serta membangun jejaring dengan peneliti dari berbagai latar belakang keilmuan.

Melalui forum tersebut, FBiPK UB berupaya memperluas ruang kolaborasi ilmiah yang dapat mendorong lahirnya penelitian dan inovasi untuk menjawab tantangan keberlanjutan.

Penyelenggaraan ICAFOSY ke-6 sekaligus menegaskan peran FBiPK UB dalam membangun ekosistem akademik yang terbuka terhadap kerja sama internasional dan responsif terhadap persoalan pembangunan.

Dengan mengintegrasikan perspektif sosial, ekonomi, pertanian, teknologi, dan lingkungan, konferensi ini diharapkan dapat memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam mewujudkan sistem pertanian yang tangguh, pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab, serta ketahanan air, energi, dan pangan bagi generasi mendatang.

#UnviersitasBrawijaya_SDG1; #UnviersitasBrawijaya_SDG2; #UnviersitasBrawijaya_SDG6; #UnviersitasBrawijaya_SDG13; #UnviersitasBrawijaya_SDG17;
#DiesnatalisUB64

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *