DPC PKB Kota Malang Buka Musancab, Hikmah Bafaqih Tekankan Pentingnya Menjaga Soliditas

Sketsamalang.com – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Malang membuka Musyawarah Anak Cabang (Musancab) dengan sarasehan bertajuk “Cerdas Memilih, Bijak Mengawal, Hijaukan Jawa Timur”, Minggu (16/8/2026).

Kegiatan yang digelar di Hotel Asscent Kota Malang mulai pukul 08.00 hingga 13.00 WIB tersebut menjadi momentum konsolidasi sekaligus regenerasi kepengurusan PKB di tingkat kecamatan.

Ratusan peserta mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas jajaran DPC PKB Kota Malang periode 2022–2026, Dewan Syuro, pengurus Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC), serta pengurus Dewan Pengurus Ranting (DPRt) PKB se-Kota Malang.

Sejumlah anggota Fraksi PKB DPRD Kota Malang turut hadir, yakni Ketua Fraksi Saniman Wafi, S.Tr.Par., Muhammad Anas Muttaqin, S.Psi., M.Psi., Putri Aidillah Nurfitriyah Kriswanto, S.H., Drs. H. Fathol Arifin, M.H., Arief Wahyudi, S.H., Abd. Wahid, dan Ike Kisnawati, S.H.

Musancab tidak sekadar menjadi forum penyegaran struktur organisasi. Kegiatan tersebut juga diarahkan sebagai ruang untuk memperkuat kembali arah perjuangan partai, mulai dari tingkat kecamatan hingga ranting.

Ketua DPC PKB Kota Malang, Hj. Hikmah Bafaqih, M.Pd., menekankan pentingnya menjaga soliditas seluruh jajaran pengurus. Menurutnya, kekuatan struktur organisasi merupakan modal penting bagi PKB untuk menjalankan agenda politik sekaligus memperkuat kehadiran partai di tengah masyarakat.

“Soliditas pengurus akan menjadi tulang punggung keberhasilan PKB Kota Malang. Karena itu, siapa pun yang nantinya mendapat amanah dalam kepengurusan harus tetap berada dalam satu barisan perjuangan,” ujar Hikmah.

Ketua DPC PKB Kota Malang, Hj. Hikmah Bafaqih, M.Pd.

Ia menegaskan, Musancab tidak boleh dimaknai sebatas pergantian maupun pengisian struktur organisasi. Lebih dari itu, forum tersebut harus menjadi momentum untuk memastikan kader terus bekerja dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, dalam sambutan atas nama Ketua DPW PKB Jawa Timur, Sekretaris Dewan Syuro DPW PKB Jawa Timur Dr. Ahmad Atoillah, M.IP., menegaskan bahwa Musancab merupakan bagian penting dari konsolidasi kekuatan partai.

Musancab, kata dia, bukan sekadar kegiatan seremonial atau momentum pergeseran personel kepengurusan. Forum tersebut harus menjadi ruang konsolidasi, penetapan target pemenangan, sekaligus pelurusan arah perjuangan partai agar menghasilkan kemenangan berkelanjutan dan memberikan kemanfaatan bagi masyarakat.

DPAC dan ranting juga ditempatkan sebagai bagian penting dari kekuatan PKB. Struktur di tingkat kecamatan dan ranting menjadi ruang bagi kader untuk ditempa, bekerja di tengah masyarakat, mencari solusi, serta menghadirkan PKB secara nyata.

Semangat “PKB Naik Kelas” juga ditekankan agar tidak berhenti sebagai slogan. PKB didorong bertransformasi dari kegiatan seremonial menuju kegiatan yang berdampak, dari diskusi menjadi solusi, serta dari kata-kata menjadi kerja nyata.

Dalam forum tersebut, terdapat empat agenda besar yang perlu menjadi perhatian jajaran PKB.

Pertama, memperkuat regenerasi kepemimpinan. Kedua, memperkuat transformasi digital dan penguasaan ruang informasi. Ketiga, memulai kerja politik menuju Pemilu 2029 sejak sekarang. Keempat, memperkuat sistem kaderisasi secara berkelanjutan.

Kaderisasi disebut sebagai jantung organisasi. Karena itu, DPAC diharapkan mampu menjadi ujung tombak yang melahirkan kader ideologis, loyal, kompeten, dan berintegritas.

Jajaran PKB yang nantinya menjalankan kepengurusan di tingkat kecamatan juga diarahkan memegang empat pilar politik, yakni politik kehadiran, politik pelayanan, politik keteladanan, dan politik kepemimpinan.

Politik kehadiran berarti kader harus berada di tengah masyarakat, bukan hanya ketika masa kampanye. Politik pelayanan mendorong struktur partai menjadi institusi yang membantu masyarakat menyelesaikan berbagai persoalan.

Sementara itu, politik keteladanan menempatkan kader sebagai contoh melalui sikap santun, jujur, dan berintegritas. Adapun politik kepemimpinan mendorong kader berani memimpin gagasan dan menjadi penggerak perubahan di wilayah masing-masing.

Seluruh kerja organisasi tersebut pada akhirnya diarahkan pada satu tujuan, yakni menghadirkan kemanfaatan bagi rakyat.

“Setiap Orang Ada Masanya, Setiap Masa Ada Orangnya”

Rangkaian sambutan dalam pembukaan Musancab juga menegaskan bahwa pergantian atau penyegaran kepengurusan tidak seharusnya dipandang sebagai persoalan mengenai siapa yang mendapatkan posisi dan siapa yang tidak lagi berada dalam struktur.

Prinsip yang ditekankan adalah “setiap orang ada masanya, setiap masa ada orangnya.”

Perubahan struktur hendaknya dipandang sebagai bagian dari proses regenerasi organisasi. Jabatan bukan tujuan akhir, melainkan amanah yang harus dijalankan untuk memperkuat perjuangan partai.

Bagi kader PKB, pengabdian tidak berhenti ketika seseorang tidak lagi berada dalam posisi tertentu. Pengabdian tetap dapat dilakukan melalui berbagai ruang dan peran sesuai kebutuhan organisasi dan masyarakat.

Karena itu, Musancab PKB Kota Malang diharapkan tidak hanya menghasilkan struktur kepengurusan baru, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan seluruh kader.

Soliditas tersebut menjadi modal untuk memastikan PKB tetap hadir di tengah masyarakat Kota Malang, mendengar aspirasi, memberikan pelayanan, serta mengawal kebijakan agar memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *