Dies Natalis ke-65, FEB UB Catat Serapan Lulusan 100 Persen pada 2025

Sketsamalang.com – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB) mencatat tingkat serapan lulusan mencapai 100 persen pada 2025. Capaian tersebut meningkat signifikan dibandingkan 2024 yang berada di angka 65 persen.

Dekan FEB UB, Prof. Abdul Ghofar, S.E., M.Si., M.Acc., DBA., Ak., CA. menyampaikan capaian tersebut dalam perayaan Dies Natalis ke-65 dan Lustrum XIII FEB UB di Auditorium Lantai 2 Gedung Pandhita Majapahit UB, Senin (19/10/2026).

Berdasarkan studi penelusuran lulusan (tracer study), seluruh lulusan FEB UB tahun 2025 terserap di pasar kerja dalam waktu kurang dari satu tahun atau maksimal satu tahun setelah lulus, baik bekerja di industri maupun menjadi wirausahawan.

“Pada 2025, tingkat serapan lulusan FEB UB mencapai 100 persen. Seluruh lulusan terserap di pasar kerja dalam waktu kurang dari satu tahun atau maksimal satu tahun,” ujar Prof. Abdul Ghofar.

Capaian tersebut tidak terlepas dari sejumlah langkah strategis fakultas dalam menyiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja. Salah satunya melalui penyesuaian kurikulum yang mewajibkan mahasiswa mengikuti program magang minimal satu semester sebelum lulus.

Selain itu, FEB UB menerapkan kelas three-in-one yang melibatkan dosen internal, dosen asing, dan praktisi industri. Fakultas juga memperluas kerja sama dengan perusahaan-perusahaan besar untuk mendukung pemenuhan kebutuhan tempat magang mahasiswa.

“Kami mewajibkan mahasiswa mengikuti program magang minimal satu semester sebelum lulus. Selain itu, ada kelas three-in-one yang melibatkan dosen internal, dosen asing, dan praktisi industri,” jelasnya.

Dekan FEB UB, Prof. Abdul Ghofar, S.E., M.Si., M.Acc., DBA., Ak., CA.

Upaya tersebut menjadi penting karena FEB UB memiliki jumlah mahasiswa yang cukup besar. Dalam satu angkatan, terdapat sekitar 1.000 mahasiswa yang membutuhkan tempat magang.

Dalam perayaan Dies Natalis ke-65 dan Lustrum XIII, FEB UB juga memperkenalkan perubahan misi menjadi “To educate future leaders in business and economics”, yang berarti mendidik calon pemimpin masa depan di bidang bisnis dan ekonomi.

Misi tersebut menjadi landasan fakultas untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga memiliki kompetensi untuk memimpin di bidang ekonomi dan bisnis.

“Kami ingin menggali wawasan dari Wakil Menteri mengenai kompetensi apa saja yang harus dimiliki pemimpin masa depan di bidang bisnis dan ekonomi, agar sejalan dengan misi baru FEB UB,” ungkapnya.

Melalui misi baru tersebut, FEB UB berupaya menyelaraskan pengembangan pendidikan dengan kebutuhan dunia usaha serta tantangan ekonomi pada masa mendatang.

Selain capaian serapan lulusan, FEB UB mencatat sejumlah prestasi akademik. Salah satunya adalah keberhasilan tiga bidang studi terkait masuk dalam pemeringkatan QS World University Rankings by Subject pada 2024.

Ketiga bidang studi tersebut adalah Economics and Econometrics yang berada di peringkat 451–500, Finance and Accounting di peringkat 301–375, serta Business and Management di peringkat 451–500.

Di bidang penelitian, jumlah publikasi internasional FEB UB meningkat 97 persen dalam tiga tahun terakhir. Kualitas publikasi juga terus meningkat, terutama pada jurnal yang terindeks Scopus Q1 dan Q2.

Sementara itu, mahasiswa FEB UB telah menghasilkan sekitar 275 karya yang memiliki hak cipta. Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong inovasi dan produktivitas akademik di lingkungan fakultas.

Memasuki usia ke-65 tahun, FEB UB terus memperkuat kualitas pendidikan, memperluas kolaborasi dengan industri, dan meningkatkan kompetensi lulusan untuk menjawab kebutuhan dunia kerja serta mencetak pemimpin masa depan di bidang ekonomi dan bisnis.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *