Apakah kalian tau bahwa hidup bukan suatu perlombaan, melainkan proses melewati jalan yang hampa, kosong, sunyi dan sendirian. Kita tidak perlu terburu-buru mencapai garis finis kehidupan. Karena kalian tidak sedang berlomba lari. Takdir kalian berbeda, tidak sama. Bahkan waktu kematian kalian pun berbeda.
Terkadang kita harus tau makna dari sebuah kata, ada waktu yang harus dirasa, ada perut yang harus diisi, ada jiwa yang harus dirawat.
Beberapa dari kalian hanya fokus bagaimana bekerja keras untuk hidup, tapi di sisi lain ada roh yang minta dipeluk setiap hari. Pasti di antara kalian setiap kali napas ditarik, ada rasa berat yang menekan, begitu pelik. Seperti memikul langit yang akan turun badai.
Manusia hidup bukan hanya semata untuk sampai pada tujuan, tapi juga memastikan jika hati tak lekas berhenti. Bertahan hidup bukan sekedar kita bernapas panjang. Kalian harus menjaga cahaya kalian.. agar kalian tidak berada di kegelapan.
Jangan padamkan lampu kalian, nyalakan dan terangkanlah. Adakalanya langkah kita terasa berat, sebab pikiran yang berisik saat dunia menghakimi. Tidak ada salahnya jika sesekali kau ingin singgah sebentar. Meredahkan amarah yang meledak-ledak. Jika lukamu belum sembuh, rawatlah demi hari esok yang lebih cerah.
Hei.. sehatmu bukan hanya tentang fisik yang bugar, Tapi tentang senyum yang jika dilihat terasa tenang. Teruslah berjalan, beriringan dengan waktu, peluklah diri sendiri, hadapi setiap langkah yang baru. Bekerjalah sampai kau lelah, tapi jangan lupakan jiwamu yang juga membutuhkan perhatianmu.
Nikmati perjalanan kalian, rasakan sakit dari perjuangan dan pengorbanan. Jika luka, cepat tambal dengan rasa syukur dan bahagia. Jangan memojok di sudut gelap. Bangkit dan capailah bulan. Bawa kunang-kunang untuk menemani rasa sedihmu. Agar kau tidak kesepian.






