Sketsamalang.com – Lee Seon-u (Han So-hee) merupakan CEO muda ambisius yang berhasil mengembangkan perusahaan rintisan fesyen bernama WOO22 hingga mencapai omzet 10 miliar won hanya dalam tiga tahun. Namun, kesibukannya mengelola bisnis dan menghadapi tekanan dari berbagai pihak membuat kehidupan pribadinya ikut terbebani.
Di sisi lain, Kim Gi-ho (Choi Min-sik) adalah pria yang kembali memasuki dunia kerja setelah pensiun. Dengan pengalaman kerja selama 37 tahun, ia melamar posisi silver intern di WOO22. Meski memiliki pengalaman panjang, Gi-ho tetap harus memulai dari bawah dan beradaptasi dengan budaya kantor yang didominasi generasi muda.
Pertemuan keduanya menghadirkan dinamika menarik di lingkungan kerja. Gi-ho membawa ketenangan dan kebijaksanaan dari pengalaman hidupnya, sementara Seon-u memiliki semangat serta cara berpikir yang lebih modern. Seiring berjalannya waktu, hubungan mereka berkembang menjadi ikatan yang saling mendukung di tengah persoalan pekerjaan maupun kehidupan pribadi.
Choi Min-sik dan Han So-hee Bangun Chemistry Antargenerasi
Menurut Choi Min-sik, karakter Gi-ho sengaja dibuat lebih dekat dengan sosok ayah Korea.
“Saya ingin membuatnya seperti ayah Korea. Ada momen di mana orang dewasa bilang, ‘Saya bilang begini karena kamu seperti anak saya.’ Orang Barat mungkin merasa aneh,” ujar Choi dalam wawancara dengan The Korea Herald.
Han So-hee juga mengaku sangat bersemangat mendapat kesempatan beradu akting dengan aktor senior tersebut.
“Kapan lagi dalam hidup saya bisa main film bareng Choi Min-sik?” katanya, seperti dilansir The Korea Herald.
Kekuatan film ini turut mendapat perhatian dalam ulasan Yonhap News Agency, yang menyoroti penampilan kedua pemeran utama.
“Kekuatan film ini sebenarnya datang dari pemeran utamanya. Choi dan Han menghadirkan chemistry yang luar biasa dan menjadi jangkar cerita,” tulis Yonhap News Agency dalam ulasannya.
Choi Min-sik juga menilai adaptasi Korea ini berupaya menghadirkan pendekatan tersendiri dalam menggambarkan hubungan antargenerasi.
“Ini soal mengubah konflik dan rekonsiliasi antar-generasi dengan cara kita sendiri,” kata Choi Min-sik, seperti dikutip The Korea Herald.
Baca juga:
The King’s Warden Dominasi Box Office Korea Selatan, Tembus 6 Juta Penonton
Remake Korea dengan Sentuhan Budaya Lokal
Berbeda dari film aslinya yang berlatar perusahaan fesyen di Amerika Serikat, versi Korea menghadirkan dinamika hubungan senior dan junior yang lekat dengan budaya kerja setempat. Perbedaan usia, cara berkomunikasi, hingga kebiasaan di kantor menjadi bagian dari konflik yang membangun cerita.
Film ini disutradarai Kim Do-young dan turut dibintangi Kim Jun-han, Ryu Hye-young, Kim Geum-soon, serta sejumlah aktor lainnya. Adaptasi tersebut tetap mempertahankan inti cerita tentang hubungan dua generasi yang saling belajar, tetapi menghadirkannya melalui konteks sosial Korea Selatan.
The Intern versi Korea resmi tayang di bioskop Indonesia mulai 30 Oktober 2026.







