Ning Lia dan Emil Dardak Bicara Masa Depan Pembangunan Jawa Timur di Munas IKA UPN Veteran

Sketsamalang.com, SURABAYA – Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menekankan pentingnya kesinambungan kepemimpinan dan pembangunan Jawa Timur untuk memastikan keberlanjutan program yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Hal itu disampaikannya dalam Musyawarah Nasional (Munas) Ikatan Alumni (IKA) UPN Veteran Indonesia di The Trans Luxury Hotel, Surabaya, Sabtu (17/10/2026).

Senator yang akrab disapa Ning Lia tersebut mengawali sambutannya dengan pantun yang ditujukan kepada Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak. Momen itu menjadi pembuka pesan tentang pentingnya menjaga arah pembangunan daerah sekaligus memperkuat kolaborasi menuju Indonesia Emas 2045.

Ning Lia mengaitkan pesan tersebut dengan peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur dan arah pembangunan yang disampaikan Gubernur Khofifah Indar Parawansa melalui visi Jatim unggul, maju, dan berkelanjutan.

Ia juga menyinggung pandangan Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman dalam Rapat Paripurna Istimewa peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur mengenai pentingnya kelincahan gubernur dalam menjalankan kepemimpinan.

Menurut Ning Lia, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari capaian saat ini, tetapi juga dari kemampuan menjaga kesinambungan program agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

Dalam konteks tersebut, ia menyinggung pentingnya pemimpin yang memahami arah dan kebutuhan pembangunan Jawa Timur.

Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama

Selain membahas kepemimpinan daerah, Ning Lia menyoroti peran UPN Veteran sebagai Kampus Bela Negara yang mempertemukan mahasiswa dari beragam latar belakang sosial, budaya, dan pemikiran.

“Ketika sebuah institusi pendidikan mampu mengolaborasikan berbagai keberagaman dalam semangat persatuan, di situlah kekuatan kebangsaan sesungguhnya. Dan UPN Veteran menjadi salah satu jawabannya,” ungkap Ning Lia.

Ia berharap UPN Veteran terus berkembang sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya menghasilkan lulusan unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kepekaan sosial, dan kemampuan kepemimpinan.

Ning Lia juga menekankan pentingnya penerapan prinsip meritokrasi agar generasi muda memiliki kesempatan berkembang berdasarkan kemampuan, kompetensi, dan prestasi.

Menurutnya, penguatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penting dalam menyiapkan generasi yang mampu berkontribusi terhadap pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyoroti pentingnya pengembangan ekonomi berbasis pengetahuan atau knowledge-based economy.

“Solusinya memang selalu dengan menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi. Jadi, knowledge-based economy sangat penting didorong,” ujar Emil.

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya ilmu pengetahuan dan teknologi dalam mendorong pembangunan serta meningkatkan daya saing ekonomi.

Munas IKA UPN Veteran Indonesia tersebut turut dihadiri anggota DPR RI Reni Astuti, Rektor UPN Veteran Jawa Timur Prof. Akhmad Fauzi, Wakil Rektor III Prof. Lukman Arif, serta KH. Zahrul Azhar Asumta atau Gus Hans.

Dalam musyawarah tersebut, RM Bramastyo Kusumonegoro dipercaya menjadi Ketua IKA UPN Veteran Indonesia periode 2026–2031 melalui mekanisme pergiliran kepemimpinan antardaerah.

Ning Lia berharap jejaring alumni UPN Veteran terus memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan dapat mendukung pembangunan nasional sekaligus mempersiapkan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *