Sketsamalang.com, SURABAYA – Keterbukaan dan respons cepat Polrestabes Surabaya dalam menangani sengketa penguasaan ruko mendapat apresiasi dari Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Hj. Lia Istifhama, M.E.I.
Apresiasi itu disampaikan Ning Lia saat bertemu Wakapolrestabes Surabaya AKBP Rosyid Hartanto yang mewakili Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfi Sulistiawan, Jumat (11/9).
Pertemuan tersebut membahas perkembangan penanganan perkara sekaligus menyamakan pemahaman mengenai rangkaian peristiwa yang terjadi dalam sengketa tersebut.
Menurut Ning Lia, kesediaan kepolisian membuka ruang komunikasi dan menerima aspirasi masyarakat merupakan bentuk pelayanan publik yang positif. Dialog secara langsung dinilai penting agar informasi yang beredar tidak hanya bersumber dari narasi di media sosial.
“Kami memberikan dukungan terhadap setiap langkah positif yang dilakukan Polrestabes Surabaya. Ketika komunikasi dibuka, masyarakat bisa memperoleh penjelasan secara utuh dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang hanya melihat persoalan dari satu sisi,” ujar Ning Lia.
Sementara itu, AKBP Rosyid menjelaskan, sengketa tersebut berkaitan dengan penguasaan ruko yang sebelumnya telah melalui proses lelang.
Perselisihan kemudian berkembang setelah terjadi sejumlah tindakan, mulai dari penguncian dan pendudukan tempat, penggantian kunci, pemasangan kamera pengawas, hingga pertikaian antarpihak.
Peristiwa tersebut kemudian viral di media sosial dan dikaitkan dengan dugaan tindakan premanisme. Menyikapi hal itu, kepolisian segera mengambil langkah penanganan.
Polrestabes Surabaya telah meningkatkan penanganan perkara tersebut. Pemeriksaan terhadap sejumlah saksi juga masih berlangsung untuk mendalami rangkaian peristiwa yang terjadi.
Di tengah proses hukum, Polrestabes Surabaya berharap para pihak tetap mengedepankan musyawarah. Penyelesaian secara kekeluargaan dinilai masih memungkinkan selama dilakukan secara sukarela, tidak merugikan hak pihak lain, dan tetap sesuai dengan ketentuan hukum.
Ning Lia berharap pendekatan humanis dan profesional yang ditunjukkan Polrestabes Surabaya dapat terus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian.
Ia juga mengajak seluruh pihak menyampaikan informasi secara lengkap dan menghindari tindakan yang berpotensi memperkeruh situasi.
Pendekatan tersebut, menurutnya, sejalan dengan semangat Jogo Suroboyo, yakni menjaga keamanan dan ketertiban Kota Surabaya melalui kolaborasi antara aparat dan masyarakat.







