Sketsamalang.com, MALANG – Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno, memberikan perhatian serius terhadap insiden kebakaran yang terjadi di salah satu bagian ruang gizi Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang, Rabu (9/9/2026).
Tokoh koperasi nasional yang juga Ketua Kopmen Setia Budi Wanita (SBW) tersebut mendorong manajemen rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk melakukan langkah-langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Salah satu langkah yang ditekankan Sri Untari adalah pelaksanaan audit jaringan listrik secara berkala di seluruh rumah sakit di bawah naungan Pemprov Jatim.
Menurutnya, pemeriksaan instalasi listrik penting dilakukan untuk mengidentifikasi kabel yang sudah usang dan berpotensi menimbulkan gangguan maupun kebakaran.
“Langkah ini penting untuk mengidentifikasi kabel yang sudah usang agar bisa segera diremajakan. Pemeriksaan berkala setiap tiga bulan sekali juga perlu dilakukan guna mencegah penumpukan jalur listrik atau penempelan kabel ganda,” ujar Sri Untari.
Selain audit instalasi listrik, ia juga mendorong seluruh rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur melengkapi perlindungan aset dengan asuransi kebakaran.
Menurut Sri Untari, keberadaan asuransi kebakaran menjadi salah satu langkah mitigasi risiko untuk melindungi aset rumah sakit sekaligus mendukung keberlangsungan pelayanan terhadap pasien.
Meski demikian, Sri Untari mengapresiasi kesigapan petugas, Pemadam Kebakaran (Damkar), serta manajemen RSSA Malang dalam menangani insiden tersebut.
Ia menilai penanganan cepat dan proses evakuasi yang dilakukan secara sigap berhasil mencegah api meluas ke bagian bangunan lainnya.
“Sinergi yang sigap berhasil memadamkan api sehingga tidak meluas ke bangunan lain,” tambahnya.
Sri Untari juga meminta jajaran direksi dan seluruh pegawai rumah sakit meningkatkan ketelitian, kecermatan, serta kewaspadaan dalam setiap lini operasional dan pengelolaan fasilitas gedung.
Terkait pelayanan kepada pasien, Sri Untari meminta masyarakat tidak perlu khawatir. Menurutnya, pelayanan di RSSA Malang tetap berjalan, termasuk kebutuhan penyediaan makanan bagi pasien.
Persoalan penyiapan gizi pasien, kata dia, telah ditangani dengan cepat melalui kerja sama penyediaan katering dari luar rumah sakit.
Dengan langkah penanganan tersebut, kebutuhan gizi pasien di RSSA Malang diharapkan tetap terpenuhi tanpa mengganggu pelayanan kesehatan di rumah sakit.







