Sketsamalang.com – Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) S-1 Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) menambah tenaga pengajar bergelar doktor. Dr. Ir. Ardiyanto Maksimilianus Gai, ST., M.Si., MM., berhasil menyelesaikan studi doktor bidang Ilmu Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Perdesaan di IPB University.
Dalam disertasinya, Ardiyanto mengembangkan model penanggulangan kemiskinan yang tidak hanya melihat aspek pendapatan, tetapi juga mempertimbangkan berbagai dimensi kehidupan masyarakat dan karakteristik spasial wilayah.
Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), dipilih sebagai lokus penelitian. Wilayah ini dinilai menarik karena perkembangan Labuan Bajo sebagai salah satu Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) belum sepenuhnya berdampak signifikan dan merata terhadap penanggulangan kemiskinan.
“Perubahan yang terjadi di Labuan Bajo tentu memberikan dampak. Namun, dalam konteks penanggulangan kemiskinan, dampaknya belum sepenuhnya signifikan dan merata,” ungkap Ardiyanto saat ditemui di Kampus 1 ITN Malang, Rabu (11/8/2026).
Menurut Ardiyanto, kemiskinan tidak semata-mata berkaitan dengan kondisi finansial. Persoalan tersebut juga dipengaruhi kualitas sumber daya manusia, kondisi sosial, sumber daya alam, infrastruktur dan aksesibilitas, serta kemampuan finansial rumah tangga.
Karena itu, desa yang sama-sama menghadapi kemiskinan belum tentu memiliki akar persoalan yang sama.
“Karakteristik wilayah dan determinan kemiskinannya dapat berbeda. Bahkan, kondisi suatu desa dapat memiliki keterkaitan dengan desa di sekitarnya. Karena itu, kebijakan penanggulangan kemiskinan tidak semestinya menggunakan pendekatan one-size-fits-all,” tegasnya.

Melalui disertasi berjudul “Model Strategi Sustainable Rural Livelihood Approach dalam Penanggulangan Kemiskinan di Kabupaten Manggarai Barat”, Ardiyanto mengintegrasikan lima modal penghidupan, yakni human capital, social capital, natural capital, physical capital, dan financial capital, dengan karakteristik serta heterogenitas spasial wilayah.
Pendekatan tersebut kemudian dikembangkan menggunakan pemodelan System Dynamics untuk menganalisis hubungan antarfaktor dan mensimulasikan berbagai alternatif kebijakan.
Riset tersebut melahirkan SURULIA GAI Poverty Alleviation Model (Model SURULIA GAI), sebuah model penanggulangan kemiskinan yang dirancang adaptif, inklusif, dan berbasis karakteristik wilayah.
“Model ini dikembangkan untuk merumuskan strategi penanggulangan kemiskinan yang adaptif dan inklusif dengan mempertimbangkan variasi karakteristik serta faktor penyebab kemiskinan di setiap desa,” jelas Ardiyanto.
Model tersebut tidak hanya mengidentifikasi lokasi dan tingkat kemiskinan, tetapi juga membantu memahami faktor penyebabnya, keterkaitan spasial antarwilayah, serta pilihan intervensi yang berpotensi paling efektif.
Melalui simulasi System Dynamics, pemerintah daerah dapat menguji berbagai skenario sebelum diterapkan sebagai kebijakan.
“Model ini diharapkan membantu pemerintah tidak hanya mengetahui lokasi dan tingkat kemiskinan, tetapi juga memahami faktor penyebabnya,” ujar Kepala Lembaga Kerja Sama dan Usaha (LPKU) ITN Malang tersebut.
Kebaruan penelitian Ardiyanto turut menjadi perhatian dalam sidang ujian doktornya. Hadir sebagai penguji luar antara lain Wakil Gubernur NTT sekaligus Ketua Tim Penanggulangan Kemiskinan Daerah NTT, Irjen Pol. (P) Dr. Johni Asadoma, M.Hum., serta Peneliti Ahli Utama BRIN, Prof. Dr. Agr. Didit Okta Pribadi, M.Si.
Salah satu pembahasan dalam persidangan adalah kemungkinan Model SURULIA GAI direplikasi di wilayah lain di NTT.
Ardiyanto menyebut model tersebut bersifat adaptif sehingga indikator dan bentuk intervensinya dapat disesuaikan dengan karakteristik masing-masing daerah.
Ia berharap hasil penelitian tersebut tidak berhenti sebagai kajian akademik, tetapi dapat menjadi referensi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan penanggulangan kemiskinan yang lebih tepat sasaran, adaptif, inklusif, dan berkelanjutan.
Selain menghasilkan model kebijakan, penelitian Ardiyanto juga menghasilkan publikasi pada jurnal internasional terindeks Scopus dan jurnal nasional terakreditasi Sinta 1 serta dipresentasikan dalam konferensi internasional di Singapura.
Melalui Model SURULIA GAI, Ardiyanto berharap penanggulangan kemiskinan semakin mempertimbangkan faktor penyebab, karakteristik wilayah, keterkaitan spasial, serta bentuk intervensi yang paling sesuai bagi setiap daerah.






