TPSR Madiredo, Upaya Desa Mewujudkan Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Oleh: Maria Yuyun Kurniawati Dandus (Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Merdeka Malang)

 

Sketsamalang.com – Desa Madiredo,Kabupaten Malang, terus mendorong pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan melalui keberadaan tempat pengolahan sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPSR).

TPSR Madiredo didirikan berdasarkan hasil Musyawarah Desa (Musdes) sebagai bentuk kesepakatan bersama antara pemerintah desa dan warga. Keputusan ini bertujuan membangun sistem pengelolaan sampah terpusat agar sampah dari rumah tangga dan pelaku usaha dapat ditangani secara lebih bertanggung jawab.

Tempat sisa pemilahan sampah non organik

Setiap hari, TPSR Madiredo menangani sekitar 50 ton sampahberdasarkan data pengelola, yang berasal dari aktivitas Masyarakat.sampah tersebut sebagian besar terdiri dari sampah organik dan non-organik. Untuk mendukung operasionalnya, diterapkan sistem iuran bulanan, yakni Rp20.000 untuk rumah tangga, Rp25.000 untuk pelaku usaha, dan hingga Rp100.000 untuk jenis usaha tertentu.

Seluruh sampah yang masuk TPSR Madiredo terlebih dahulu melalui Proses pemilihan. Sampah organik diolah menjadi pupuk kompos, sementara sampah non-organik dipisahkan kedalam puluhan j jenis berdasarkan materialnya, seperti plastic,botol dan material lainnya, sebelum dikirim ke tempat daur ulang. Proses pemilahan ini merupakan inti dari penerapan prinsip reduce, reuse, dan recycle di TPSR Madiredo, yang juga membantu mengurangi jumlah sampah yang akhirnya menjadi residu.

Dalam kegiatan oprasional sehari-hari, TPSR Madiredo melibatkan 12 Pekerja yang bertugas memilah dan mengolah sampah. Para pekerja tersebut menerima upah harian sebesar Rp85.000.dan memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran sistem pengolahan sampah ditingkat desa.

Unit pengumpulan sampah Desa Madiredo

Selain fungsi teknis pengolahan sampah, TPSR Madiredo berperan sebagai sarana edukasi bagi Masyarakat. Melalui kegiatan sosialisasi dan praktik pemilahan, warga secara bertahap diajak membangun kebiasaan mengelolah sampah sejak dari sumbernya, terutama di lingkungan rumah tangga.

Keberadaan TPSR Madiredo menunjukkan bahwa pengelolaan sampah berbasis desa dapat dijalankan melalui kolaborasi antara pemerintah desa dan masyarakat. Model ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa lain dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *