Sketsamalang.com – Memperingati satu dekade perjalanannya, Malang Autism Center (MAC) menggelar Pameran Lukisan Karya Anak Autisme bertajuk ‘Art Exhibition Day: Voices From The Spectrum’. Dengan menampilkan karya dari 16 pelukis anak autisme dari berbagai daerah, yang digelar di Malang Creative Center (MCC), Jumat (17/10/2025).
Pameran ini menjadi pameran lukisan anak autisme pertama di Jawa Timur. Sekaligus menjadi bukti nyata bahwa anak-anak dengan kebutuhan khusus mampu mengekspresikan diri dan berkarya layaknya anak-anak lainnya.
Pendiri Malang Autism Center, M. Cahyadi menjelaskan, MAC merupakan lembaga terapi yang dirikan tahun 2015. Bertepatan dengan tanggal lahir anaknya yang juga Autism .

Dijelaskan Cahyadi, anak Autism ini adalah ciptaan Allah yang memang Allah menciptakannya dengan gangguan. Dimana yang terganggu adalah perilakunya, interaksi sosialnya, bahasa dan komunikasinya.
Sehingga untuk menjadikan seorang autism agar bisa konsentrasi di depan kanvas, sangat tidak mudah. Jangankan berjam-jam, 1 menit atau 2 menit saja itu membutuhkan sekian tahun di terapi dulu.
“Jadi melihat lukisan-lukisan ini nantinya jangan hanya melihat indahnya lukisan saja, tapi juga coba bayangkan orang tuanya masing-masing butuh pengorbanan dan air mata,” ungkapnya.
Disebutkan Cahyadi, ada puluhan karya dari 16 pelukis autism yang dipamerkan. Mereka berasal dari Jakarta, Surabaya, Malang, Mojokerto dan Madiun.
“Hasil karya mereka ini tidak hanya untuk dipamerkan, tapi juga bisa dibeli oleh pengunjung,” jelasnya
Menurut Cahyadi, ketika anak-anak dengan gangguan ini diberikan pelatihan, diberikan pendidikan, diberikan support, diberikan ruang untuk berekspresi. Insyaallah mereka tidak ada bedanya dengan anak-anak normal pada umumnya.
“Indahnya lukisan mereka ini berarti sejatinya merekapun juga punya kemampuan yang sama dengan anak-anak normal pada umumnya,” tandasnya.
Sementara itu, Malang Autism Colors ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kejaksaan Negeri Kota Malang, Tri Joko, S.H., M.H.
Dalam sambutannya, Tri Joko mengapresiasi apa yang dilakukan MAC selama ini. Menurutnya, kehadiran dirinya dalam acara ini bukan semata sebagai institusi penegak hukum. Tapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang peduli dan ingin berkontribusi terhadap tumbuh kembang generasi penerus bangsa, termasuk anak-anak dengan kebutuhan khusus.
“Hari ini kita tidak hanya melihat hasil karya seni, tapi juga menyaksikan ekspresi jiwa, semangat hidup, dan ketulusan hati dari anak-anak yang luar biasa. Yang sering dipandang berbeda namun sejatinya memiliki potensi besar yang belum tentu dimiliki oleh semua orang,” pungkasnya.






