Wamendag Dyah Roro Apresiasi Program Sekolah Garuda dan Prestasi Internasional MAN 2 Kota Malang

Reportasemalang – Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) RI, Dyah Roro Esti Widya Putri, meninjau pelaksanaan Program Sekolah Garuda di MAN 2 Kota Malang, Jumat (24/7/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari agenda kerja bersama Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, sebelum melanjutkan kunjungan ke industri kecil berorientasi ekspor di Kota Malang.

Dalam kunjungan itu, Wamendag didampingi Wali Kota Malang meninjau laboratorium, ruang pembelajaran, serta berdialog dengan guru dan siswa. Ia juga menyaksikan hasil riset pelajar dan mencoba fasilitas laboratorium.

Dyah Roro mengatakan, kunjungannya bertujuan melihat langsung implementasi Program Sekolah Garuda yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

“Saya memang memiliki beberapa agenda bersama Bapak Wali Kota, salah satunya mengunjungi industri yang sudah berhasil menembus pasar ekspor. Namun sebelum itu, saya ingin melihat langsung pelaksanaan Program Sekolah Garuda di MAN 2 Kota Malang,” ujarnya.

Wamendag Dyah Roro Apresiasi Program Sekolah Garuda
Wamendag, Dyah Roro Esti Widya Putri dialog interaktif bersama Siswa MAN 2 Kota Malang

Menurutnya, Indonesia tengah menikmati bonus demografi dengan sekitar 68 persen penduduk berada pada usia produktif. Kondisi tersebut harus diimbangi peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, dan gizi agar mampu melahirkan SDM yang kompetitif.

“Yang menjadi tantangan bukan hanya jumlah penduduk usia produktif, tetapi bagaimana kualitas SDM Indonesia mampu bersaing di tingkat global. Karena itu pendidikan menjadi prioritas pemerintah melalui Program Sekolah Garuda, Sekolah Rakyat, dan berbagai program lainnya,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemerintah juga mendorong lahirnya wirausaha muda melalui program Campus Preneur agar semakin banyak produk kreatif Indonesia mampu menembus pasar internasional.

“Kita berharap semakin banyak industri yang berkembang dan melibatkan tenaga kerja lokal sehingga manfaat ekonominya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Dyah Roro mengaku terkesan dengan fasilitas dan semangat belajar siswa MAN 2 Kota Malang.

“Saya melihat fasilitasnya lengkap, siswanya aktif dan antusias. Ini menjadi bukti bahwa sumber daya manusia Indonesia memiliki potensi luar biasa untuk semakin berdaya saing,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, perhatian pemerintah pusat menjadi motivasi bagi Kota Malang untuk terus meningkatkan mutu pendidikan.

“Kunjungan ini menjadi penyemangat bagi dunia pendidikan di Kota Malang. Kami berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah semakin kuat sehingga mampu melahirkan generasi muda yang unggul, inovatif, dan siap bersaing di tingkat global menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Wahyu.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Malang akan terus memperkuat kolaborasi guna mendorong peningkatan kualitas pendidikan yang selaras dengan pengembangan kewirausahaan dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala MAN 2 Kota Malang, Dr. Samsudin, M.Pd., memaparkan perkembangan madrasah yang berdiri sejak 1956 sebagai Pendidikan Guru Agama (PGA), kemudian menjadi MAN 3 Malang pada 1992, hingga berganti nama menjadi MAN 2 Kota Malang pada 2018.

“Saat ini MAN 2 Kota Malang membina 1.572 siswa dari seluruh pelosok Tanah Air, mulai Aceh hingga Papua. Sebanyak 700 siswa di antaranya menempuh pendidikan berbasis asrama di Ma’had Al-Qalam. Seluruh kegiatan pembelajaran dikawal penuh oleh 217 guru dan tenaga kependidikan,” ungkap Samsudin.

Ia menyebut, sepanjang 2025 MAN 2 Kota Malang meraih 1.139 trofi dan penghargaan, sekaligus mendapat apresiasi dari Kementerian Agama sebagai madrasah penyumbang medali internasional terbanyak selama tiga tahun berturut-turut.

Madrasah tersebut juga berhasil menjadi Juara Umum Olimpiade Sains Nasional (OSN) dan Juara Umum Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) selama dua tahun berturut-turut, termasuk OPSI 2026. Selain itu, MAN 2 Kota Malang menjadi mitra Bridge Australia dan terpilih sebagai Sekolah Garuda Transformasi Indonesia.

Samsudin juga memaparkan capaian terbaru para siswanya di tingkat internasional.

“Baru tiga hari lalu siswa kami menyelesaikan ajang International Chemistry Olympiad (IChO) di Uzbekistan dan sukses membawa pulang medali perunggu atas nama Ananda Khasan,” ujarnya.

Selain itu, siswa MAN 2 Kota Malang juga meraih medali perak pada ajang riset internasional di Lithuania dan diterima di Institut Teknologi Bandung (ITB). Madrasah tersebut juga akan mengirimkan peserta ke Olimpiade JINR di Italia serta IJSO Global di London pada Oktober mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *