Tinjau Kebakaran TPA Supit Urang, Ketua Komisi C Tekankan Mitigasi Kesehatan Relawan dan Warga Terdampak

Sketsamalang.com – Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, Muhammad Anas Muttaqin, meninjau langsung kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Supit Urang. Ia mengapresiasi semangat gotong royong berbagai pihak dalam penanganan kebakaran sekaligus menekankan pentingnya mitigasi kesehatan bagi relawan dan masyarakat terdampak.

Anas menyayangkan terjadinya kebakaran tersebut. Meski demikian, ia mengapresiasi langkah cepat berbagai pihak yang terlibat dalam upaya pemadaman, mulai dari Pemerintah Kota Malang, TNI/Polri, pihak swasta, hingga para relawan.

“Ini kejadian yang memang ya tidak kita inginkan bersama,” ujar Anas.

Menurutnya, kolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam mendukung proses pemadaman agar kebakaran dapat segera teratasi.

“Kita mengapresiasi langkah cepat dan juga gotong royong dari seluruh stakeholder, tidak hanya pemerintah kota, tapi juga pihak-pihak swasta dan relawan,” katanya.

Selain mendorong percepatan penanganan kebakaran, Anas meminta pemerintah daerah memperhatikan aspek kesehatan selama proses pemadaman berlangsung. Ia menilai, relawan yang bekerja di lokasi serta warga yang berpotensi terdampak perlu mendapatkan perhatian untuk meminimalkan risiko kesehatan.

“Harapannya ini memang bisa segera tertangani, dan juga kita mendorong pemerintah daerah untuk juga memitigasi faktor-faktor kesehatan untuk seluruh relawan yang sedang bekerja keras dan juga untuk warga terdampak,” ungkapnya.

### Pemadaman Terkendala Tumpukan Sampah dan Cuaca

Anas juga mengimbau masyarakat agar bersabar selama proses penanganan kebakaran berlangsung. Menurutnya, pemadaman api di kawasan TPA memiliki tantangan tersendiri karena karakteristik tumpukan sampah yang dapat menyimpan titik api di bagian dalam.

Kondisi tersebut membuat pemadaman tidak cukup hanya dilakukan pada bagian permukaan. Api yang berada di dalam tumpukan sampah juga perlu ditangani agar kebakaran dapat segera dikendalikan.

“Ini sedang proses terus dilakukan, memang tidak mudah karena banyak faktor. Ini sampah, jadi tumpukan yang tinggi itu memang api tidak hanya di permukaan, tapi ternyata juga ada di dalam, apalagi cuaca juga sangat terik, angin sangat besar,” jelasnya.

Ia menilai, cuaca yang terik disertai angin kencang turut menjadi tantangan dalam proses pemadaman. Karena itu, koordinasi dan kerja sama seluruh pihak perlu terus diperkuat untuk mendukung penanganan kebakaran.

“Harapannya memang dengan kerja sama seluruh pihak bisa segera tertangani,” pungkasnya.

Anas berharap kebakaran di TPA Supit Urang segera teratasi melalui upaya bersama seluruh pihak. Ia juga menekankan agar penanganan tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi turut memperhatikan keselamatan relawan dan kesehatan masyarakat yang terdampak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *