Sketsamalang.com – Sebuah terobosan baru dari manajemen Arema FC mendapat sambutan hangat dari para pendukungnya, Aremania. Peluncuran paket tiket keluarga dalam laga kandang melawan Dewa United di Stadion Kanjuruhan, Sabtu (13/9/2025) lalu, dinilai sebagai langkah cerdas yang menjawab kebutuhan suporter di tengah kondisi ekonomi saat ini.
Inovasi ini tidak hanya menawarkan harga yang lebih terjangkau, tetapi juga bertujuan mengubah citra stadion menjadi ruang rekreasi yang ramah bagi seluruh anggota keluarga.
Dilansir dari radarmalang.jawapos.com, respons positif datang langsung dari suporter yang merasakan manfaat program ini. Raihan Alfarizi, Aremania asal Kedungkandang, mengaku sangat terbantu. Ia memilih tiket kategori ini agar bisa mengajak adiknya yang berusia delapan tahun tanpa harus membeli dua tiket terpisah dengan harga reguler yang dirasanya cukup mahal.
“Harga yang cukup bagus untuk keluarga, apalagi di kondisi ekonomi sekarang,” ujar Raihan.
Ia menambahkan, kehadiran tiket bundling ini menjadi alasannya untuk kembali menonton langsung di stadion setelah sebelumnya absen karena masalah biaya. Antusiasme serupa diharapkan dapat menarik lebih banyak keluarga untuk memberikan dukungan langsung kepada tim Singo Edan.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menjelaskan bahwa program ini lahir dari aspirasi dan saran para suporter. Tujuannya jelas, yakni menjadikan pertandingan sepak bola sebagai pilihan rekreasi bagi keluarga di Malang Raya. Dengan skema satu paket untuk ayah, ibu, dan satu anak (usia 7-15 tahun), harga yang ditawarkan jauh lebih hemat.
Harga Tiket Keluarga di Laga Arema FC
Untuk kategori ekonomi, tiket dibanderol seharga Rp 250.000, sedangkan untuk VIP seharga Rp 400.000. Keluarga yang membawa lebih dari satu anak juga difasilitasi dengan biaya tambahan Rp 50.000 per anak di kelas ekonomi atau Rp 75.000 di VIP.
Untuk memastikan program ini tepat sasaran, calon pembeli diwajibkan menunjukkan Kartu Keluarga (KK) asli saat transaksi di Official Store Arema FC.
“Program ini diharapkan dapat memperluas basis penonton, sekaligus menegaskan komitmen Arema FC dalam menciptakan atmosfer stadion yang ramah bagi keluarga,” kata Yusrinal, dikutip dari Kompas.com. Kehadiran anak-anak di tribun diharapkan dapat memberikan warna baru dan energi positif bagi tim.
Wacana Tiket Pelajar Sebagai Langkah Selanjutnya
Keberhasilan program tiket keluarga mendorong manajemen untuk mempertimbangkan inovasi lanjutan, yakni tiket khusus pelajar. Meski demikian, rencana ini masih dalam tahap pengkajian mendalam untuk merancang sistem yang efektif dan mencegah penyalahgunaan.
Manajemen menyadari perlunya penerapan kuota yang cermat, mengingat kapasitas stadion saat ini dibatasi hingga 80 persen dari total 21.600 kursi.
“Pasti realistis (tiket pelajar), cuma pasti ada kuota,” imbuh Yusrinal.
Langkah-langkah ini menunjukkan komitmen klub untuk terus mendengar dan merealisasikan keinginan Aremania secara terukur dan bertahap, demi menjadikan setiap laga kandang sebagai perayaan kebersamaan komunitas.






