Sekda Blitar Bagikan Tips Tunaikan Haji Bersama Pasangan, Kekompakan Jadi Kunci Utama

Sketsamalang.com – Menjalani ibadah haji bersama pasangan membutuhkan kekompakan, komunikasi yang baik, serta saling menguatkan dalam menghadapi berbagai tantangan selama berada di Tanah Suci. Pengalaman tersebut dibagikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Blitar, Hj. Khusna Lindarti, bersama suaminya, H. Bambang Priyadi, saat ditemui di kediamannya di Tegal Rejo, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar, Rabu (1/7/2026).

Dalam kesempatan itu, Khusna menceritakan pengalaman berhaji bersama suami, mulai dari tantangan saat berada di Madinah hingga momen-momen berkesan yang memperkuat ikatan spiritual dan kebersamaan mereka.

Menurut Khusna, setiap pasangan harus memiliki komitmen untuk saling mendampingi selama menjalankan rangkaian ibadah haji. Semangat masing-masing pasangan bisa berbeda sehingga diperlukan sikap saling memahami.

“Suami itu memang semangatnya berbeda. Tetapi sebagai pasangan, kita tidak hanya punya misi untuk sampai ke Tanah Suci saja, melainkan bagaimana semuanya bisa dilakukan bersama-sama, saling mendampingi, dan menikmati perjalanan ibadah itu bersama,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, tantangan terbesar justru dirasakan saat berada di Madinah. Sistem akomodasi serta kondisi di lapangan membuat pasangan suami istri tidak selalu dapat bersama sepanjang waktu.

“Di Madinah itu tantangannya besar. Tidak mungkin selalu sekamar, meskipun satu hotel. Untuk janjian bertemu saja kadang sulit karena situasi yang berbeda. Itu menjadi ujian tersendiri agar tetap bisa bersama dan saling menjaga komunikasi,” katanya.

Sekda Kabupaten Blitar, Hj. Khusna Lindarti

Berbeda dengan Madinah, suasana di Makkah dinilai memberikan lebih banyak kesempatan bagi pasangan untuk menjalankan ibadah secara bersama-sama, seperti tawaf, salat berjamaah, hingga berjalan menuju Masjidil Haram.

“Kalau di Makkah masih sangat mungkin untuk selalu bersama. Bisa tawaf bersama, berjalan ke masjid bersama, dan melakukan ibadah dengan lebih leluasa. Itu menjadi momen yang sangat indah dan, kalau boleh dibilang, lebih romantis karena semuanya dilakukan atas dasar ibadah kepada Allah,” tuturnya.

Khusna menekankan bahwa pasangan suami istri harus memandang diri sebagai satu tim selama menjalani ibadah haji. Kondisi fisik yang menurun, kelelahan, hingga berbagai tantangan di lapangan sebaiknya dihadapi dengan saling memahami, bukan saling menyalahkan.

“Kita harus menyadari bahwa kita ini bersama. Apa pun kondisinya, tantangan pasti ada. Kalau tidak siap secara mental dan tidak saling memahami, bisa saja muncul persoalan-persoalan yang sebenarnya tidak perlu terjadi,” jelasnya.

Salah satu pengalaman yang paling berkesan baginya terjadi ketika ia harus membawa sepatu suaminya setelah keduanya terpisah karena jalur masuk jamaah laki-laki dan perempuan yang berbeda.

Saat itu, Khusna menyaksikan banyak jamaah yang menangis dan memanjatkan doa dengan penuh kekhusyukan. Suasana tersebut membuatnya ikut larut dalam doa.

“Saya melihat orang-orang menangis saat berdoa. Saya berpikir, saya juga ingin berdoa seperti mereka. Saya pun berdoa kepada Allah dengan khusyuk, karena memang pintu laki-laki dan perempuan terpisah,” kenangnya.

Usai berdoa, ia mengaku merasakan kebahagiaan tersendiri ketika melihat suaminya melambaikan tangan dari kejauhan.

“Setelah selesai berdoa, saya melihat suami melambai dari kejauhan. Rasanya bahagia sekali, seperti mendapatkan jawaban atas doa yang baru saja dipanjatkan,” ungkapnya.

Bagi Khusna, ibadah haji bukan hanya perjalanan spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi juga perjalanan yang menguatkan hubungan suami istri melalui kesabaran, pengorbanan, dan ketulusan.

Ia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi inspirasi bagi pasangan yang akan menunaikan ibadah haji agar selalu menjaga kekompakan, membangun komunikasi yang baik, serta menjadikan setiap tantangan sebagai bagian dari proses meningkatkan kualitas ibadah.

“Yang paling penting adalah niat bersama, saling menguatkan, dan memahami bahwa semua ujian selama berhaji adalah cara Allah mendewasakan dan mempererat hubungan kita sebagai pasangan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *