Sketsamalang.com – Rambut rontok menjadi salah satu masalah yang umum dialami banyak orang, baik pria maupun wanita. Namun, penelitian menunjukkan bahwa pria, terutama yang sudah memasuki usia lanjut, lebih rentan mengalami kerontokan rambut hingga kebotakan. Menurut Cleveland Clinic, mayoritas pria mengalami kebotakan berpola, dengan sekitar 70% yang mengalaminya di usia lanjut.
Rambut rontok memang tidak membahayakan kesehatan secara langsung. Meski begitu, kondisi ini sering kali menurunkan rasa percaya diri, terutama bila sudah mengarah pada kebotakan. Sejumlah faktor disebut berperan dalam memicu rambut rontok pada pria.
Faktor Penyebab Rambut Rontok
Dilansir dari Halodoc, ada beberapa faktor utama yang dapat memicu rambut rontok pada pria, di antaranya:
• Faktor genetik. Riwayat keluarga dengan kebotakan meningkatkan risiko pria mengalami hal serupa. Jika orang tua atau saudara laki-laki mengalami kerontokan, kemungkinan besar kondisi ini juga akan terjadi. Genetik tidak hanya membuat rambut mudah rontok, tetapi juga menjadikannya lebih tipis, rapuh, dan mudah patah bahkan sejak usia muda.
• Stres. Tekanan emosional dan stres berkepanjangan dapat mengganggu siklus pertumbuhan rambut. Rambut yang seharusnya tumbuh normal bisa berhenti berkembang sehingga menjadi lemah dan akhirnya rontok. Meski demikian, kerontokan akibat stres biasanya bersifat sementara dan bisa membaik setelah kondisi emosional kembali stabil.
• Masalah kesehatan. Rambut rontok juga bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan dalam tubuh. Kondisi seperti anemia, gangguan tiroid, atau kekurangan protein serta zat besi sering kali menjadi penyebab. Dalam beberapa kasus, infeksi pada kulit kepala juga memperparah kerontokan. Jika disertai gejala lain, pemeriksaan medis perlu segera dilakukan.
• Konsumsi obat-obatan. Beberapa jenis obat dapat menimbulkan efek samping berupa kerontokan rambut. Obat pengencer darah (anticoagulant) dan obat kemoterapi untuk pasien kanker merupakan contoh yang paling sering dikaitkan dengan masalah ini. Rambut biasanya akan kembali tumbuh setelah penggunaan obat dihentikan, meskipun prosesnya memerlukan waktu.
• Ketidakseimbangan hormon. Hormon testosteron pada pria berperan besar dalam mengatur pertumbuhan rambut. Saat terjadi ketidakseimbangan, produksi rambut bisa terganggu sehingga meningkatkan risiko kerontokan. Kondisi ini sering kali menjadi penyebab utama kebotakan permanen pada pria.
Cara Mengatasi Rambut Rontok
Menurut informasi dari RS Pondok Indah, penanganan rambut rontok harus diawali dengan diagnosis penyebabnya. Dokter biasanya melakukan pemeriksaan kulit kepala secara langsung maupun menggunakan alat bernama trichoscopy untuk melihat kondisi folikel rambut secara detail.
Jika kerontokan disebabkan oleh peradangan, dokter akan meresepkan obat oles atau obat minum sesuai tingkat keparahan. Sementara itu, jika penyebabnya malnutrisi, pasien dianjurkan mengonsumsi nutrisi esensial seperti vitamin A, C, E, zinc, selenium, vitamin B kompleks, dan biotin.
Perawatan harian juga tak kalah penting. Pemilihan sampo sesuai jenis kulit kepala, baik kering, berminyak, atau sensitif, dapat membantu mencegah kerontokan lebih lanjut. Para ahli juga menyarankan untuk menghindari penggunaan produk berbahan kimia berlebihan, seperti pewarna, smoothing, hingga styling cream.
Penggunaan produk kimia dalam jangka panjang bisa mengakibatkan peradangan pada kulit kepala sehingga memperparah kerontokan. Oleh karena itu, menjaga pola hidup sehat, mengelola stres, dan merawat rambut dengan benar menjadi kunci dalam mengurangi risiko rambut rontok pada pria.






