Sketsamalang.com – Fakultas Ilmu Kesehatan dan Farmasi (FIKSFAR) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyambut 541 mahasiswa baru melalui rangkaian Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba). Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkenalkan lingkungan akademik sekaligus menanamkan kepedulian terhadap kesehatan dan lingkungan kepada generasi baru FIKSFAR.
Ratusan mahasiswa baru tersebut tersebar pada tiga program studi, yakni S1 Keperawatan sebanyak 172 mahasiswa, Farmasi 175 mahasiswa, dan Fisioterapi 203 mahasiswa.
Pesmaba FIKSFAR UMM mengusung tema “GREEN SEED: Growing EcoGenZ”. Tema ini memaknai mahasiswa baru sebagai benih yang memiliki potensi untuk tumbuh dan berkembang melalui ilmu, pengalaman, pembelajaran, serta bimbingan selama menjalani pendidikan di UMM.
Sementara itu, konsep EcoGenZ menggambarkan generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap kesehatan dan lingkungan serta mampu menghadirkan perubahan positif. Adapun slogan Small Steps, Big Impact menekankan bahwa dampak besar dapat dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.
Rektor UMM Prof. Dr. Nazaruddin Malik, S.E., M.Si., dalam sambutannya menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak cukup hanya menjadi penyedia pengetahuan (knowledge provider). UMM, kata dia, tengah bertransformasi menjadi problem solving institution atau Excellence Solution Center.
“Lembaga pendidikan tinggi ini didorong untuk tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga aktif menghadirkan aksi nyata dan solusi bagi kehidupan umat manusia serta masyarakat luas,” ujar Prof. Nazaruddin.
Ia juga memperkenalkan falsafah “5 S” sebagai panduan bagi mahasiswa baru dalam menjalani kehidupan akademik di UMM.
Kelima pesan tersebut adalah selamat bergabung dan menikmati UMM, selamat belajar, selamat bercita-cita setinggi-tingginya, selamat berdoa, salat, dan bekerja keras, serta selamat berinteraksi dan meraih prestasi.
“Saya berpesan agar mahasiswa aktif membangun relasi sosial yang sehat serta menyeimbangkan doa dengan kerja keras nyata,” tegasnya.
Lebih lanjut, Dekan FIKSFAR UMM, Dr. apt. Hidajah Rachmawati, S.Si., Sp.FRS., mengatakan tema GREEN SEED: Growing EcoGenZ tersebut merupakan bagian dari upaya menyelaraskan kegiatan fakultas dengan semangat green and clean yang dikembangkan UMM.
“Semua yang ini tidak ada plastik, meminimalkan. Adik-adik juga belajar menggunakan tumbler. Makanan juga menggunakan box yang kertas, tidak plastik. Oleh sebab itu sendok juga ini, jadi green and clean,” ujarnya.
Menurut Hidajah, FIKSFAR merupakan pengembangan dari Fakultas Ilmu Kesehatan UMM. Perubahan tersebut ditetapkan berdasarkan SK Rektor mulai 20 Juni 2026 dengan penambahan bidang farmasi.
Pengembangan itu, lanjutnya, diarahkan untuk memperluas keilmuan di bidang kesehatan dan farmasi. Saat ini FIKSFAR memiliki tiga program studi, yakni Keperawatan, Farmasi, dan Fisioterapi, dengan pengembangan ke depan yang diarahkan mencakup enam program studi.
“Ke depan tentu tidak hanya tiga keilmuan ini. Tentu ada penambahan dan pengembangan untuk keilmuan di bidang kesehatan dan farmasi,” katanya.

Ia juga menyampaikan bahwa UMM menargetkan launching pabrik infus Suryavena pada 2027. Pabrik tersebut disebut menjadi bagian dari pengembangan keilmuan dan ekosistem bidang kesehatan yang dimiliki UMM.
Hidajah menjelaskan, 541 mahasiswa baru FIKSFAR UMM berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Mayoritas berasal dari Pulau Jawa, khususnya Jawa Timur, namun terdapat pula mahasiswa dari Sulawesi, Sumatera, Kalimantan, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
FIKSFAR juga menerima lima mahasiswa asal Papua Tengah melalui program beasiswa. Mereka memilih program studi Farmasi dan Keperawatan.
“Memang ada beberapa daerah yang memberikan beasiswa untuk bisa dididik di sini,” jelasnya.
Jumlah 541 mahasiswa tersebut merupakan mahasiswa yang menjadikan program studi terkait sebagai pilihan pertama, meskipun dalam proses penerimaan terdapat pula pertimbangan terhadap mahasiswa yang memilih program studi tersebut sebagai pilihan kedua. Proses penerimaan juga mempertimbangkan hasil tes wawancara.
FIKSFAR UMM juga menyiapkan sistem akademik dan pendampingan untuk membantu mahasiswa menyelesaikan studi tepat waktu. Hidajah mengatakan mahasiswa dengan indeks prestasi (IP) lebih dari 3,5 dapat mengambil hingga 24 satuan kredit semester (SKS).
Dengan skema tersebut, mahasiswa berpeluang menyelesaikan perkuliahan pada semester ketujuh dan melanjutkan proses tugas akhir.
Menurutnya, tugas akhir juga dapat ditempuh melalui skema ekuivalensi untuk capaian tertentu. Prestasi dalam lomba karya ilmiah hingga publikasi jurnal, misalnya, dapat menjadi bagian yang diekuivalensikan sesuai ketentuan akademik.
Selain itu, setiap kelas mendapatkan pendampingan dosen wali. Dosen wali diwajibkan bertatap muka dengan mahasiswa minimal dua kali untuk memantau perkembangan akademik dan kondisi mahasiswa.
FIKSFAR juga melibatkan orang tua melalui sistem yang memungkinkan perkembangan akademik mahasiswa dipantau. Konsultasi dilakukan sebelum mahasiswa mengambil rencana studi, terutama bagi mahasiswa yang memiliki capaian akademik yang perlu mendapatkan perhatian.
“Jadi, kami ada pendampingan. Setiap kali dosen ada dosen wali untuk tiap satu kelas. Dosen wali itu minimal dua kali harus bertatap muka dengan adik-adik untuk mengetahui perkembangan mereka,” ujarnya.
Hidajah menambahkan, pendidikan di FIKSFAR diarahkan agar mahasiswa memahami jenjang profesi masing-masing. Lulusan S1 Keperawatan dapat melanjutkan ke profesi perawat, S1 Farmasi ke profesi apoteker, sedangkan Fisioterapi memiliki jalur profesi fisioterapis sesuai ketentuan yang berlaku.







