Sketsamalang.com – Pemanfaatan media sosial (medsos) TikTok sebagai sarana promosi membawa dampak positif bagi Kedai Durian Syakura Alas Veenuz Trawas. Melalui siaran langsung (live), kedai ini berhasil menarik perhatian para pecinta durian untuk datang langsung.
Kedai durian yang berdiri sejak 2014 tersebut dikenal konsisten menjaga kualitas produk, meskipun usaha jual beli durian diakui sebagai salah satu bisnis buah yang penuh tantangan.
Pemilik Kedai Durian Syakura Alas Veenuz Trawas, Rohman, mengungkapkan bahwa sebelum membuka usaha sendiri, ia telah menekuni perdagangan durian sejak 2011 dengan bekerja pada juragan durian. Selama lebih dari tiga tahun, ia mempelajari karakter durian serta beragam selera konsumen.
“Durian itu rajanya buah. Kalau sudah bisa jualan durian, jualan buah lain pasti lebih mudah. Karena durian ini paling sulit, pembelinya macam-macam,” ujarnya.
Menurut Rohman, tantangan terbesar dalam bisnis durian adalah menyesuaikan cita rasa dengan keinginan pembeli. Selera konsumen pun beragam, mulai dari durian manis, manis-pahit, bertekstur tidak terlalu lembek, hingga durian dengan rasa “ngarak” atau sedikit beraroma fermentasi.
“Durian itu berbeda dengan pisang atau pepaya. Kalau pisang ya rasanya pisang, pepaya ya pepaya. Kalau durian, selera pembelinya yang harus kita ikuti,” jelasnya.

Seiring berkembangnya usaha, Rohman kini tidak lagi terjun langsung melayani pembeli. Aktivitas penjualan dilanjutkan oleh anak-anaknya, sementara dirinya fokus mencari pasokan durian berkualitas dari berbagai daerah. Dalam satu kali pengiriman, kedai tersebut dapat mendatangkan hingga 1.000 buah durian, termasuk durian keranjangan dari Bali.
“Yang dari Bali tadi pagi datang, sekitar 50 keranjang. Sekarang sudah mulai ramai,” katanya.
Rohman juga menjelaskan bahwa tahun ini wilayah Trawas tidak mengalami panen raya durian. Tingginya curah hujan menyebabkan banyak durian jatuh sebelum matang sempurna. Meski demikian, harga durian saat ini relatif lebih terjangkau dibandingkan periode sebelum tahun baru.
“Sekarang sudah termasuk murah. Ada yang sekitar Rp20 ribu. Sebelum tahun baru, harganya masih mahal,” tambahnya.
Strategi promosi melalui live TikTok menjadi salah satu kunci keberhasilan Kedai Durian Alas Veenuz. Banyak pembeli mengaku mengetahui kedai tersebut dari siaran langsung di media sosial.
“Alhamdulillah, banyak pembeli datang ke sini karena tahu dari live TikTok. Namun, yang utama tetap rezeki dari Tuhan dan menjaga kualitas,” ujarnya.
Karena rutin melakukan siaran langsung, pihaknya mengaku tidak berani menjual durian dengan kualitas rendah. Menurutnya, kepercayaan konsumen menjadi hal utama yang harus dijaga.
“Kami berani live setiap hari, jadi tidak berani menjual durian yang kualitasnya buruk. Kalau rasanya tidak enak, itu berbahaya,” tegasnya.
Ia juga mengimbau pembeli agar tidak ragu membuka durian di tempat sebelum dibawa pulang.
“Bau belum tentu menjamin rasanya enak. Lebih aman dibuka dulu dan dicicipi satu atau dua ulas. Kalau sudah cocok, baru dibawa pulang,” pungkasnya.
Dengan mengedepankan kualitas, kejujuran, serta pemanfaatan media sosial, Kedai Durian Alas Veenuz Trawas terus mempertahankan kepercayaan pelanggan di tengah ketatnya persaingan bisnis durian.






