Mahasiswa UMM Satukan Wisata Alam Hingga Potensi Herbal Pasuruan lewat Kasegher

Sketsamalang.com – Potensi wisata alam dan tanaman herbal di Desa Sukolelo, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, dikembangkan menjadi kawasan eduwisata terpadu. Gagasan tersebut digarap mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui program Kasegher (Kawasan Eduwisata Sumber Segaran dan Kampung Herbal).

Program yang dijalankan Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan (HIMATEKPA) UMM melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) itu mengintegrasikan potensi Sumber Segaran dan Kampung Herbal yang sebelumnya masih berjalan secara terpisah.

Kasegher dikembangkan sejak Juni hingga Oktober 2026 dengan memadukan wisata alam, tanaman herbal, teknologi, edukasi, dan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masyarakat.

Mahasiswa Teknologi Pangan UMM sekaligus anggota tim PPK Ormawa HIMATEKPA, Farah Fauziah, mengatakan ide tersebut muncul setelah tim melihat potensi Sumber Segaran dan Kampung Herbal yang belum terintegrasi dalam satu kawasan wisata.

“Karena itu, kami membawa topik Desa Wisata untuk mengintegrasikan potensi tersebut menjadi satu kawasan eduwisata yang dikelola bersama masyarakat,” jelas Farah.

Potensi Herbal Desa Sukolelo
Padukan Wisata, Teknologi, dan UMKM

Untuk mendukung konsep tersebut, tim menghadirkan sejumlah inovasi. Salah satunya Smart BioDome berbasis Internet of Things (IoT) yang dirancang sebagai sarana edukasi sekaligus pengenalan teknologi dalam pengelolaan tanaman.

Selain itu, tersedia website Kasegher untuk memberikan informasi sekaligus mendukung pemesanan tiket. Sistem pembayaran digital menggunakan QRIS juga diterapkan untuk memudahkan transaksi pengunjung.

Tim HIMATEKPA UMM turut menyusun paket eduwisata agar kunjungan ke Sumber Segaran dan Kampung Herbal tidak sekadar menikmati kawasan, tetapi juga memberikan pengalaman belajar.

Wisatawan dapat mengenal tanaman herbal, proses budidaya, penerapan teknologi IoT, hingga produk UMKM yang dikembangkan masyarakat.

Sebanyak lima inovasi produk UMKM juga dikembangkan dalam program tersebut, terdiri atas tiga produk pangan dan dua produk nonpangan. Pengembangan ini diarahkan untuk meningkatkan nilai ekonomi potensi lokal yang telah dimiliki masyarakat Desa Sukolelo.

Program Kasegher juga mencakup revitalisasi Sumber Segaran dan Kampung Herbal serta pelatihan bagi masyarakat. Pelatihan tersebut ditujukan untuk memperkuat kemampuan pengelolaan kawasan wisata sekaligus pengembangan UMKM.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa dari Program Studi Teknologi Pangan, Informatika, dan Manajemen UMM berkolaborasi dengan dosen pembimbing, Pemerintah Desa Sukolelo, Pokdarwis, Gapoktan, Asmantoga, serta pelaku UMKM setempat.

Jadi Ruang Belajar Mahasiswa

Dosen pembimbing PPK Ormawa HIMATEKPA UMM, Dahlia Elianarni, S.TP., M.Sc., menilai program tersebut memberikan pengalaman langsung bagi mahasiswa dalam menghadapi persoalan di masyarakat.

“Dalam kegiatan PPK Ormawa ini, saya melihat sisi lain dari mahasiswa yang belum pernah saya lihat ketika proses pembelajaran di kelas. Skill komunikasi dengan masyarakat, ketangkasan, dan time management juga sangat diasah dalam kegiatan ini,” ungkapnya.

Dahlia mengatakan pendampingan dilakukan sejak survei awal, pelaksanaan program, hingga pascaprogram. Menurutnya, keberlanjutan inovasi menjadi hal penting setelah program mahasiswa berakhir.

Ia berharap berbagai inovasi yang telah dikembangkan dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat bersama Pemerintah Desa Sukolelo.

Ke depan, tim HIMATEKPA UMM menargetkan Kasegher menjadi identitas Desa Sukolelo sebagai desa wisata yang mengintegrasikan Sumber Segaran dan Kampung Herbal.

Program tersebut sekaligus diharapkan menjadi pijakan HIMATEKPA UMM untuk melanjutkan kiprah ke Abdidaya PPK Ormawa di Makassar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *