Sketsamalang.com, MALANG – Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan (FBiPK) Universitas Brawijaya (UB) menerima kunjungan benchmarking atau studi tiru dari Unit Penjaminan Mutu Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Selasa (20/10/2026). Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai 2 FBiPK UB tersebut menjadi forum pertukaran pengetahuan dan pengalaman dalam memperkuat sistem penjaminan mutu serta meningkatkan kualitas tata kelola pendidikan tinggi.
Kunjungan delegasi Universitas Lambung Mangkurat disambut oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kewirausahaan Mahasiswa FBiPK UB, Dr. Noer Rahmi Ardiarini, S.P., M.Si., didampingi Staf Ahli Dwi Retnoningsih, S.P., M.P., Ph.D., serta anggota Gugus Jaminan Mutu (GJM) FBiPK UB, Dr. Euis Elih Nurlaelih, S.P., M.Si.
Sementara itu, delegasi Universitas Lambung Mangkurat di antaranya dihadiri oleh Prof. Ir. Akhmad Rizalli Saidy, S.P., M.Ag.Sc., Ph.D., IPM., dari Program Studi S3 Ilmu Pertanian, Prof. Dr. Ir. Muhammad Rizal, M.Si., dari Program Studi S3 Ilmu Pertanian, serta sejumlah pimpinan program studi, dosen, dan tenaga kependidikan Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat.
Dalam pertemuan tersebut, kedua institusi membahas pentingnya penguatan sistem penjaminan mutu internal sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan akademik dan tata kelola perguruan tinggi. Kegiatan benchmarking ini juga menjadi kesempatan untuk saling mempelajari praktik pengelolaan mutu, pelaksanaan evaluasi akademik, serta strategi perbaikan berkelanjutan di tingkat fakultas maupun program studi.
Mewakili pimpinan FBiPK UB, Dr. Noer Rahmi Ardiarini menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antarfakultas dalam membangun budaya mutu yang konsisten dan berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan.
“Kami menyambut baik kunjungan Universitas Lambung Mangkurat sebagai kesempatan untuk saling berbagi pengalaman dan praktik pengelolaan penjaminan mutu. Melalui forum seperti ini, kami berharap kedua institusi dapat memperoleh wawasan baru untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola akademik dan layanan pendidikan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, kegiatan ini menjadi ruang diskusi mengenai penerapan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), khususnya dalam mendukung pelaksanaan siklus Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan (PPEPP). Pendekatan tersebut menjadi salah satu dasar penting dalam memastikan standar pendidikan tinggi diterapkan secara konsisten dan dievaluasi secara berkelanjutan.
BACA JUGA: FBiPK UB Jajaki Kerja Sama Rekrutmen dengan First Resources Group
Anggota Gugus Jaminan Mutu FBiPK UB, Dr. Euis Elih Nurlaelih, menyoroti pentingnya integrasi antara perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut dalam pengelolaan mutu akademik.
“Penjaminan mutu tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan dokumen dan standar administrasi, tetapi juga bagaimana hasil evaluasi benar-benar digunakan sebagai dasar perbaikan. Konsistensi pelaksanaan dan tindak lanjut menjadi bagian penting dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan,” jelasnya.
Selain membahas mekanisme penjaminan mutu, kunjungan tersebut juga menjadi sarana pertukaran perspektif mengenai peran pimpinan program studi, dosen, tenaga kependidikan, serta unit penjaminan mutu dalam mendukung peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan.
Keterlibatan para pimpinan program studi dari Universitas Lambung Mangkurat menunjukkan pentingnya koordinasi lintas unit dalam pelaksanaan penjaminan mutu, terutama dalam menghadapi perkembangan standar pendidikan tinggi, kebutuhan akreditasi, serta tuntutan peningkatan kualitas lulusan.
Melalui kegiatan benchmarking ini, FBiPK UB dan Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat diharapkan dapat memperkuat hubungan kelembagaan sekaligus membuka peluang kolaborasi dalam pengembangan sistem penjaminan mutu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pertukaran praktik baik tata kelola akademik.
Kunjungan ini juga menegaskan komitmen FBiPK UB untuk terus mendukung penguatan budaya mutu pendidikan tinggi melalui kolaborasi, evaluasi berkelanjutan, dan pengembangan tata kelola institusi yang adaptif terhadap perubahan kebutuhan pendidikan.
#UniversitasBrawijaya_SDG8; #UniversitasBrawijaya_SDG17







